Loading...

Sinopsis Gangaa episode 273 by Meysha lestari




Sinopsis Gangaa episode 273 by Meysha lestari. Nenek memarai Prabha, "apa yang kau lakukan? Dia itu janda! Mengapa kau meletakan Saree untuk Shagun padanya?" Prabha pura-pura menyadari kesalahannya, 'maaf, aku lupa. Bibi berbuat tidak adil pada gadis baik ini. Tak ada warna atau ataupun keinginan. DIa akan menghabiskan hidupnya seperti itu saja. AKu sedih mendengar semua orang memanggilnya janda." Gangaa meminta POrabha agar tidak merasa seperti itu, "aku sudah terbiasa mendengarnya. Kau benar, aku tidak punya hak atas warna dan keinginan apapun. Lagipula, aku ini hanya seorang janda."

Sagar merasa buruk. Gangaa berbalik hendak pergi, tapi Sagar memegang tanganya, "kau bukan janda!" Semua orang menatap sagar dengan terkejut. Prabha menyerigai senang. Sagar mengulang di depan semua orang kalau Gangaa bukan janda. Madhvi mencoba melepas pegangan Sagar di tangan Gangaa, "apakah kau sudah hilang akal?" Sagar menyangkal, "itu benar ibu. Gangaa adalah Gangaa. DIa suci dan murni. Itu saja. Masyarakat kita yang menyebutnya janda di usia yang dia sendiri belum tahu apa artinya. Apakah itu keadilan?" Sagar menanyai neneknya, "apakah nenek bangga dengan aturan masyarakat ini? Hidup Gangaa bukan tanpa warna. DIa punya hak yang sama untuk menyukai warna seperti yang lain."

Sagar mengambil salah satu saree, "kuning artinya Shagun. Karena Gangaa telah datang di Shagun, apa yang salah?" Sagar menanyai ibunya, 'ibu selalu  menginginkan seorang putri kan? Kau telah membesarkan Gangaa seperti putrimu sendiri. mengapa pula dia harus menerima hinaan ini hari ini?" Sagar juga menanyakan pertanyaan yang sama pada neneknya.

Sagar berkata, "seorang gadis memakaikan bonekanya baju warna pink. Gangaa juga punya hak yang sama, tapi kau telah merampas semua warna dari hidupnya sejak kecil." Sagar melihat kotak sindoor di tangan SUpriya, dia mengambilnya dan mendekati Gangaa. Katanya, "warna merah ini adalah warna kehidupan dan pernikahan. Masyarakatmu telah menghapus warna ini dari kepala Gangaa atas hak apa?" Di amenangis, berteriak tapi tak seorangpun menunjukan rasa belas kasihan padanya." Nenek menyuruh sagar berhenti mengoceh, tapi Sagar tidak perduli. Sagar mengatakan kalau masyarakat membuat aturan yang salah, "semua orang melakukan apa yang mereka suka. Tak ada yang memperdulikan apa yang di rasakan Gangaa. AKu tidak bisa menerimanya lagi. AKu tidak bis amenanggungnya. DIa juga punya hak untuk memiliki wara. Dia akan mendapatkan semua haknya di hadapan semua orang!"

Sagar memberitahu Gangaa kalau dia benar, "aku tidak bisa mengerti semuanya dulu. tapi sekarang, aku mengetahui semua yang telah kau lalui, tapi aku mengabaikannya. kau tak perlu menyembunyikan hubungan kita dari semu aorang. AKu akan mengembalikan semua warna yang di rampas dunia darimu." Sagar tanpa di duga oleh siapapun meletakan vermilion dibelahan rambut Gangaa di hadapan semua orang. Gangaa tertegun dengan berlinangan air mata. hanya Maharaj yang terlihat gembira. Semua orang menatap dengan terkejut.

Sagar menjatuhkan kotak sindoor dan meraih tangan Gangaa. Nenek berteriak marah, "itu salah! Aku sudah bilang sejak dulu kalau gadis ini akan membawa kehancuran di rumah ini. Dia telah membuktikan kalau aku benar." Madhvi meminta Sagar melepaskan tangan Gangaa. Tapi Sagar tidak mau melakukannya. Madhvi menamparnya, "aku menyuruhmu melepaskan tangan Gangaa. Apakah kau gila? Bersihkan sindoor itu dari rambutnya." Sagarmenolak, "ini sindoor, bukan sejenis warna suci lain yang bisa di hapus lalu di letakan lagi. Ini adalah warna hidupku yang akan terus menghiasi kepala Gangaa selamanya. Mulai sekarang dan seterusnya, Gangaa adalah istriku dan menantumu."

Madhvi menyuruh Sagar menghentikan kegilaannya, "kautelah kehilangan akal. Lepaskan tanganya!" Pegangan tangan Sagar dan Gangaa semakin erat. Mahdvi menatap gangaa dengan tatapan memohon. Sagar memberitahu ibunya kalau dia akan menggandeng tangan Gangaa sepanjang hidupnya, "tak ada orang yang bisa memisahkan kami!" Nenek berkata kalau dirinya akan mencoba. Nenek masuk kekamarnya dan keluar lagi dengan sebatang rotan. Nenek menyuruh Sagar melepaskan tangan Gangaa. Sagar menggeleng. Nenek memukul tangan Gangaa untuk melepas pegangan Sagar, tapi sia-sia.
PREV    1    2

Bagikan :