Loading...

Sinopsis Gangaa episode 281 bag 2




Sinopsis Gangaa episode 281 bag 2 by Meysha Lestari.  Niru jatuh tertidur di lantai. Saat dia terbangun dia mendengar suara asing. Dia juga melihat kalau barang-baarang di rumahnya telah berpindah tempat. DIa juga menemukan kalau ada garis pembagi dalam rumah. Supriya terlihat sedih. Dia berdoa. Mahdvi datang menemui Niru, "kau tidak tidur sepanjang malam?" Nenek berkata kalau banarasnya telah terkena polusi, "seolah-olah semua dosa telah datang kesini." Nenek hendak melangkah pergi ketika Niru mencegahnya. Nenek dengan heran bertanya, "ada apa?" Niu membeirtahu kalau rumah mereka sedang di bagi. Pulkit melangkah masuk bersama pengacaranya. Niru berguman sedih dan kecewa, "anak-anak kita telah membagi rumah ini." nenek meminta Pulkit untuk berpikir lagi.
Kata nenek, "jangan membagi warisan leluhur. Jiwa kakekmju tinggal di sini." Pulkit berkata kalau dirinya tahu apa arti rumah itu bagi mereka, "tapi aku tidak berdaya." Pengacara meminta Niru menandatangani surat pernyataan kalau sebagian rumah itu telah di atas namakan Pulkit. Niru dengan diam-diam menandatangani dokumen itu, "ini yang kau inginkan. jangan muncul lagi di depan mataku." Pulkit meminta Madhvi ikut bersamanya, "ibu akan tinggal bersamaku saja." Niru melarang, "Mahdvi tidak akan peri kemana-mana." Pulkit berkeras, "hanya ibu yang memahami aku. Bagaimana bisa dia meninggalkan sisiku?"
Madhvi hendak melangkah melewati garis ketika Niru memperingatankannya, "jangan melangkah lagi, atau hubungan kita akanberakhir di sini. Hubungan,  hati telah di bagi. Kau yang memutuskan di mana kau akan tinggal sekarang. Apakah bersama putramu atau suamimu?" madhvi melangkah mundur. Pulkit menyindir, "tuan hakim telah merampas seorang ibu dari anaknya, "jangan datang ke sisi sini sekarang apapun yang terjadi.." Pulkit bertanya pada SUpriya, "kau mau ikut siapa? Apakah kau juga kan memutuskan hubungan denganku?" Mahdvi menangis. Supriya melipat tanganya dan memberi hormat pada amerua dan nenek, "aku minta maaf, maafkan aku! Aku datang kesini dan berpikir akan hidup selamanya bersama kalian. Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku telag berjanji akan mendampingi Pulkit. Aku harus peri dari kalian."
Mahdvi menjawab, "aku membawamu ke dalam rumah ini dengan begitu banyak harapan." Supriya meminta Madhvi agar tidak menangis, "aku juga harus memilih suamiki sama seperi ibu. Aku tidak berdaya." Seorang pria mengikatkan tali di garis pembatas. Niru melangkah pergi dari sana. Tiba-tiba dia merasa kepalanya sangat pusing. Dia menjatuhkan banyak benda ketika coba menjaga keseimbangan tubuhnya. Lalu dia terjatuh di lantai sambil memegangi dadanya. Madhvi dan nenek berlari kearahnya. Mereka memanggil Maharaj Ji.
Sagar kembali ke asrama dengan surat pernyataan Gangaa. Sudha menunjukkan dokumen yang dia temukan. Gangaa muncul dari balik pintu. Sagar berbalik diam-diam ketika merasakan kehadiran Gangaa. Gangaa berdiri di pintu. Sagar tertegun melihatnya memakai kain saree berwarana. Dia terpesona. Sudha mengingatkan Sagartentag semua dokumen. Ganga tersneyum apda Sagar. Sagar coba untuk tidak melihat kearah Gangaa saat bicara, "kita akan peri ke pengadilan dan mengatur tiket untuk peri ke Delhi. Aku akan membawa Ganga peri ke Delhi bersamaku. Aku punya teman di sana yang akan mengatur tempat tinggal kami." Gangaa mengingatkan Sagar tentang keluarganya. Sagar menyahut, "aku tidak mau tinggal di tempat di mana orang tidak menghormatimu. Selama ini aku selalu mendengarkan dirimu. Sekarang kau yang harus mendengarkan aku."
Sagar meminta Sudah agar membawa Gangaa ke pengadilan di mana dia akan menelpon mereka nanti. Sudha setuju. Sagar meminta Gangaa agar datang tepat waktu. Gangaa mengangguk. Sagar memuji Gangaa, "kau terlihat sangat cantik. Benar-benar berbeda." Sudha dan Gangaa tersenyum. Sagar beranjak pergi.
Sudha menyuruh Gangaa untuk mengemasi barang-barangnya, "kau tak akan punya banyak waktu nanti." Gangaa mengatakan kalau dirinya tidak punya apa-apa selain Sagar. Sudha bertanya, "apakah benar kau tak punya apa-apa seain kenangan pahit?" Gangaa menajwab, "aku punya banyak kenangan baik dan manis tentang semua orang dan tentang ayahku."
Gangaa tersadar kalau semua kenangan bapaknya tertinggal di rumah Chaturvedi, "aku meningglkan sepeda, gelang, perhiasan, saree dan segalanya dalam peti itu. Itu semua barang-barang berharga untukku. Aku harus peru mengambilnya." Sudha melarangnya, "jangan peri tanpa memberitahu Sagar." Gangaa berkeras, "itu peninggalan ayah. Hanya itu kenangan darinya...." SInopsis Gangaa episode 282 by Meysha lestari.
 
PREV    1   2    NEXT

Bagikan :