Loading...

Sinopsis Gangaa episode 284 bag 2




Sinopsis Gangaa episode 284 bag 2 by Meysha Lestari. Sagar menyahut, "kau telah menyedekahkan aku, lalu apa lagi yang bisa ku katakan?" Gangaa berteriak, "hentikan Sagar!"
 
Lalu dengan berlinang airmata Gangaa berkata, "aku bisa mengerti kalau kau sedang marah. Kau tidak akan mendengarkan siapapun kalau kau sedang marah. Kau akan datang padaku setelah ini untuuk meminta maaf. Tapi apa yang akan kau lakukan hari ini tidak bisa di rubah. Kau tidak mengerti. Tinggalkan! jangan lakukan!"

Sagar balik marah pada Gangaa, "kau menyebut apa yang kau lakukan sebagai kehormatan diri, tapi jika aku yang melakukannya kau menyebutnya kekeras kepalaan. Ini bukan masalah kecil. Apa yang kau inginkan, Gangaa? Kau bisa menyedekahkan aku dan berharap aku tidak melakukan apa-apa? AKu bukan mainan! Yang bisa kau buang demi harga dirimu. Aku juga manusia. Bisa terluka dan marah."

Gangaa bertanya, "apakah kau akan menghancurkan hidup 3 orang karena kemarahanmu ini?" Sagar menyalahkan Gangaa karena telah menghancurkan hidupnya, "kau memanfaatkan aku lalu mencampakkan aku. Kau tahu apa sebutan untuk gadis seperti itu? Egois, pintar, oportunis (pencari kesempatan) dan tidak peduli pada kebaikan orang lain." Gangaa dengan refleks menampar Sagar. Semua orang terpanah tak percaya, termasuk Madhvi.

Sagar menunjukan vermilion di keningnya, gelang di tanganya dan saree berwarna yang di pakainya, "apa arti ini semua bagimu? Bagaimana kau menyebutnya? Apa yang harus aku lakukan dengan semua ini?" Sagar menyarankan agar Gangaa menganggapnya sebagai sedekah darinya, "itu pilihanmu. Kau boleh menyimpannya atau membuangnya sesuka hatimu. Aku tidak punya hak atas dirimu maka aku tidak akan memaksamu melakukan apapun. Aku bebaskan kau dari sindoor ini!" Gangaa terpanah, antara tak percaya, sedih dan kecewa.

Sagar lalau memanggil Panitera agar menuliskan nama Sagar Chaturvedi dan Janvi Mishra, "kami akan menikah sekarang. Kami akan segera di sebut suami dan istri setelah hari ini." Ratan menyerigai puas. Sagar menatap Janvi dan bertanya, "pikirkan sekali lagi dan selamanya, kalau tidak aku juga akan membebaskanmu!" Janvi dengan cepat menyahut kalau dirinya setuju dan siap melakukan pernikahan dengan Sagar. Nenek menyela, "tidak! ini tidak benar! AKu akan memberitahu Niru!"

Madhvi cepat-cepat mendekati nenek dan berbisik, "ibu...biarkan saja ini terjadi. Sagar sedang kehilangan akalnya sekarang ini. Jika dia sadar maka kita tidak akan pernah bisa memisahkannya dari Gangaa." Sagar dan Janvi melakukan formalitas hukum untuk mengesahkan pernikahan mereka lalu saling berukar karanga bunga. Semua itu terjadi di hadapan gangaa. Sagar lalu memegang tangan Janvi. Gangaa menatapnya dengan tatapan terluka.

Niru terbangun dari tidurnya dan menemukan Gangaa kecil duduk di sampingnya. DIa membelai kepala Niru dengan lembut. Melihat Niru terbangun, Gangaa kecil segera bangkit tapi Niru memegang tanganya, "aku ingin bicara padamu." Ganga menyuruh Niru melepaskan tanganya, "tak ada yang tersisa untuk di bicarakan."  Niru dengan sedih berkata, "aku tahu kau marah padaku." Gangaa berbalik, menatapnya dan berkata, "kita marah pada orang yang kita cintai. Kau mengambil hak itu. Lalu mengapa aku harus marah jika aku telah kehilangan hak?"

Niru menjawab, "kau seharusnya memahami aku." Gangaa menyahut, "tuan telah mempermainkan aku. Tuan seharusnya mengerti bahwa Gangaa bisa melakukan apapun tapi tidak pernah berkompromi dengan kehormatan dirinya. Ku pikir ayahku tidak pernah berbuat salah pada orang lain atau membiarkan hal itu terjadi tapi tuan telah menghancurkan kepercayaanku. Kepercayaanku hancur, tapi tidak keinginanku. Aku tidak akan menyerah pada apapun hingga aku menjadi kuat. Tentang kebaikan dan rasa kasihan darimu, aku telah membayarnya dengan mengembalikan Sagar padamu, itu juga berikut bunganya. Kita impas sekarang. Katakan sekarang, siapa yang menang?"

Niru meminta agar Gangaa tidak membuatnya terlihat kecil. Gangaa menjawab, "tuan selalu terlihat besar bagiku, persis seperti ayahku. Jika tuan merasa kecil, maka tuan harus mencari tahu sendiri alasannya." Setelah berkata begitu, Gangaa melangkah pergi. Niru terbangun sambil meneriakkan nama Gangaa. Sinopsis Gangaa episode 285 by Meysha lestari

PREV    1   2   NEXT

Bagikan :