Loading...

Sinopsis Gangaa episode 305 bag 2




Sinopsis Gangaa  episode 305 bag 2 by Meysha lestari. Sagar naik sepeda dan memberi isyarat pada Gangaa agar ikut membonceng dengannya. Gangaa terlihat sedikit ragu. Sagar menatapnya dengan tatapan memohon. Gangaa menurut. Gangaa bonceng di depan Sagar. Keduanya begitu dekat, sama-sama salah tingkah dan sepanjang perjalanan hanya diam saja.

Berboncengan seperti itu, mereka teringat masa-masa kecil yang mereka lalui bersama. Gangaa merasa sedih, dia mengusap airmatnya. Tiba-tiba sepeda mereka oleng. Gangaa refleks memegangi tangan Sagar. Sagar menghentikan sepedanya. Keduanya saling menatap. Setelah nervousnya hilang, Sagar kembali mengayuh sepedanya hingga tiba di depan pengadilan.

 
Janvi melihat Sagar dan Gangaa datang berboncengan sepeda. Dia terlihat kesal dan cemburu, “aku tahu! Mereka bisa bertengkar, saling melawan di kasus yang sama tapi tetap bisa bersama. Aku hanya orang ketiga diantara mereka.” Janvi terlihat gelisah dan tidak tenang. Dia mengambil pil dan meminumnya. Gangaa melihat itu.

Sagar menghampiri Janvi dan meminta kunci mobil dengan tatapan kesal. Janvi menyerahkan junci mobil. Sagar mengambil jas dan file. Lalu menyerahkan flashdisk ada Janvi, “ini, cetak dokumen penting di dalamnya. Dan awas, tetaplah waspada saat di pengadilan!” Janvi mengangguk. Sagar pergi begitu saka tanpa mengajak Janvi.

Sidang di mulai. Palash menyajikan kasusnya tentang pengedaran obat terlarang oleh Rantox milik Malhotra. Dia menunjukan bukti-bukti yang berhasil di kumpulkannya pada hakim. Seperti foto karyawan Rantox yang jadi pengdedar obat.

Sagar mengeluarkan pembelaannya. Menurut dia, hanya karena satu karyawan melakukan perbuatan ilegal, bukan berarti seluruh karyawan melakukan hal yang sama. Sagar meminta Janvi memberikan daftar karyawan Rantox. Janvi membawakan map file dan mencari berkas-berkas yang di minta Sagar. Janvi kesulitan menemukan berkas itu. Sagar berbisik, “cepat janvi..”  Janvi menjadi gugup dan menjatuhkan berkas-berkasnya. Gangaa melihat itu dan merasa iba. Sagar mengambil map file dari tangan Janvi, mencari berkas yang di perlukannya dan menyerahkannya pada hakim.

Janvi kembali ke tempat duduknya. Gangaa mengawasinya dengan heran. Janvi mengetuk jidatnya pelan sambil beruman, “aku tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar..”
Hakim meneliti berkas yang di berikan Sagar. Berkas itu berisi daftar nama karyawan rantox. Sagar berkata, “lihat ini yang mulia, Rantox memiliki karyawan sangat banyak, 1 orang melakukan tindakan ilegal, bukan berarti semua orang orang terlibat..” Hakim setuju dengan Sagar.

Palash mengajukan bukti yang lain, tentang truk milik Rantox yang berisi opium yang di sita polisi, “barang dalam truk yang di sita sangat banyak. Sementara kuantitas yang diizinkan sangat terbatas..” Palash menyodorkan bukti tentang laporan tentang barang yang di izinkan dan berapa kuantitasnya. Niru yang sedari tadi mengikuti jalannya persidangan berkata, “sudah kubilang Sagar, pertanyaan seperi ini pasti akan di tanyakan…”

Sagar mengatakan pembelaannya, “klienku memiliki izin untuk menyimpan lebih banyak dari yang di izinkan sehingga mereka bisa membaginya dalam bentuk obat-obatan kesehatan dengan negara-negara dunia ketiga…” Sagar mengatakan berapa banyak barang itu terkandung dalam obat-obatan biasanya sudah tertera di bungkusannya. Sagar memberikan contoh tentang komposisi biksuit seperti yang di utarakan Gangaa pada Palash. Palash kaget mendengarnya. Dia menatap Gangaa dengan bingung. Gangaa juga merasa kaget. 

Sagar menunjukan bukti tentang obat-obatan yang menggunakan bahan opoium, “obat-obatan initidak di gunakan untuk tujuan meracuni, tapi untuk mengobati suatu penyakit…” Niru terlihat senang dan bangga mendengar argumen Sagar, "yes! Sagar. Sangat bagus!" Janvi tersenyum senang.

Palash terdiam. Dia terlihat biskuit di meja dan teringat kata-kata Gangaa. Palash menatap gangaa dengan tatapan penuh selidik. Gangaa balas menjawabnya. Hakim menanyai Palash. Palash yang meminta waktu pada hakim untuk mempelajari bukti-bukti yang disajikan Sagar. Hakim setuju. Sidang di tunda esok hari. Hakim menegur Palash jika dia tidak menyajika bukti yang kuat di pengadilan minggu depan, maka kasus akan di hentikan. Malhotra terrtawa senang. Janvi sangat gembira. Sidang berkahir. Semua orang meninggalkan ruang sidang. Tinggal Sagar, Palash dan Gangaa. Palash pun bergegas pergi. Sementara Gangaa merapikan filenya lebih dulu.

Sagar menghampiri Gangaa dan memberitahu dia kalau Palash telah menipu, “lihat bagaimana kebenarannya muncul hari ini? Kau masih berpikir aku salah? Kau masih berpikir kalau tuan Palashmu benar?”

Palash tiba di halaman, ketika dia ingat kalau telponnya teringgal. Dia kembali lagi ke dalam ruang sidang untuk mengambil hpnya dan melihat Sagar dan Ganga berdiri berhadapan dan berbincang-bincang. Palash menatap keduanya dengan tatapan curiga... SInopsis Gangaa episode 306 by Meysha lestari.
 
PREV  1  2   NEXT


Bagikan :