Loading...

Sinopsis Gangaa & Santoshi's Mahasangam by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa & Santoshi's Mahasangam by Meysha Lestari. Santoshi pergi ke terminal bis dan membeli tiket untuk ke Banaras. Dia merasa kalau seseorang sedang mengawasinya, tapi tidak tahu siapa. Setelah Santoshi naik ke dalam bis, seorang preman memberitahu Kranti Ma kalau Satoshi pergi ke Banaras. Kranti Ma menyuruh anak buahnya melakukan apa yang telah dia perintahkan. Si anak buah mengangguk dan menutup telponnya. Di tempatnya, Kranti Ma berkata, "saatnya sudah tiba!"

Santoshi duduk di dalam bis sambil memeluk Kalash, "jika dengan melakukan tugas ini aku bisa membuat tuan Dhaiya dan keluarganya  bahagia, maka aku pasti akan melakukannya."


Orang tua Janvi mengunjungi keluarga Chaturvedi. Mereka kesal marena Janvi mengambil keputusan besar tanpa memberitahu mereka terlebih dahulu. Niru berkata kalau Sagar juga pantas untuk di salahkan, "aku tahu kalau situasinya sangat sulit tapi tidak begitu sulit sampai tidak bisa di tangani." Ibu Janvi menyarankan agar mereka segera mengadakan resepsi pernikahan Janvi - Sagar malam itu juga, "kita tidak boleh memberi kesempatan pada orang lain untuk berpikir dan bereaksi yang bukan-bukan." Nenek setuju dengan ide itu, "segalanya akan baik-baik saja. Sagar akan membawa Janvi ke kuil." Sagar mendengarkan pembicaraan mereka sambil melamun. Janvi menyikut Sagar untuk menyadarkannya. Setelah tersadar, Sagar peri begitu saja dari tempat itu tanpa berkata apa-apa.

Pulkit menawarkan diri untuk mengantarkan Gangaa ke kampus karena dia harus mengambil formulir ujian. Supriya bertanya, "nanti kau pulang bagaimana?" Gangaa menjawab kalau dirinya bisa naik becak. Mereka melihat Sagar berdiri di pintu mendengarkan pembicaraan mereka. Gangaa berkata, "semakin cepat aku bisa melangkah seorang diri dalam hidup ini, lebih baik bagiku." Lalu Gangaa berpamitan pada Supriya dan pergi bersama Pulkit.

Melihat sikap Sagar yang seperti menyesali pernikahannya dengan Janvi, Madhvi menegurnya, "...itu kan keputusanmu sendiri untuk menikahi Janvi. Apa yang akan di pikirkan oleh orang tuanya kalau kau bersikap seperti itu padanya? Bawa dia ke kuil. Semuanya akan baik-baik saja." Sagar menyahut, "aku yakin semuanya tidak akan baik-baik lagi..."

Santoshi tiba di Banaras. Para preman terus mengawasi dan mengikutinya. Mereka bahkan menawari Santoshi untuk memandunya hingga tiba di tempat yang akan dia tuju. Mereka besikap kurang ajar pada Santoshi yang membuat Santoshi merasa tidak nyaman. Tapi preman-preman itu tidak melepaskan dirinya. Santoshi terpaksa melarikan diri dari mereka. Tapi dia merasa kalau preman-preman itu masih membuntutinya. Santoshi coba berlari ke tempat yang di  anggapnya aman.

Kranti ma menelpon anak buahnya untuk bertanya tentang keberadaan Santoshi. Kranti ma menyuruh anak buahnya membuat kerusuhan. Preman-preman itu terus mengejar Santoshi. Saat mereka kehilangan jejaknya, mereka pun berpencar dan membuat kerusuhan.

Gangaa mengambil formulir ujiannya dan berkata, "ayah, Gangaamu akan memulai awal yang baru dalam hidupnya hari ini. Berkati aku agar aku bsia lulus dengan nilai bagus dan berhasil menaiki anak tangga pertama menuju kesuksesan.."

Para preman berhasil memojokkan Santoshi. Dia telah tiba di jalan buntuh. Preman-preman itu hendak menangkapnya ketika dia melihat beberapa orang bersama polisi sedang melakukan protes terhadap sesuatu. Preman-preman itu waspada. Santoshi tanpa membuang waktu bergabung dengan kerumunan itu. Kehilangan jejak Satoshi, preman-preman itu mengabari Kranti ma.

Kranti Ma menyuruh anak buahnya membunuh Santoshi apapun caranya, "ciptakan kerusuhan dan temukan Santoshi lalau bunuh dia!" Gangaa hendak pulang. Dia menghentikan becak. Tukang bedak bilang kalau dirinya tidak bisa lewat dalam situasi seperti itu. Gangaa akhirnya berjalan kaki untuk mencari becak lain.

Sagar dan Janvi dalam perjalanan menuju kuil. Preman-preman yang membuntuti Santoshi berpikir kalau kini saatnya bagai mereka untuk menciptakan kerusuhan. Mereka mengambil batu lalu melemparkannya pada polisi. Polisi marah dan memukuli orang-orang yang ada di sekitarnya. Kerusuhan pun terjadi. Gangaa dan Santoshi melihat itu, keduanya berlari menyelamatkan diri.
 
PREV  1  2 

Bagikan :