Loading...

Sinopsis Gangaa episode 308 bag 2




Sinopsis Gangaa episode 308 bag 2 by Meysha Lestari.   Keluarga Chaturvedi berdiri di epan pintu utama menungggu Sagardengan cemas. Nenek berharap Sagar tidak melakukan sesuatu  yang salah, "dia asnagat marah waktu pergi tadi... Semoga segalanay baik-baik saja!"

Sagar masih tertegun ketika Gangaa sambil menangis berkata, "aku tidak pernah menbayangkan kau bisa serendah itu! Peri dari sini!" Sagar masih berdiri tertegun. Gangaa kembali berteriak mengusirnya, "Pergi sekarang juga!" Seperi orang linglung, Sagar keluar dari rumah Palash.

Sagar menuruni tangga rumah Palash yang tidak jauh dari rumah Chaturvedi dengan langkah terhuyun-huyun. Melihat itu, seluruh keluarga yang menjadi cemas. Begitu tiba di depan pintu, nenek segera menyambutnya, "cucu kesayanganku, ada apa? katakan ada apa? Apakah kau baik-baik saja?" nenek membelai wajah Sagar yang terlihat masih terlihat linglung. Sagar melepaskan pelukan nenek dan melangkah kedalam rumah. Niru dan Madhvi saling bertatapan.

Gangaa sangat terguncang atas apa yang sudah dia lakukan pada Sagar. Airmata mengalir di pipinya. Dia meminta maaf pada Palash, "maafkanaku tuan, Sagar mengatakan itu semua karena aku." Palash mengangguk mengeri, "tidak apa-apa Gangaa. Kau tidak perlu minta maaf. Apa salah mu dalam hal ini?" Ayo duduklah dulu..." Palash membantu Gangaa duduk dikursi. Palash mengambilkan air minum untuknya. Smabil memegang gelas, Gangaa kembali menangis tersedu-sedu. Palash coba menenangkan Gangaa, "tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa. Percayalah padaku. Kau tak perlu merasa seburuk ini. Tidak apa-apa..." Tapi Gangaa terus menangis.

Janvi duduk gelisah di kamarnya. DIa mengambil beberaa butir pil dari Yash dan meminumnya. Sagar datang. janvi menatapnya dnegan heran. Tiba-tiba Sagar berteriak marah dan membuang semua barang. Setelah itu dia duduk di tepi tempat tidur dan menangis tersedu-sedu. Janvi mendekatinya danbertanya, 'apa yang telah terjadi?" Sagar mengeeluh sambil menangis, "dia mengatakan semuanya pada Palash. Dia mengatakan semuanya... kenangan pribadi kami. Tentang hubungan persahabatan kami yang telah hancur.. dia mengatakan semuanya pada Palash. Dia telah mengkhianati aku! Aku..." Sagar meraih tangan Janvi dan menggenggamnya, "aku sendirian sekarang. Akutidak punya siapa-siapa. AKu butuh teman, aku butuh dirimu janvi.." Sagar menangis sambil menggenggam tangan Janvi. Janvi menyerigai licik.

Gangaa mengusap air matanya dan memberitahu Palash kalau dia ingin memutuskan kerja sama dengan nya, "aku tidak bisa bekerja padamu lagi Tuan. AKutidak sanggup lagi..." Palash menyahut, "aku tidak akan menghentikanmu jika itu keinginanmu. Tapi jika kau mengambil keputusan itu karena apa yang baru saja terjadi maka kau salah. Orang boleh mencoba lari tapi tidak akan bisa berlari darai masa lalunya sendiri. AKu tahu kau telah melalui banyak hal, tapi lari dari masalah bukanlah sesuatu yang di lakukan Gangaa. Aku tahu kau cukup kuat uantuk menghadapi apapun.." Gangaa menyangkal, "ini bukan tentang masa lalu. Sagar dan..."

Palash melarang Gangaa mengatakan segalanya, "kau tak perlu mengatakan apapun. AKu tahu kau dan Sagar bukan sekedar teman tapi kau juga mencintainya. Aku mengeri apa yang kau rasakan.." Gangaa menjawab, "hubungan cunta telah putus sejak lama. Apapun yang tersisa juga sudah lenyap. Tuan, siapa yang memebritahumu tentang aku? Akutidak pernah mengatakan apapun padamu. Apakah kak Pulkit?" Palash mengelak, "tidak penting, ini sebenarnya." Gangaa mengangguk dan melangkah pergi ...

Nenek dan Madhvi sangat mencemaskan Sagar. Nenek berencana untuk membatalkan rencananya pergi ke kuil. Janvi muncul dan melarang nenek membatalkan rencananya. Madhvi bertanya, "apakah kau sudah bicara pada Sagar?" Janvi mengangguk, "Sagar dan Gangaa bertengkar hebat. Mereka berdua mungkin tidak akan pernah bicara lagi. AKu akan menangani semuanya.." Nenek memberi saran pada Janvi. Janvi meminta nenek agar tidak mengajarinya. Madhvi menegur Janvi karena bicara tidak sopan pada nenek. Nenek berkata dengan kesal, "aku hanya memberimu saran, bukan menggurui, Seorang wanita harus bia melihat waktu dan kesempatan kaalau ingin memenangkan hari suaminya..." Madhvi setuju dengan saran nenek. Tapi Janvi menyuruh keduanya diam dan tidak berkata apa-apa lagi, "aku juga pasti akan peri ke kuil kalau menuruti apa kata kalian. Biar aku menangani semua ini. Malam ini sagar milikku..." Janvi hendak berbalik pergi tapi mengurungkan niatnya. DIa menatap madhvi dan nenek sambil melipat tangannya di dada dan memohon, "dan demi tuhan, tolong tingalkan aku dan Sagar sendirian saja malam ini. Ini akan membantu kami!" Lalu tanpa pamit, Janvi melengos dan pergi. Madhvi dan nenek saling pandang dalam keterkejutan.

Gangaa pulang kerumah dengan wajah linglung juga. Janvi memanggilnya, "Gangaa..!" Gangaa menghentikan langkahnya. Janvi melintasi tali danberdiri ddidepan Gangaa dengan senyum puas, "akhirnya kau kalah. Kau kehilangan Sagar selamanya. Dia membencimu. Kau tidak akan oernah tahu betapa besr kebenciannya padamu. Sekarang Sagar milikku saja. Aku menang dan kau kalah!" Gangaa menyahut, "aku sudah bilang padamu berkali-kali kalau ini bukan kompetisi. Aku juga bilang padamu kalau aku memang sangat mencintai Sagar, tapi itu dulu. Sekarang aku tidak tertarik pada suamimu. Jika kau masih berpikir ini adalah kemenanganmu maka kau seharusnya gembira. Selamat!" Setelah berkata begitu Gangaa bergegas pergi ke kamarnya.

PREV   1   2   3   4


Bagikan :