Loading...

Sinopsis Gangaa episode 309 bag 2




Sinopsis Gangaa episode 309 bag 2 by Meysha Lestari.  Palash mengambil file  yang di serahkan Gangaa dan membacanya. Gangaa melihat kalau perban Palash tidak rapi, Ganga ingin merapikannya. Palash mengizinkan. Tapi karena Palash membaca, maka kepalanya bergerak-gerak. Gangaa meminta agar Palash tidak mengerakkan kepalanya. Palash mengangguk. Tapi tanpa sadar saat membaca, kepala Palash bergerak. Gangaa menegurnya. Palash protes, "aku kan sedang membaca." Gangaa mengambil file di tangan Palash dan menyuruh Palash agar tidak bergerak selama 2 menit saja, Palash menurut. Gangaa pun berhasil mengikat perban di kepala Palash dengan baik.

 
Seorang wnaita muncul di pintu dengan tatapan kaget. Palash juga kaget, "ma?" Ibu Palash bertanya tanpa basa basi, "Palash, apakah kau sudah menikah? Kaubahkan tidak memberitahu aku!" Palash coba memberi penjelasan, tapi ibunya tetap protes. Palash meminta si ibu tenang, "aku belum menikah ma. Ini adalah Gangaa, asistenku..." Palash memperkenalkan Gangaa pada ibunya. Gangaa menyapa ibu Palash, "salam, bibi." Ibu Palash membalas salam Gangaa sambil tersenyum lebar. Ibu Palash mengeluh, "ku pikir dia telah memenuhi mimpiku tapi kurasa dia ingin menjadikan aku ibu mertua." Palash meminta ibunya tidak bicara lagi lalu dia meminta maaf pada Gangaa, "maaf Gangaa, ibuku sedikit melodramatis. Tolong maafkan kami." Gangaa tersneyum  mengerti. 

Ibu Palash menarik Palash ke tepi. DIa berhadapan dengan Gangaa. DI amenyentuh pipi Gangaa dan tertawa bahagia, "aku tidak pernah melihat dia dia di marahi seseorang, jadi aku menyangkah..." Gangaa ingin menjelaskan tapi Palash mengalihkan perhatian ibunya pada dirinya. tapi malah dia kena marah. Gangaa tersenyum. Pulkit datang membawa obat. Palash memperkenalkan ibunya. Keduanya saling mengucapkan salam. Ibu Palash bertanay apda Pulkit apakah Gangaa adiknya. Pulkit mengangguk. Palash menyuruh Gangaa bersiap untuk pergi ke pengadilan, "aku akan bergabung denganmu nanti." Gangaa dan Pulkit pergi meninggalakn rumah Palash. Ketika tinggal berdau saja, Palash dan ibunya pun berpelukan saling melepas rindu.

 
Sagar mengamati buket bunga yang di kirim Malhotra dan membaca isinya, sebuah ucapan selamat dan terima kasih. Nenek pulang dari kuil. DIa sangat senang melihat Sagar sudah rapi. Nenek mengelus pipi Sagar dan memujinya, "cucu kesayanganku... apa ini?" Sagar meletakkan buket di kursi. Pulkit dan Ganga masuk kedalam rumah. Sagar membeirtahu nenek kalau hari ini adalah hari yang sangat penting baginya, "aku tidak tahu apakah aku akan melakukan sesuatu yang benar atau yang salah. AKu membutuhkan berkat nenek.." Pulkit dan Gangaa berhenti untuk melihat keakraban cucu dan nenek itu. Pulkit dan Gangaa berpanadanga, tanpa berkata apa-apa, Pulkit meninggalkan Gangaa. Gangaa melihat Sagar menyentuh kaki nenek. Nenek memberkatinya. Sagar melihat Gangaa menatap mereka. Sagar menghentikan nenek yang akan melangkah pergi. "nenek, tidak mau memberikan prasad pada cucu kesayanganmu? nenek biasa melakukan itu sebelum peri ujian." Sagar mengulurkan satu tangan. nenek memukul tanganya, menyuurhnya mengulurkan kedua tangan. Sagar menurut. Nenek tertawa dan memberikan prasad ke tangan Sagar, "semoga diberkati!"


 
Sagar menahan nenek lagi, "bagaimana dengan Gangaa.." Ganga yang hendak pergi menghentikan langkahnya. Nenek bertanya dengan heran, "Ganga kenapa?" Nenek melirik kearah Gangaa. Ketiganya saling berpandangan. Mereka sama-sama teringat masa kecil saat Sagar juga sering melakukan hal yang sama, memintakan Prasad untuk Gangaa. Sagar berkata pada nenek, "ini hari yang sangat penting bagi dia juga..." Nenek memanggil Gangaa untuk mengambil prasadnya, "sini gadis...." Gangaa menolak. Sagar menuntut, "mengapa tidak? Bagaimana bisa kau berkata tidak pada prasad? Ambilah!" Nenek menenangkan Sagar, "biarkan saja kalau Gangaa menolak!" Sagar memohon padanenek, "nenek tolonglah!" Gangaa mengangguk dan menghampiri nenek. Tiba di depan nenek Gangaa mengulurkan kedua tanganya. Nenek tanpa menoleh kearah Gangaa meletakkan prasad ke tanganya. Lalu melirik Ganga dan mengangkat tanganya. Setelah itu tanpa berkata apa-apa nenek melangkah pergi. Sagar juga peri keluar. Tinggal Gangaa yang berdiri sambil melihat prasad di tangannya. Saat Gangaa hendak menyuapkan prasad kemulutnya, Sagar kembali ke balik pintu dan mengintipnya dengan seulas senyum lega terukir di bibirnya. Setelah mencicipi prasad, Ganga pergi tanpa menyadari keberadaan Sagar. Sagar menatap kepergian Ganga sambil mencicipi prasad.

Persidangan di mulai. Palash menyajikan kasusnya. Sagardan Gangaa saling berpandangan. Malhotra terlihat sangat yakin kalau dirinya bakal menang dengan bukti-bukti yang di berikannya pada Sagar. Palash untuk mendukung kasusnya, Palash mengajukan saksi, seorang mantan karyawan Malhotra yang telah di PHK, Mr Sheikh, dan meminta persetujuan Sagar. Niru berharap Sagar keberatan karena Palash tidak bisa mengajukan saksi tanpa persetujuannya. Sagar dan Gangaa saling pandang. Sagar mengizinkan saksi memberikan pernyataannya. Palash mengucapkan terima kasih. Niru terlihat kesal.

Mr Sheikh yang menajdi Saksi di panggil kedepan. Mr Sheikh bersaksi kalau Rantox company memiliki dua register yang berbeda. Palash menyajikan rekening resmi Rantox sebagai bukti, "Rantox mengimport 50 kg opium lebih banyak setiap tahunya. Hanya mereka yang bisa mengatakan apa yang mereka lakukan dengan barang itu."

Giliran Sagar menanyai saksi. Dia tidak bertanya tentang dokumen dan lain-lain, Sagar hanya bertanya mengapa Mr Sheikh dipecat setelah bekerja 6 tahun. Mr Sheikh terlihatgelisah. Sagar menuduhnya, "..itu karena anda telah mencuri uang, ceroboh, dan bersikap kasar pada rekan kerja. Selain itu perusahaan punya banyak aduan tentang anda. Apakah anda melakukan ini untuk balas dendam? Hingga anda setuju menjadi saksi palsu?" Mr Sheikh terdiam. Gangaa tegang.... SInopsis Gangaa episode 310 by Meysha Lestari

PREV  1  2  NEXT


Bagikan :