Loading...

Sinopsis Gangaa episode 309 by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa episode 309 by Meysha Lestari. Janvi mengalungkan jerat ke lehernya. Karena gugup dan Nervous, Janvi tidak mampu mengendalikan keseimbangan dirinya dia tas bangku. Bangku itupun bergoyang-goyang. Di detik-detik terakhir, Janvi memutuskan untuk tidak jadi bunuh diri. Dengan panik, Janvi coba melepas jerat dari lehernya. Tapi sayang, gerakan yang menyentak itu membuat bangku terdorong jatuh dan Janvi terjerat kain saree yang mengikat lehernya. Tubuhnya tergantung. Tapi dia masih bernafas. Yash menatapnya dengan senyum menyerigai.

Dengan terbatuk-batuk Janvi meminta toloing pada Yash, "aku tidak mau mati! Tolong... Yash, tolong aku!" Yash hanya menatapnya dengan rasa heran. Tapi melihat Janvi semakin kesulitan bernafas dan hampir sekarat, Yash segera menahan kaki Janvi dan meraih bangku. Yash menempatkan kaki Janvi di bangku dan membantunya turun. Dengan terbatuk-betuk Janvi duduk di tempat tidur. Yash menatapnya dan bertanya dengan nada mengejek, "kenapa? Apakah kau menjadi takut mati? Aku tidak akan membiarkan kau mati. Aku hanya ingin kau mendambakan, bukan membunuh. bagaimana aku bisa bahagia kalau kau mati?"

Janvi masih oanik dan gelisah. DIa meminta pil dari Yash. Tapi Yash menolak untuk memberikannya. Janvi memohon. Yash mengeluarkan suntikan dan botol kecil lalu menunjukannya ke pada Janvi, "..ini lebuh kuat dari pil-pil itu. Aku tidak akan meminta bayaran hari ini..." Janvi menolak, dia hanya ingin pil, "jangan Yash. Aku tidak mau itu. AKu ingin pilnya saja." Yash tidak perduli, dia menyedot obat dengan jarum suntik, lalau menyuntik tangan Janvi dengan paksa. Janvi tidak bisa mengelak. Setelah di suntik Yash, janvi langsung pingsan. Yash mengambil surat bunuh diri janvi dan menyimpannya. DIa menatap Janvi yang tergeletak sambil beruman, "gajah mati mahal harganya, tapi gajah hidup sangat berharga, Kau tidak tahu betapa surat ini akan sangat membantu aku kelak!"

Sagar masih terus memohon aagar Gangaa mau membuka pintu untuknya. Tapi Gangaa tetap tidak mau membukanya. Pulkit melihat keributan kecil iu dan menatap dengan heran. Sambil mengetuk pintu Sagar berkata, "tolong buka pintunya Gangaa, ini penting! Kau tak perlu bicara padaku, cukup dengarkan saja. Palash di rumah sakit. DI atelah di serang!" Pulkit dan Gangaa kaget. Sagar memohon, "tolonglah, Gangaa..!"  Gangaa akhirnya membuka pintu. Sagar dan Gangaa berhadapan. Pulkit bertanya, "Palash di serang? di mana?" Sagar menjawab, "di rumah sakit!" Tanpa bertanya lagi, Pulkit dan Gangaa segera pergi ke rumah sakit. Sagar menatap kepergian mereka.

 
Niru, Nenek dan Madhvi kembali dari kuil. Neneks enang karena segalanya berjalan dengan lancar, "aku berdoa untuk Sagar.  Semoga dia akan tenang." tapi saat akan masuk kedalam rumah, ketiganya tertegun melihat Sagar duduk termenung di sofa. Nenek hendak menyapa Sagar, tapi Niru melarangnya, "ibu, biar aku saja yang bicara apdanya.." Nenek mengangguk. Dia dan Madhvi segera masuk kedalam.

Sagar tersentak saat Niru duduk di depannya. Dia hendak beranjak tapi Niru menahannya, "tidak apa.. duduklah!" Niru melihat luka di bibir Sagar. Sagar berohong dnegan mengatakan kalau dirinya tergelincir, "kapan ayah datang?" Niru menjawab, "baru saja. AKu tahu kau khawatir karena Palash adalah lawanmu. Hal ini menyakitkan bagimu, aku tahu..." Sagar menyangkal. Niru menyela, "aku tidak mengerti mengapa Gangaa melakukan ini. Kau bekerja sangat keras untuk kasusnya dan membuat Yash di hukum tapi dia malah mempercayai Palash lebih dari dirimu. Aku tidak percaya dia bisa melakukan ini juga. Dia telah mengecewakan aku!"

Sagar menjelaskan pada Niru kalau Gangaa tidak tahu apa-apa, "Palash yang melakukan semua itu.." Niru memotong ucapannya, "yang penting, sekarang fokus pada kasusmu. Semua orang menatapmu. Buktikan pada mereka bahwa kau layak untuk di pertimbangkan sebagai pengacara yang lebih baik dari aku." Sagar bertanya, "papa, apakah kemenanganku sangat penting untuk papa...?" Niru menjawab, "ini bukan hanya akan menjadi kemenangan kita, tapi kemenangan dalam membela kebenaran. Sudah menjadi kewajiban setiap pengacara untuk berjuang demi keadilan.Aku tahu kau akan melakukan hal yang sama. Kau akan merasa bahagia dan puas dengan hidupku kalau kau mengikuti jalan yang benar." Sagar mengangguk, "jangan kahwatir. Aku tidak akan membiarkan ketidak adilan terjadi pada siapapun. Aku akan melakukan yang terbaik untuk membuat kebenaran menang besok." Sagar mengenggam tangan Niru dengan kedua tanganya dan berkata, "papa, tolong berkati anakmu agar aku bisa mengikuti jalan ini.." Niru balas menggengam tangan Sagar dan menyahut, "berkatku selalumenyertaimu.."

Esok paginya, Pulkit dan Gangaa mengantar Palash pulang kerumahnya. Meski dengan kepala masih di perban, Palash terlihat gembira karena bisa kembali kerumah, "aku merasa lebih baikan sekarang.." Gangaa menyelas, "tapi tuan, anda seharusnya tidak boleh pulang hari ini. Kita bisa meminta agar sidang diundur." tapi Palash melarang, "tidak Gangaa. AKu benar-benar lebih baik sekarang... tolong ambilkan file kasus aku ingin membacanya." Gangaa beranjak mengambiokan file kasus., Pulkit melihat kertas resep dan dan menawarkan diri untuk mengambilkan obatnya. Palash mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
 
PREV  1  2

Bagikan :