Loading...

Sinopsis Gangaa episode 310 by Meysha lestari




Sinopsis Gangaa episode 310 by Meysha lestari. Sagar tidak keberatan dengan saksi yang di ajukan Palash. Saat tiba gilirannya, Sagar menanyai Mr Sheikh, "mengapa anda di pecat setelah bekerja dengan perusahan iu selama 6 tahun? Anda mencuri uang, ceroboh, dan kasar degan rekan kerja. Selain itu perusahaan juga mempunyai banyak pengaduan tentang anda. Anda mau balas dendam kan? Karena itu anda setuju untuk menjadi saksi palsu? apakah begitu Mr Sheikh?" Mr Sheikh terlihat binggung dan terdiam. Sagar melanjutkan, "perusahaan takut kalau anda mengatakan yang sebenarnya saat anda meninggalkan pekerjaan anda. Karena itu perusahaan menempatkan semua tuduhan palsu pada anda?" Mr Sheikh menganggu. Palash dan Gangaa terlihat binggung begitu juga Niru. Niru melepas kaca dan mendesah kecewa, "mengapa Sagar mendukung Palash, dia pasti kalah kalau seperti ini!" Sagar mengakhiri pertanyaanya dan duduk kembali.

 
Palash mengajukan beberapa saksi lagi. Sagar sama sekali tidak keberatan.Semua orang binggung dengan kelakuan Sagar. Palash akhirnya mengajukan CD yang berisi pernyataan orang-orang yang hidupnya terpengaruh oleh rantox. Maholtra menyuruh Sagar agar mengajukan keberatan, "Mr Sagar, CD itu tidak boleh jadi bukti di pengadilan..." Sagar mengnegur Mr Malhotra, "jangan menggangu dan mendikteku akan apa yang harus aku lakukan, Mr Malhotra. AKu adalah pengacaranya..!" Malhotra langsung terdiam. Hakim menanyai pendapat Sagar. Sagar tidak keberatan, "tidak keberatan yang mulia. Kami seringkali bingung apakah harus menggunakan CD atau rekaman telpon. Beberapa pengacara menangkap pelaku dengan cara ini. Sebagai pengacara kita ingin memenangkan setiap kasus tapi kita harus selalu ingat sumpah kita. Kita mungkin harus mengalah dalam beberapa kasus untuk agar seseorang mendapat keadilan. Apa yang lebih baik daripada menjaga sumpah kita? AKu berharap Saya berharap saya dan rekan-rekan akan mengikutinya di masa depan."

Akhirnya hakim mengambil keputusan kalau Rantox company bersalah dan Malhotra beserta sekutunya di penjara. Palash dan Gangaa terlihat gembira. Semua orang menyalaminya. Malhotra menghampiri Sagar dengan marah dan berkata dengan nada penuh ancama, "mengapa kau lakukan itu? Kau punya semua bukti tapi kau diam saja. Aku akan mengakhiri dirimu!" Sagar tidak menjawab. Polisi membawa malhotra pergi.

Semua orang keluar, hanya tinggal Sagar, Palash dan Gangaa. Gangaa mengucapkan selamat pada Palash, "aku yakin anda pasti akan mendapatkan keadilan untuk orang-orang itu." Palash mengangguk, "terma kasih Gangaa." Lalau pada Sagar palash bertanya, "Mr Sagar, mengapa anda tidak keberatan jika anda punya begitu banyak kesempatan?" Sagar menjawab, "mungkin karena aku tidak punya banyak bukti yang solid sebanyak yang di butuhkan. Selamat!" Sagar mengucapkan selamat pada Palash sambil mengulurkan tangan. Palash menjabat tangan Sagar. Sagar sambil tersenyum berkata, "kau memenangkan kasus ini tapi itu tidak akan terjadilain kali!" Keduanya lalu saling mengucapkan semoga beruntung satu sama lain.

Di rumah, Prabah sedang menatap piring di meja makan ketika Ratan datang dengan pnik. DIa menanyakan Yash. Prabha menjawab, "dia pasti keluar." Ratan mengingatkan Prabha bahwa apa yang di lakukan Yash sangat berbahaya, "dia bisa tertangkap jika berbuat demikian. Orang-orang mulai bergunjing tentang seseorang yang mirip Yash berkeliaran di lingkungan sekitar. Kau dan Yash sama sekali tidak mengerti. Kasusnya telah di buka lagi. Jika Yash tertangkap kali ini, maka dia akan masuk penjara dalam waktu yang lama." Prahba berpikir untuk menelpon Yash ketika dia masuk lewat jendela sambil memegang helm. Yash memberitahu Ratan kalau polisi mengejarnya. Untungnya dia memakai helm. Ratan menjadi cemas, "ya tuhan. Berikan jaketmu padamu!" Seorang mengetuk pintu. Ratan segera mengambil jaket Yash. Sementara Yash pergi bersembunyi.

Prabha membuka pintu. Yang mengetuk adalah 2 polisi. Dia ingin tahu siapa yang mengendarai scooter barusan. Ratan muncul memakai jaket Yash, dia mengaku sebagai pendendara scooter. Polisi hedak pergi saat dia teringat sesuatu.  Polisi menatap Ratan dari ujung rambut hingga ujung kaki, "lalu anda pasti memakai jeans?" Ratan menggeleng, "tidak aku memakai celana panjang saja. Anda mmungkin salah." Polisi tidak bicara lagi, mereka berdua lalu pergi. Prabha menarik nafas lega dan cepat-cepat menutup pintu. Ratan bergegas pergi ke kamar dan membuka pintu lemari. Yash yang meringkuk dalam lemari segera meloncat keluar. Ratan menegurnya, "semua ini karena kecerobohanmu. Akan sangat mustahil untuk menyelamatkan mu lain kali jika mereka datang dengan membawa surat geledah..." Prabha menengahi Ratan, dia mendekati Yash dan menasehatinya agar pergi ke suatu tempat untuk sementara waktu. Ratan terlihat sangat kesal, "aku juga tidak bisa pergi kemana-mana karena dia. Semua ini karena tindakannya. Lakukan sesuatu tentang Yash atau suatu hari aku sendiri yang akan menyerahkan dia ke polisi." Dengan kesal Ratan peri meninggalkan Prabha dan Yash. Prabha mengelus pipi Yash, "tidak akan terjaid apa-apa..!" Yash mengelak dari elusan Prabha dan membatin, "hidupku sangat membosankan sekarang. Dan lagi aku tidak punya uang. Aku harus pergi ATM ku...aku harus menemui Janvi!"

Niru menuntut penjelasan dari Sagar atas semua tindakan yang dia ambil di pengadilan tadi, "mengapa kau tidak melakukan sesuatu? Mengapa?" Sagar memberi alasan kalau keadilan lebih penting dari hal yang lain, "aku hanya melakukan itu. AKu membela orang yang salah dari awalnya. Aku mengetahui kebenarannya tepat waktu. Aku telah menyiapkan segalanya. AKu bisa memenangkan kasus ini dengan mudah tapi kemenanganku berarti kekalahan bagi keadilan dan idelaisme mu. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi, papa. AKu melakukan hal yang benar kan?"

Gangaa tidak setuju dengan pendapat Palash bahwa Sagar sengaja mengalah. Tapi Palash yakin Sagar mengalah dengan sengaja. Gangaa terlihat sangsi, "aku mengenal Sagar sejak kecil. DIa tidak pernah berpikir tentang orang lain, Dia sangat mencintai kemenangan lebih dari apapun yang lain. Dia juga kekanak-kanakan."
 
PREV  1  2

Bagikan :