Loading...

Sinopsis Gangaa episode 314 by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa episode 314 by Meysha Lestari. Melihat tubuh Janvi yang tergantung di hadapannya, Sagar langsung shock. Dia tertegun kaku untuk beberapa saat.  Sementara itu, Ibu Palash mengajak Ganga dan Palash ke sebuah departement store. Mereka berdua duduk di depan seorang penjual Saree. Ibu Palash meminta Gangaa memilihkan saree untuk menantunya. Gangaa dengan senang hati setuju. Dia lalu meminta penjual Saree menunjukkan saree terbaik yang dia punya. Penjual segera menyajikan dagangannya di hadapan Gangaa dan ibu Palash. Kedua wanita itupun asyik memilih-milih saree.

Palash menghampiri ibunya dan berbisik, "bu, mangapa membawa Gangaa kesini? Aku bahkan tidak tahu apa yang dia pikirkan tentang diriku, Jangan tergesa-gesa." Ibu Palash tidak menyahut, dia malah mengadukan palash pada Gangaa. Kata ibu Palash pada Gangaa, "lihat Gangaa, Palash bertanya mengapa aku membawamu kemari." Palash nempuk pundak ibunya lurih. Gangaa berkata pada Palash, "tidak apa-apa tuan Palash. Ini antara ibu dan anak. Akan lebih baik kalau tuan tidak mengatakan apa-apa." Ibu Palash tersenyum mendengar pembelaan Gangaa dan berkata, "aku berharap calon istri Palash bila memarahinya seperti itu." Palash protes, "bu!" Gangaa tertawa dan bertanya bolehkah dia tahu siapa gadis yang beruntung itu? Palash tertegun, ibu Palash tersenyum penuh arti.

 
Penjual saree menyela pembicaraan mereka, dia bertanya, saree mana yang mereka pilih. Ibu Palash emilih saree berwarna merah dan meletakkannya di bahu Gangaa. Gangaa menatap heran. Ibu Palashberkata, "aku suka ini.." Dia menyentuh dagu Gangaa lembut. Gangaa sedikit bingung. Dia menatap Palash. Ibu Palash menjelaskan kalau gadis yang dia maksud sangat mirip dengan Gangaa dalam segala hal. Meski sedikit sangsi, Gangaa setuju  juga. Ibu palash akhirnya dengan leluasa menjajalkan kain saree ke tubuh Gangaa. Setelah membeli saree mereka peri ke toko perhiasan untuk membeli cincin. Ibu Palash menyuruh Gangaa memilihkan cincin. Saat gangaa asyik memilih, ibu Palash menyenggol anaknya dan berbisik, "ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanmu." Palash menunjukan keengganannya. Tapi ibu Palash memaksanya, "lakukan sekarang sebelum kau terlalu tua." Setelah berkata begitu, ibu Palash pamit untuk melihat sesuatu. Gangaa menawarka diri untukmenemaninya. Ibu Palash menolak.

Gangaa bertanya pada Palash kalau-kalau ada cincin yang dia sukai? Palash menjawab, "aku sedikit binggung. Kau boleh memilih manapun yang kau suka." Ganga kaget, "maksudnya?" Palash menyahut, "maksudnya aku tidak begitu tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai gadis ini. kau boleh memilihkannya." Gangaa menyukai sebuah cincin. Palash setuju. Dia menyuruh penjaga toko mengemas pilihan Gangaa. Saat penjaga toko bertanya tentang ukurannya, Palash menyuruh nya mengambil ukuran Gangaa. Gangaa binggung dan kaget, "tuan, mengapa memilih cincin dengan ukuranku?" Palash tidak bisa mengelak lagi. Dia membeirtahu Gangaa bahwa ibunya dan dirinya ingin dia menjadi menantu dalam keluarganya, "ibuku sangat menyukaimu!" Gangaa terhenyak tak percaya.

Sagar membopong Janvi ke tempat tidur dan berusaha membangunkannya. Sagar menepuk-nepuk pipi Janvi sertaa memeriksa denyut nadi dan pernafasannya. Ketika dia tak merasakan apa-apa, Sagar menjadi panik. Dia bergegas turun ke lantai bawah tanpa tahu harus bagaimana. Dia sangat bingung campur sedih. Nenek, Madhvi dan Niru pulang. Mereka menyapa Sagar. Tapi Sagar terlihat tegang dan tidak bisa menjawab sapaan mereka. Sesekali Sagar menatap kelantai atas. Melihat sikap Sagar yang seperti itu, mereka bertanya padanya pa yang sudah terjadi. Sagar tidak mampu menjawab. Madhvi menjadi cemas, "apakah kau bertengkar dengan Janvi lagi?"  Sagar masih tak mampu menjawab, Madhvi menjadi sangat cemas. Sagar terus menatap kelantai atas sambil menunjuk. Semua menatap kearah mana Sagar menunjuk.

Mendengar jawaban Palash, Gangaa segera berlari keluar. palash mengejarnya, "Gangaa.. tunggu Gangaa. Tolong dengarkan aku dulu." Gangaa menghentikan langkahnya dan bertanya dengan nada tak percaya, "kenapa tuan berohong padaku? Bagaimana anda pernah memikirkan hal ini? Tolong jelaskan padaku tuan, bagaimana bisa seperi ini? CIncin pertunangan? AKu tidak bisa jadi orang lain." Palash menyahut, "kau salah paham..." Tapi Sagar tidakmau mendengar penjelasan Palash, dia menuduh Palash mengambil kesempatan atas dirinya, "tuan pikir Sagar sudah menikah karena itu jalanmu terbuka lebar." Palash menyangkal, "Sagar yang datang padaku. Dia membeirtahu ku kalau kau sudah meneruskan hidupmu. Kalu tidak aku pasti berpikir yang lain. .."

Ganga kaget, "Sagar? Siapa dia yang berani memutuskan apa yang aku inginkan? Sagar tidak punya hak. CIntanya pasti sangat besar. Lalu apa yang tuan katakan padanya?" Palash menjawab, "aku tidak mengatakan apapun. Dia hanya menginginkan yang terbaik untukmu." Gangaa menyahut cepat, "dia bukan tuhan yang bisa merubah takdirku. AKu akan melabraknya.." Palash melarang Gangaa melakukan itu, "jangalah kita memperpanjang masalah ini. Kita akhiri sampai di sini saja." Tiba-tiba telponya berdering, Suproya yang menelpon. Gangaa menolak panggilan itu. Suprya kembali menelpon. Palash menyuruh Gangaa mengangkat panggilan itu. Ganga amenurut, "ya, kak Supriya ada apa?" Dari seberang sana Supriya memberitahu Gangaa kalau Janvi bunuh diri. Gangaa tertegun. Tanpa menunggu lebih lama, dia berlai pergi. Palash memanggil dan mengejarnya. Tapi lari Gangaa lebih cepat. Palash terus mengejarnay sambil memanggil.

PREV  1  2

Bagikan :