Loading...

Sinopsis Gangaa episode 316 by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa episode 316 by Meysha Lestari. Inspektur menghampiri Gangaa dengan tatapan curiga. Dia bertanya, "apa yang di tanganmu?" Gangaa menggeleng, "tidak ada apa-apa." Inspektur polisi menyuruh Gangaa menunjukan tanganya. Gangaa menurut. Gangaa menunjukan telapak tanganya yang kosong. Inspektur menatap penuh selidik. Tapi karena menemukan apa-apa, dia menyuruh Gangaa pergi. Gangaa hendak melangkah pergi ketika inspketur menahanya, "ke arah sana!" Gangaa berbalik dan melangkah ke arah yang di tunjuk inspektur. Sambil melangkah Gangaa melirik ke tempat di mana dia membuang surat bunuh diri Janvi. Surat itu tergeletak di antara pot bunga. Inspektur menatap kepergian Gangaa.

Gangaa pergi ke dekat pagar lantai atas. dia melihat ke bawah. Seluruh keluarga berkumpul di sana. DIa melihat Sagar yang berdiri tertunduk. Gangaa berharap dia menatapnya. Gangaa terlihat cemas. Sagar tiba-tiba mengangkat kepalanya dan ternampak gangaa. Gangaa cepat-cepat memberinya isyarat, meminta Sagar menemuinya di lantai atas. Sagar terlihat binggung, tapi Gangaa memaksanya. Dengan diam-diam Sagar melangkah pergi.

 
Gangaa mondar mandir di balkon. Sagar muncul dan bertanya, "Gangaa, ada apa?" Gangaa memberitahu Sagar kalau mereka dalam masalah besar. Janvi menulis surat bunuh diri." Sagar kaget, "apa? surat bunuh diri? Mana?" Gangaa menggeleng, "tidak Sagar. AKu berdoa semoga polisi tidak menemukannya." Sagar berpikir lain, "polisi harus mendapatkannya, agar mereka tahu mengapa Janvi melakukan ini. Kau adalah mahasiswa hukum dan berkata begitu?" Gangaa menggeleng, "tidak. Dalm suratnya janvi menulis kalau kau yang bertanggung jawab atas kematiannya." Sagar tertegun tak percaya. Gangaa memberitahu Sagar kalau dirinya tidak bisa mendapatkan surat itu karena inspektur polisi mengawasinya, "kita harus melakukan sesuatu, inspektur polisi tidak boleh mendapatkannya." Sagar menyahut, "jangan cemas. Kita harus memberitahu papa tentang ini..." Gangaa mengangguk. Keduanya lalu pergi dari balkon.

Sagar dan Gangaa tiba di lantai bawah dan hendak menemui Niru ketika terdengar teriakan inspektur polisi memanggil namanya, "tuan Sagar Chaturvedi!" Semua orang menatap kearah Inspektur dan Sagar bergantian. Sagar dan Gangaa terlihat tegang. Inspektur mendekati Sagar dan menunjukan surat Janvi, "aku menemukan surat ini di kamarmu. Apakah ini tulisan tangan istrimu, Janvi?" Sagar tertengun bingung. Semua orang menatap dengan cemas dan penasaran. Orang tua janvi saling pandang. Hanya Prabha yang tersenyum lega. Melihat kebisuan Sagar, inspektur kembali bertanya, "apakah ini tulisan istrimu Janvi?" Ayah Janvi bergegas menghampiri inspketur dan memeriksa surat itu. Ayah Janvi yakin kalau itu tulisan janvi, "apa yang di tulisnya?" Inspektur memberitahu kalau dalam surat itu Janvi menulis kalau suaminya, Sagar yang bertanggung jawab atas kematiannya. Semua orang yang mednengar kaget.

Niru tersentak tak percaya, "ini tidak mungkin!" Inspektur menyuruh Niru percaya pada isi surat, "Janvi menulis kalau dia muak dengan hidupnya dan tidak ingin hidup lagi. Sagar bertanggung jawab atas kematiannya." Isnpektur menunjuk Sagar. Semua mata teruju padanya. Ayah dan ibu janvi menatap Sagar dengan tajam. Inspektur mengingatkan niru, "bahwa menurut hukum India, jika sesuatu seperi ini terjadi sebelum usia pernikahan mencapai 7 tahu, maka suami dan keluarganya yang di curigai. Kita juga punya surat ini di mana dia menulis nama Sagar dengan jelas. Karena itu.." Inspektur mengahapiri Sagar danberkata dengan jelas, "anda kami tangkap, tuan Sagar Chaturvedi!"

Nenek berteriak tak percaya, "tidak mungkin. Cucu ku tidak mungkin melakukan ini! Kami mengenalnya. Ini bohong! tak tahu mengapa Janvi menulis ini.."  Ayah Janvi menatap Sagar dengan tajam, lalu tanpa di duga dia menampar Sagar dengan keras. Ayah Sagar mencengkeram kerah baju Sagar. Nenek coba menengahi, "lepaskan...lepaskan cucuku!" Polisi menyuruh ayah Janvi melepaskan Sagar. Ayah janvi berteriak marah, "mengapa dia mnulis sesuatu yang bohong. Sagar telah membunuh puteriku. DIa telah memprovokasi puteriku untuk bunuh diri. Apa kesalahannya? Bahwa dia sangat mencintaimu. DIa meninggalkan kami dan datang kesini. Kenapa?"

Ibu Janvi ikut-ikutan menuduh Sagar. Dia mencengkeram leher baju Sagar dan bertanya, "mengapa kau membunuhnya? Apa yang kau lakukan sampai dia harus bunuh diri?" Madhvi coba melerai. Ibu janvi menepis tanganya dan memarahinya. Ibu Janvi menuding keluarga Chaturvedi sebagai penyebab kematian anakkya dan menyebut mereka semua pembunuh Janvi. Keluarga Sagartidak ada yang membantah. Semua terdiam. Ayah Janvi berkata kalau dia tidak akan melepaskan mereka semua, "kalian tidak akan selamat setelah membunuh puteriku!"

Inspektur mendekati Niru, "anda memiliki kehormaran dalam keluarga ini, aku tidak berdaya dan harus mematuhi hukum. Aku harus menahan seluruh keluarga anda karena insiden ini terjadi sebelum usia pernikahan 7 tahun..." Prabha tersenyum. Inspektur menyebutkan dasar hukumnya, "Menurut pasal..." Niru memotong, "...498 A. Aku mengeri inspektur."

Nenek tidak percaya kalau mereka semua harus pergi ke kantor polisi. Nenek meminta Niru mengatakan sesuatu, "Niru, katakan sesuatu. Apa yang sudah kita lakukan? Kau hakim besar. Hentikan mereka. Ayahmu sangat di hormati di banaras. Jiwanya akan terluka, dharma ku, Aradhana..semuanya akan hancur. Kita tidak melakukan apapun. Jelaskan pada mereka.." Niru menatap nenek tanpa daya.

PREV  1  2

Bagikan :