Loading...

Sinopsis Gangaa episode 325 by Meysha lestari




Sinopsis Gangaa episode 325 by Meysha lestari. Gangaa berjanji pada Madhvi akan melakukan apa yang dia minta yaitu membebaskan Sagar. Meski dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Tiba-tiba Gangaa teringat Palash. DIa segera mengeluarkan  handphonenya dan berniat meminta maaf pada Palash saat itu juga, "aku harus membuat tuan Palash mendapatkan jaminan untuk Sagar entah bagaimana caranya atau nenek akan meninggal karena sedih..."

Palash sedang di tempat parkir ketika Gangaa menelpon. Palash membiarkan hpnya berdering beberapa saat lalu menolak panggilan itu. Gangaa kembali menelpon, Palash kembali menolak panggilannya. Gangaa menjadi cemas, "aku tahu kau marah padaku, tapi tolong bicaralah padaku sekali saja. Jangan hukum Sagar dan nenek untuk kesalahanku. Tolonglah tuan.." Gangaa sekali lagi menelpon Palash. Sekali lagi Palash menolak panggilan Gangaa. Gangaa sangat cemas campur sedih. Sementara Palash, dia tersenyum licik, "tidak Gangaa!, Tidak akan mudah bagimu untuk menyelamatkan Sagar. Itu tidak akan terjadi dengan cara yang kau inginkan. AKu akan melihat bagaimana caramu menyelamatkan Sagar dan membawanya pulang kerumah."

 
Di kantor polisi, Sagar duduk di depan meja Inspektur bersama Sabharwa sementara ayah Janvi dan Sahil berdiri mengawasi keduanya. Sabhawar membacakan pernyataan yang di buat di depan Sagar dan menyuruh Sagar menandatanganinya. Inspektur protes, "Mr Sabharwa, pernyataan ini di buat oleh anda, bukan Sagar.." Sabharwal mengangguk, "ya, pak inspektur. Tapi apapun yang tertulis di situ adalah berdasarkan pengakuan Sagar saja."

DI saksikan oleh ayah Janvi, Sahil dan inspektur, Sagar hendak menandatangani pernyataan itu. Dia sudah memegang pulpen dan hendak membubuhkan tanda tanganya ketika Palash datang, "hentikan Sagar!" Semua orang menatap Palash. Palash datang bersama Pulkit. Palash menghampiri Sagar dan mengingatkannya, "ini adalah pernyataan bunuh diri yang di buat oleh Sabharwal. Kau sendiri adalah seorang pengacara, mengapa terpedaya oleh mereka?" Palash lalu menegur Sabharwal karena memaksa Sagar menandatangani surat pernyataan. Sagar menyangkal, "tidak Palash, tidak ada yang memaksaku." Palash menekankan, "aku ini pengacaramu, Sagar. Kau akan menandatangani kertas kalau aku yang memintamu." Sagar menyahut, "tapi mereka benar, palash..." Palash menyela, "serahkan semua itu pada pengadilan." Sabharwal dan ayah Janvi serta Sahil terlihat kecewa. Palash lalu mengambil surat pernyataan yang di buat Sabharwal dan merobeknya dei depan mereka.

Lalu Palash menyerahkan amplop pada inspektur, "Sagar mendapat parol untuk beberapa waktu.." Inspektur membuka amplop itu dan membaca isinya. Palash memberitahu Sagar kalau dia harus pulang sementara ke rumahnya, "nenek mu sedang tidak sehat." Sagar kaget, dia segera berdiri, "apa? nenek sakit?" Pulkit mengangguk, dia mengajak Sagar peri. Palash juga menyuruh Sagar pergi, "aku akan mengurus semuanya." Inspektur menganguk setuju, "baiklah..." Pulkit membawa Sagar pulang di dampingi polisi. Ayah Janvi dan Sahil menatap dengan tidak senang. Palash menarik kursi dan duduk di depan inspektur untuk menyelesaikan formalitas untuk Sagar.

DI rumah Chaturvedi, dokter masih memeriksa nenek. Dokter memberitahu kalau tekanan darah nenek sangat rendah dan berniat memberinya infus. Nenek masih menginggau. Dia memanggil Sagar. Madhvi mengoyang-giyang tubuh nenek, memintanya untuk memakan sesuatu kalau tidak dia akan semakin lemah. nenek masih menolak, dia menunggu Sagar pulang. Dokter berpamitan. Setelah dokter pergi, Suproya menghampiri nenek dan menatapnya dengan cemas dan sedih. Madhvi seperti teringat sesuatu dan beranjak pergi.

Madhvi menemui Gangaa yang duduk di depan meja sambil membolak-balik beberapa kertas file. Mahdvi bertanya, "Gangaa, kenapa kau masih di sini? Pergilah. Aku sudah bilang padamu agar membawa Sagar pulang bagaimanapun caranya. Kondisi nenek semakin buruk. Aku berharap dia tidak meninggal dengan menyebut nama Sagar saja,.." Gangaa menyangkal, "tidak nyonya, itu tidak akan terjadi. Aku sedang memikirkan sara membebaskan Sagar saja....."

Tiba-tiba terdengar suara pulkit, "Sagar ada di sini...!" Gangaa dan Madhvi menoleh. Mereka melihat Sagar masuk kerumah di iringi polisi. Madhvi segera menghambur memeluknya, "Sagar...! Gangaa menatap Sagar dengan mata basah tapi gembira. Mahdvi melepas pelukannya dan mengamati Sagar, "Sagar, kenapa ini? Darimana saja kau? Nenekmu tidak mau makan apapun. Aku bahkan tidak bisa menangis lagi. jangan tinggalkan kami. Kami tak bisa hidup tanpamu.." Mahdvi kembali memeluk Sagar. Sagar menenangkan Madhvi, "aku tak akan pergi kemana-mana sekarang. Segalanya akan baik-baik saja..." Mahvdi menarik Sagar agar segera peri menengok nenek. Sagar menahannya dan mengusap airmata Madhvi, "jangan menangis di depan nenek..." Madhvi mengusap pipinya lalau menarik tangan Sagar. Pulkit mempersilahkan kedua polisi duduk.

Pulkit menghampiri Gangaa memberitahunya kalau Sagar mendapat parol untuk waktu yang singkat. Gangaa bertanya bagaimana Sagar bisa mendapat parol? Pulkit menjawab, "tuanmu Palash yang melakukannya." Lalu Pulkit memberitahu Gangaa apa yang dia saksikan di kantor polisi, "... terima kasih tuhan, dia selamat sekarang kalau tidak dia bisa jatuh dalam masalah yang besar." Gangaa menangis bahagia. Pulkit bernajak pergi. Gangaa terlihat binggung dan menyesal karena telah meragukan Palash, "bagaimana bisa aku membuat masalah sebesar itu..."

Sagar menemui nenekd i kamarnya. Dia duduk di tepi tempat tidur dan memanggil nenek lirih, "nenek..." Tapi nenek tidak bereaksi. Gangaa datang dan menyaksikan semua itu dengan wajah sedih. Nenek masih terbaring setengah tersadar. Sagar menyentuh tangan nenek dan memanggilnya sekali lahi, "nenek..." Nenek tersentak dan membuka matanya, "cucuku..." Nenek menoleh dan ternampak Sagar. Senyumnya merekah. Sagar berkata dengans uara tercekat menahan tangis, "nenek, ini aku..." Nenek menatap Sagar dan mengamatainya dengan penuh kerinduan. Mata Sagar berkaca-kaca. Nenek melihat perban di kepalas Sagar, "bagaimana kau bisa mendapatkan luka ini?" Nenek coba bangkit dengan susah payah. Sagar dan Supriya membantunya duduk. Sagar tidak ingin nenek cemas, "ini bukan apa-apa. Aku ada di sini..." Nenek lalu memeluk dan menciumi Sagar dan menatapnya lagi dengan sedih, "pasti banyak masalah yang kau hadapi di penjara. AKu tidak akan membiarkan kau pergi kemana-mana sekarang..." nenek lalu memeluk Sagar lagi. Semua yang menyaksikan itu, menangis terharu.

Sagar menyakinkan nenek kalau dirinya akan ada selalu untuknya. Sagar meminta nenek berjanji kalau dirinya tdiak akan menolak meminum onat, "aku tidak bisa melihat nenek dalam kondisi seperi ini..." nenek mengusap airmatanya dan tersenyum, "mengapa aku memerlukan obat sekarang?" Sagar tidak perduli, dia tetap meminta berjanji padanya. Nenek berjanji.

Supriya mengulurkan sebutir obat dan segela sair pada Sagar. Sagar meminumkan obat itu pada nenek. Nenek meminum obat tanpa mengalihkan tatapan matanya dari wajah Sagar. Setelah minum obat, sambil mengelus-elus Sagar nenek menyuruh Mahdvi membuatkan makanan kesukaan Sagar setiap hari. Madhvi mengangguk. Pulkit hendak memberitahu yang sebenarnya tentang Sagar pada nenek, tapi Sagar melarangnya. Sagar lalu meminta nenek agar makan. Sagar menyuapi nenek sambil menahan tangis. Sagar mengulurkan tanganya ke dekat mulut nenek. Nenek mengambil makanan di tangan Sagar dan balik menyuapi Sagar. Gangaa, Supriya dan Pulkit menangis haru melihat itu. Tak sanggup menahan tangis, Gangaa berlari keluar. Dia luar dia menangis tersedu-sedu. Bersambung ke bag 2

PREV  1  2

Bagikan :