Sinopsis Gangaa episode 401 by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa episode 401 by Meysha Lestari. Krishna menghampiri Sagar yang tertegun kaku. Krishna mengatakan sesuatu, tapi Sagar tak mendengar karena benaknya di penuhi dengan kenangan tentang Gangaa. Krishna terus bicara, tapi segar tak mendengar apapun. Dia menatap Krishna dengan ttapan takjub campur tak percaya. Krishna berteriak menanyai Sagar, "...katakan sesuatu? Kenapakau hanya menatapku?...kau bikan orang jahat kan? Apakahg kau akan membunuhku?" Sagar menggeleng. Jrishna terlihat cemas. Sagar lalu tersenyum. Krishan menegurnya, "kenapa kau tersenyum? Katakan kau tidak akan membunuhku kan?!" Sagar menatap Krishna dengan seulas senyum.

Gangaa berbaring di pangkuan kashish dalam mobil Niru. Kashish coba membangunkan Gangaa. Tapi dia masih tak sadarkan diri. Polisi berniat menghnetikan pencarian, tapi Niru meminta mereka terus melakukan pencarian sementara dirinya akan membawa Gangaa ke rumah sakit..

 
Sagar memberitahu Krishna kalau dirinya bukan orang jahat, "Bagaimana kau bisa tersesat dalam hutan ini?" Krishan berkata kalau dia terpisah dari rombongan dan tidak tahu jalan. Sagar menunjukan kalau ada rumah tak jauh dari sana, dan mengajak Krishna kesana. Tanpa menunggu jawaban, Sagar segera meraih pergelangan tangan Krishna. Krishna menjerit kesakitan.

Gangaa tersadar dari pingsannya dengan memanggil nama Krishna. Niru dan semua orang yang ada di situ kaget, "gangaa..." Gangaa menyebutkan nama Krishna lalu taks adarkan diri lagi. Niru jadi semakin cemas.

Sagar melepaskan pegangannya dan memeriksa tangan Krishna. Dia melihat luka yang terbuka dengan darah yang mengering. Sagar terlihat prihatin, "bagaiman abisa terluka begini? Kita harus segera ke rumah itu, nanti aku akan mengobati lukamu.." Sagar membimbing pundak Krishna menuju rumah, tapi sebelum pergi, Sagar menyuruh Krishna menunggu sebentar. Dia mengambil senapan pemburu itu. Krishna terlihat ketakutan. Tapi Sagar meyakinkan kalau tidak akan terjadi apa-apa, "senapan ini bukan milikku!" Sagar dan Krishna lalu pergi ke rumah itu.

Niru cemas melihat kondisi Gangaa. Dia ingin cepat-cepat membawa gangaa keru mah sakit dan menyuruh Kashish untuk tinggal bersama polisi. Tapi Kashish menolak, karena dia ingin bersama Gangaa. Tapi Niru dengan tegas mengingatkan kalau Krishna membutuhkan orang terdekatnya ketika polisi menemukannya nanti. Kalau tidak dia akan ketakutan. Dengan terpaksa Kashish menurut. Dia lalu turun dan Niru  berpesan pada polisi agar memngabarinya begitu ada berita tentang Krishna dan dia juga akan mengabari mereka begitu Gangaa tersadar. Setelah berpesan begitu, Niru segera pergi bersama Gangaa yang pingsan di iringi tatapan Kashish.

Didalam rumah di tengah hutan itu, Sagar mengajak Krishna duduk di depan api unggun yang sudah menyala. Dia sendiri duduk di hadapan Krishna dan memeriksa lukanya. Sagar mengeluarkan scarf yang di temukannya terlempar dari bus sekolah untuk membalut luka Krishna. Krishna mengenali Scarf itu dan berkata kalau itu scraf miliknya. Sagartakjub, "jadi ini milikmu? Ini jatuh dari bus sekolah.." Krishna menjelaskan kalau ibunya membelikan scarf itu untuknya. Sagar memberitahu Krishna kalau lukanya harus di balut kalau tidak akan infeksi. Sagar menyarankan membalutnya menggunakan Scraf. Krishna menolak, karena tak ingin scrafnya rusak. Sagar memaksa, Krishna bersikeras menolak. Sagar lalau mengeluarkan saputanganya, "kalau pakai ini bagaimana?" Krishna bertanya dengan bahasa isyarat apakah saputangan itu bersih? Sagar tersenyum geli dan menyakinkan dia kalau saputanganya bersih. Krishna tidak komentar.

Sagar berpikir kalau Krishna setuju lukanya diperban. Tapi saat dia memegang tangan Krishna untuk di balut, Krishna menarik tanganya dan menolak untuk di balut. Sagar coba membujuknya. Krishna bersikeras, "pasti akan sakit!" Melihat kelakuan Krishna, Sagar teringat Gangaa. Dulu dia pun pernah menolak di obati kalau terluka, karena sakit.

Krishna berdiri dan bilang kalau dia ingin pergi. Sagar menahannya. Tapi setelah krishna memaksa, Sagar akhirnya menyuruh dia pergi, "perilah, inisudah larut, teman-temanmu pastisudah kembali ke rumah. Dan kau... akan menjadi santapan binatang buas.." Krishna yangs udah berdiri terlihat diam sesaat, sepetri berpikir. Lalu dia duduk kembali di depan Sagar. Sagar meras ayakin kalau Krishna mendapatkan sikap itu dari ibunya. Sagar menatap krishna, krishna mengulurkan tanganya, Sagar membalutnya. lalu Krishna tersenyum. Sagar bertanya, "apa?" Krishna berkata kalau tidak sakit lagi. Sagar berguman, "sudah ku bilang..., bahkan ibumu dulu juga melakukan hal yang sama.." Krishna menyuruh Sagar mengatakannya sekali lagi. Tapi Sagar diam dan coba mengalihkan topik pembicaraan.

Krishna meminjam hp sagar. Sagar menyerahkannya. Krishna berkata kalau dia ingin menelpon ibunya tapi tidak terjangkau. Sagar mengangguk, "memang tdiak ada sinyal.." Krishna menatap Sagar dan bertanya, "apakah kau juga ingin menelpon ibumu?" Sagar mengangguk.

Madhvi keluar asrama untuk mencari sinyal dan menelpon Sagar, tapi tidak juga tersambung. Tanpa sdar Madhvi melangkah ke tepi jalan. Dari belokan muncul, mobil Niru. Mahdvi menyangkah itu mobil Sagar, "sagar..?"  Lampu mobil Niru menyorot kearah sosok Mahdvi membuat wanita itu menutup wajahnya dengan tangan. Niru bergegas turun dan hendak menyapanya. Tapi begitu melihat sosok yang berdiri di depannya, langkah Niru terhenti. Mahdvi menurunkan tanganya yang menutupi wajah. Dan keduanya saling bertatapan. Niru berguman tak percaya, "madhvi...?!"

Krishna menanyai Sagar tentang banyak hal, tentang keluarga, latar belakang dan mengapa dia bisa sampai di Banaras.  Sagar tidak menjawab pertanyaan Krishna. Krishna memberitahu Sagar kalau dia tinggal bersama ibunya. Sagar bertanya, "papamu?" Krishna menggeleng, "aku tidak punya papa..mama, adalah mama dan juga papaku.." Sagar tertegun. Dia teringat Gangaa pernah memberitahu dokter kalau bayinya tidak punya papa, hanya punya dirinya.

PREV   1  2

Bagikan :