Loading...

Sinopsis Chandra Nandni episode 3 by Meysha Lestari




Sinopsis Chandra Nandni episode 3 by Meysha Lestari. Avantika menatap Nand dan Mora dnegan tatapan menyelidik. Dia menghampiri keduanya. Mora menatap Avanyika dengan penuh kamrahan. Nand menyuruh prajurit memenjarakan Moora. Prajurit membawa Moora pergi. Avantika menyuruh semua orang pergi. Dia lalu menatap Nand dan bertanya, "apa yang telah kau lakukan?! kau.....!" Nand menatap Avantika dengan gusar, "beraninya kau! Aku adalah Raja, bukan Nand! Aku Padmanand. Dalam sejarah, seorang memiliki banyak ratu.." Avantika terlihat kecewa, "aku sangat mencintaimu, tapi kau...!" Nand menjawab, "kau adalah Maharani, kau memiloki semua barang yang berharga dan mewah. Apakah itu tidak cukup?" Avantika berkata dengan nada menyesalkan, "aku mempercayaimu, tapi kau...."

 
Nand menyela, "seharusnya kau tidak bicara tentang kepercayaan! kau sendiri telah menipu suamimu. Kalau kau bisa menipunya, maka kapanpun kau juga bis amenipuku! Sekarang aku akan menyimpan 100 atau 1000 ratu dan kau..tidak punyahak untuk mempertanyakannya. jika kau berani bicara satu katapun dan menentangku, maka aku tidak akan mengampunimu! Ingat itu!" lalu nanad mendorong Avantika dan bergegas pergi. Avantika menatap kepergian nand dengan kesal dan kecewa.

Sementara itu, seorang wanita menemukan bayi Chandragupta. Wanita menatapnya dan berkata pada si suami yang terlihat kesal, "dia pasti seorang pangeran...!"

Kilas Balik ~Sepasang suami sedang berteduh di kandang kuda. Mereka melihat bayi Candragupta dalam keranjang. SI istri yang tidak bisa hamil, memutuskan untuk mengadopsinya. Kedua suami istri segera mengambilnya dan membawanya pergi...~

Beberapa prajurit menghampiri pedati pasangan suami istri itu dan bertanya, "apakah kau melihat bayi?" Si suami menggeleng, "tidak hanya ada istriku di dalam.." Prajurit tidak percaya dan menggeledah pedatinya. Ketika tak menemukan apa-apa, prajurit itupun pergi. Si wanita lalu mengambil bayi Chandra dari persembunyiannya dan mantapnya dengan penuh kekaguman, "anak ini memiliki tujuan besar dalam hidupnya...!"

Avantikam mendatangi Moora dipenjara. Dia melemparkan pakaian kearah Moora sambil berkata, 'kau bukan ratu lagi, tapi budakku. Putramu telah mati, dan putrimu akan segera menyusul. Aku berada di balik semua unu. Mungkin kau merasa ingin membunuhku, kan?" Moora tidak menyahut dia memeluk Avantika dengan rasa iba. Avantika menepis pelukan Moora dan membentaknya, "apa yang kau lakukan?"

Moora berkata, "aku kasihan padamu! Kau membunuh suamimu demi seorang pria yang tidak menghormati cintamu dan sekarang kau takut bahwa ia mungkin akan lebih memilih aku daripada dirimu. Tapi kau tak perlu khawatir. Suryagupta hanya milikku, tak seorangpun bisa mengambil tempatnya.." Avantika dengan penuh kebencian menengaskan diri di hadapan Moora dnegan berkata, "aku adalah Ratu dan Nand adalah raja, dia tidak akan pernah menggantikan aku dengan siapapun juga!" lalu dengan wajah kesal, dia bergegas pergi meninggalkan Moora.

Narator berkata, "Nand bersumpah akan memiliki Moora, tapi Moora tidak pernah menyerahkan dirinya. Moora hanya menunggu sebuah harapan dalam wujud anaknya untuk memenuhi keingina terakhir suaminya.  Di sisi lain, Nand telah membuat Magadha menjadi neraka bagi rakyatnya. Bahkan setelah 8 tahun tidak ada yang tahu tentang keberadaan Chandra.."

Di sebuah tempat, seorang anak sedang memanjat tebing. Dia tegelincir tapi masih bisa bertahan. Anak-anak yang menyaksikan ulahnya dari bawah bersorak menyemangatinya, "jangan menyerah Chandra! Teruslah mendaki!" Anak yang di panggil Chandra itu terus mendaki. Di lehernya tergantung sebuah liontin dan di tangannya ada tatoo burung merak. Ya, dia adalah Chandragupta, putra Moora.

Chandra membidik sarang lebah dengan ketapel. Lebah berhambura dari sarangnya. Chandra melindungi dirinya dengan kain yang terbakar untuk menghindar dari sengatan lebah dan mendapatkan sarangnya yang penuh berisi madu. 

Chandra memberikan sarang penuh madu itu pada ibunya dan berkata dengan gembira, "Lihat, ibu menyukainya, aku mendapatkan ini untukmu!" Ayahnya berkata setengah mengancam, 'jangan ada yang menyetuhnya, aku akan menjualnya!" Chandra protes, "baba, ini bukan untuk di jual tapi untuk ibu!" Ayah Chandra tak perduli dengan protes Chandra danemnyuruh Chandra membawakan madu setiap hari. Ibu Chandra menegurnya, "apakah kau gila? Lihat luka-luka yang di deritanya.."

Ayah Chandra tanp pikir panjang memukul istrinya. SI istri merintih kesakitan. Chandra menghampiri ibunya dengan iba dan menenangkan ayahnya, "aku akan mendapatkan madu untukmu setiap hari, jangan pukul ibu!" Ayah chandra pergi. Sepeninggal ayahnya Chandra bertanya pada ibunya, "mengapa ibu mencintianya kalau dia selalu menyakitimu? Aku tidak ingin mencintai siapapun jika cinta itu menyakiti seseorang..!" Ibu Chandra menjelaskan, "cinta itu sangat berharga. Suatu hari ketika kau jatuh cinta, kau akan  belajar banyak.." Chandra berkata, "cinta membuat seseorang menjadi lemah dan tidak ada orang yang terlahir di bumi yang akan aku cintai.."

Avantika sedang meringis kesakitan dalam Tandu, dia akan melahirkan. Sementara Padmanand merayu Moora, "sudah 9 tahu sumaimu meninggal dan kau masih memegang erat kata-kaatamu. Terima aku dan kau tidak akan pernah mendapat masalah!" Mora mencela nanad, "kau manusia tidak tahu malu! Aku menghinamu setiap hari tapi kau melangkah kesini tanpa ras amalu. Raja macam apa kau? Kau tidak punya harga diri! Kau selalu mempermainkan wanita! Catat ini, kali ini anak perempuan akan lahir untukmu. Dengan itu kau akan belajar, bahwa wanita yang kau hina hingga saat ini adalah puteri seseorang juga. Kelak ketika puterimu kesakitan kau akan merasakan sakitnya..." Nand mendorong Moora dan berkata, "jika Avantika melahirkan seorang puteri maka dia akan menjadi puteriku dan memiliki masa depan yang cerah.." Moora menyahut, "tapi aku melihat masa depannya penuh dengan kesulitan seperti yang kau berikan padaku!" Lalu seorang prajurit datang, memberitahu Nand kalau Avantika akan melahirkan.

Akhirnya nand memiliki seorang puteri setelah memiliki 9 putera. Nand ingat apa yang di katakan Moora bahwa seorang puteri adalah hal yang paling berharga yang dimiliki oleh seorang ayah. Nand berkata, "dia adalah puteriku, tuan Puteri Magadha...!" Nand memukul sealing dan emas pun berhamburan. nanad telah menemukan harta karun dan sangat gembira, "puteriku adalah keberuntunganku!" Lalu Nand meletakan bayi perempuannya di atas tumpukan koin emas dan berkata, "dia akan di panggil Nandini!"

Narator berkata, "....Nand sangat menyukai puterinya dan juga sangat menyayanginya..!"

5 tahun kemudian....
Seorang pria menghadap Padmanand dan berkata, 'di hari ulang tahun puterimu mengapa kami harus membayar pajak? betap akejamnya dirimu!" Putera nand memukul pria itu dan mebentak, "beraninya kau bicarapada ayah kami dengan nada seperti ini! Beraninya kau tidak mau membayar pajak?" Padmanand menegur puteranya, "nak, tidakkah kau tahu kalau rakjyat adalah sengalanya bagi seorang raja? jadi jangan menghinanya. Seorang raja harus mengabulkan keinginan rakyatnya. Dan seperi yang dia katakan, dia memilih mati daripada harus membayar pajak. Maka aku akan memenuhi keinginannya itu!" Nand lalu membunuh pria tua itu.

Tiba-tiba Nandini datang sambil berlari dan memanggil nand denanmanja, "ayahanda Raja..." Putera nand segera memnyembunyikan tubuh orang tua itu agartidak terlihat Nandini. Nandini menghampiri nand dan berkata, "ayah, tidak ada yang bermain denganku.." Nand menatap puterinya dengan lembut, "permainan apa yang ingin kau bermain apa? Katakan, aku akan memberitahu mereka!" Nandini senang, "ok.."

Kemudian Nandini menutup mata nand dengan sepotong kain dan berkata, "aku akan bersembunyi dan ayah harus menemukan aku!" Setelah berkata begitu, Nandini berlari. Nand mencarinya...

Narator berkata, "Nand menapatkan kebahagiaan dari puterinya tapi puterinya akan mendapat kesulitan karena Nand.."  Sinopsis Chandra Nandini episode 4 by Meysha lestari.

PREV    NEXT

Bagikan :