Loading...

Sinopsis Gangaa episode 426 by Meysha Lestari.




Sinopsis Gangaa episode 426 by Meysha Lestari. Sekali lagi, Gangaa mengusir Sagar, "tolong pergilah! Setidaknya kau bisa melakukan kebaikan ini untukku..!" Sagar menatap Gangaa dengan putus asa. Lalu, "tolonglah!" Kata Gangaa sambil melambaikan tanganya dan berbalik memunggungi sagar. Untuk beberapa saat Sagar hanya bisa menatap punggung Gangaa dengan perasaan campur aduk. Tapi setelah sekian saar gangaa tidak juga membalikan badan, Sagar berbalik dan melangkah pergi. Ketika Gangaa menoleh Sagar sudah pergi. Gangaa menatap punggung Sagar dengan wajah sedih dan kecewa. Airmata menitik di pipinya.

 
Di rumah Chaturvedi, nenek mondar mandir mencemaskan Sagar. Nenek menyuruh Niru menelpon Sagar, "Niru, telpon lala...!" Niru merasa enggan. Nenek mengambil telpon, Niru merebutnya. Niru meminta nenek agar tidak mencemaskan Sagar. Nenek yakin Sagar akan kembali dengan kegagalan. Niru meminta nenek agar tidak mengambil kesimpulan dulu, "Sagar dan Gangaa harus saling menjelaskan kondisi masing-masing. Meski semua itu terlambat karena kesalahan sagar. Wajar kalau dia harus menanggung siksaan dan kesedihan sepetri yang di rasakan Gangaa selama ini..." Nenek meminat Niru agar tidak mengatakan hal yang getir tentang Sagar.

Niru menjawab kalau itu kenyataannya, "semua orang harus menanggung kesalahan masing-masing. Seperti diriku..." Mahvdi terlihat tegang. Nenek setuju dengan Niru. Wajahnya tidak tegang lagi. Lalu nenek duduk di kursi dengan wajah berbinar-binar penuh harap. Nenek merasa bodoh karena tidak memikirkan hal seperti itu, "kita semua tahu betapa Gangaa sangat mencintai lala dan bisa melakukan apapun untuknya. Sagar dan Gangaa..... Dan sekarang dengan adanya Krishna, segalanya akan membaik. Sagar punyah keturunan..." Nenek sambil tersenyum-senyum memuji kecantikan dan kecerdasan Krishna, Madvdi ikut tersenyum senang. Nenek bersyukur karena sagar punya keturunan. tapi lalau nenek berkata, "tapi.... andai Sagar mau menerima dia sejak awal, maka kita tak perlu membawa anak orang lain dalam rumah ini..." 

Juhi yang berdiri di belakang nenek mendengarnya. Mahdvi dan Niru juga menaydari kehadiran Juhi, keduanya menatap Juhi yang terdiam dengan cemas. Melihat madhvi dan Niru yang menatap cemas kearah lain, nenek ikut-ikutan menoleh. Dia melihat Juhi berdiri sambil memeluk boneka. Mahvdi dan Niru saling pandang. Nenek masih bicara tidak puas tentang Juhi. Niru meminat nenek agar tidak berkata begitu. Nenek setuju, dia tdiak membicarakan Juhi lagi, tapi memuji-muji Krishna di hadapan Juhi. Sambil melangkah pergi, Nenek berkata kalau dia akan memperlakukan Krishna dnegan baik, akan memanjakannya, memberinay makana lezat, memberikan susu dengan misri di dalamnya dan lain-lain. Juhi mendengarkan dengan wajah tegang dan tertekan. Niru dan Madhvi menatap Juhi dengan cemas. Begitu nenek lenyap, Niru memanggil Juhi, " nak Juhi, ayo sini...!" Tapi Juhi tidak menjawab dan tidak bergerak. Dia berdiri mematung di tempatnya sambil memeluk bonekanya. Madhvi mendekati Juhi dan menyapanya. Tapi Juhi tidak menyahut sapaan Mahdvi dan bergegas pergi tanpa pamit. Mahdvi tertegun kaget.

Pulkit sedang merapikan diri dan Supriya sedang merapikan tempat tidur sambil membicarakan Gangaa dan Krishna. Supriya berpikir alangkah bagusnya kalau Gangaa dan Sagar tinggal bersama mereka lagi berserta Krishna, "jadi Juhi ada temannya.." Pulkit meragukan itu, "aku tidak yakin Gangaa akan setuju..." SUpriya menyela, "kenapa tidak setuju? AKu sendiri yang akan datang menjemputnya kalau dia menolak.."

Lalu Juhi masuk kekamar sambil menangis. Pulkit dan Supriya bergegas menghampirinya dengan panik, "hei...kenapa? Kenap anak?" Pulkit menenagkan Juhi dan mengusap air matanya, "sudah..sudah jangan menangis...! Kau kenapa?" Supriya menyuruh Juhi membeirtahu mereka apa yang telah terjadi. Sambil menangis Juhi bertanya, "mengapa aku di bawah ke rumah ini kalau nenek tidak menyukaiku? Dia akan segera mengusirku jika Krishna datang.." Supriya dan Pulkit kaget, "siap ayang bilang begitu?" Juhi menjawab, "nenek...." Pulkit dan Supriya saling pandang dengan prihatin.

DI kamarnya Zoya juga kesal karena apa yang dia rencanakan tidak berjalan sesuai rencana dan bertanya-tanya apa yang harus dia lakukan sekarang. Sonu yang berdiri tak jauh darinya dan sedang memakan buah apel menjawab, "jangan khawatir, Rani Zoya. Semuanya akan beres oleh mereka sendiri." Zoya menoleh kearah Sonudengan heran, "maksudmu apa?" Sonu menjelaskan tentang sifat egois dan sombong Sagar dan Gangaa, "kebenaran mungkin telah keluar tapi kesombongan dan ego mereka akan jadi penghalang.." Zoya menatap Sonu, "itu bukan hanya tentang sagar dan gangaa, mereka memang suka saling menyakiti...tapi ini tentang anaknya.. sesuatu dapat berubah.."

PREV     NEXT

Bagikan :