Loading...

Sinopsis Gangaa episode 430 bag 2




Sinopsis Gangaa episode 430 bag 2 by meysha Lestari.  Tiba-tiba terdengar suara ZOya, "aku ragu...!" Gangaa menatapnya denganbingung. Zoya menghampiri gangaa dan coba menghasutnya tentang Sagar, "aku tahu apa yang telah di lakukan Sagar. .." Zoya menyuruh Gangaa segera pergi dari banaras dan tak perlu menghadapinya di pengadilan. Tapi Gangaa menolak, "tidakk kak ZOya! KAu tidak akan lari. Sagar telah menantangku aku akan menghadapinya. Aku tidak akan melarikan diri, aku harus menghadapinya, aku harus menjadi teladan untuk anakku.." Gangaa bertekad menghadapi Sagar apapun yang akan terjadi. Dia yakin dirinya akan menang karena Krishna adalah anaknya. Zoya tidak senang dengan keputusan Gangaa, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya Zoya mengalah dan mengingatkan Gangaa agar tidak terlalu bernafsu untuk balas dendam karena dapat terbakar oleh api dendam itu sendiri. Setelah berkata begitu, Zoya pergi dengan kesal dan frustasi. Gangaa menatap keperiannya dnegan wajah tegang.

 
Zoya melangkah pergi dengan kesal dan marah karena gangaa tidak menuruti sarannya. Dia tidak melihat kemunculan Krishna dan keduanya bertabrakan. Krishna meminta maaf dan bergegas melanjutkan langkahnya. Zoya berhenti dan menatap Krishna. lalu dia memanggilnya, "Krishna, sini dulu..!" Krishna menurut, dia menghampir Zoya.

Zoya bertanya, "kau tahu kan apa yang akan terjadi pada maama dan papamu?" Krishna menggeleng. Zoya memberitahu Krishna kalau papa dan mamanya akanbertarung di pengadilan untuk memperebutkan dirinya. Zoya menyuruh Krishna mengajak ganga pergi dari Banaras agar pertarungan itu tidak terjadi dan masalah selesai. Tapi Krishna dengan tegas menolak saran itu, "tidak bibi Zoya..." Krishna berkata kalau dia dan ibunya tidak berbuat kesalahan apapun dan tidak akan peri untuk menghaindari masalah, "aku berharap mama tidak akan peri dan kami akan tetap tinggal di banars saja..!" Lalu tanpa basa basi lagi, Krishna masuk kedalam rumah meningglkan Zoya yang terlihat geram. Kata ZOya, "seperi ibu..sepetri anak!... aku harus melakukan sesuatu!"

Gangaa memasak sambil melamun. Roti chapati yang sedang di panggang di atas api terbakar dan mengeluarkan asap. Krishna masuk ke dapur dan kaget, "mama...mama.. rotinya terbakar!" Gangaa tersentak kaget dan menatap rotinya yang telahberasap. gangaa coba membalikan roti tapi karena terlalu panas, tanganya jadi kepanasa. Gangaa mengibas-ngibaskan tangannya dengan menahan rasa sakit. Krishna pergi untuk mengambilkan obat. Gangaa mengambil chapati dan mengangkat cetakannya darti atas api. Gangaa teringat kata-kata Zoya tentang terbakar dalam dendam. Gangaa berpikir kalau dia tidak punya pilihan lain selain harus membakar atau kalau tidak dia sendiri yang akan terbakar.

Zoya berjalan pulangs ambil ngedumel. Di abenarbenar kesal pada gangaa karena tidak mendengarkan kata-katanya. Tiba-tiba dari arah samping muncul Zonu yang hampir menabraknya. untung Zoya sempat mundur. Zoya menegur Sonu dnegan kesal, "apa yang kau lakukan?..apakah kau sudah gila?" Sonu sabil tertawa menanyai Zoya yang telihat kesal. Zoya meluahkannya kemarahannya pada Sonu tentang gangaa dan anaknya Krishna yang keras kepala, "mereka telah bertekad untuk merusak seluruh upayaku. Sagar sangat ingin mereka kembali kerumah, sementara Gangaa tidak mau mengubris saranku.." Sonu mengingatkan Zoya kalau keegoisan keduanya dan perbedaan pendapat Sagar dan Gangaa adalah kekuatannya, "karena orang-orang tidak akan bisa memahami apapun dalam keegoisannya. .. dengan sikap mereka itulah kita mengambil keuntungan, apakah kau mengetri?" Zoya menggeleng binggung. ZOnu menyuruh Zoya menghasut mereka berdua agar ego mereka semakin bertambah dan menanamkan keraguan dan kecurigaan pada keduanya. Zonau bertanya lagi, "apakah kau mengerti?" Zoya menatap Sonu dan mengangguk. Zoya berkat akalau sekarangd ia tahu apa yang harus dia lakukan.

Esok paginya, nenek keluar dari kamar sambil memanggil Mahdvi. Sagar turun dari tangaga dan hendak pergi ketika nenek memanggilnya, "lala..lala...!" Sagar menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah nenek. Nenek memanggil Mahdvi, "menantu, mana?" Mahdvi datang sambil membawa piring. SUpriya dan Pulkit juga menghampiri mereka, sementara Juhi memilih duduk menunggu di tangga. Nenek mengambil piring itu dan melakuan sebuah ritual untuk sagar yang akan pergi ke pengaidlan. nenek mendoakan semoga Sagar sukses, "bawa anakmu pulang kerumah dan kalahkan Gangaa..." Sagar tersenyum dan membeirtahu nenek, kalau itu bukan tujuannya, "aku ingin membawa keduanya kembali kerumah ini dan bukan untuk memisahkan mereka..."

Zoya menemui Gangaa di tempat parkir. Gangaa telah siap dengan pakaian pengacaranya. ZOya ingin mengikatkan benar hitam di tangan Gangaa sambil menghasutnya agar berbohong di pengadilan. Gangaa menolak, "tidak kak Zoya, untuk apa aku berohong?" Zoya berkata bahwa dia harus melakukan itu untuk kebaikan Krishna. Gangaa sama sekali tida ingin berbohong karena takut pada dewata. Zoya mengikatkan benar hitam di tangan gangaa sambil berusaha menyakinkan Gangaa agar melakukan itu jika apa yang di lakukannya gagal, demi dirinya sendiri an Krishna. Ganga menatapnya dengan tegang... SInopsis Gangaa episode 431 by Meysha Lestari.

PREV       NEXT

Bagikan :