Loading...

Sinopsis Gangaa episode 433 bag 2




Sinopsis Gangaa episode 433 bag 2 by Meysha Lestari. Mahdvi juga melakukan hal yang sama. Madhvi sudah bangun. Dia masuk ke kamar Niru dengan diam-diam dan perlahan-lahan, takut membuat Niru yang sedang nyenyak tidur terbangun. Mahdvi menurunkan semua aksesoris yang ada di atas sebuah meja lalu membuka tutupnya. Meja itu adalah sebiah tempat penyimpanan. Dari dalam meja itu Mahdvi mengeluarkan bungkusan yang bentuknya sama dengan milik Gangaa. Mahdvi membuka bungkusan itu dan mengambil kendi stailess dari dalam bungkusan itu dan pikirannya melayang jauh ke masa-masa bahagianya bersama Niru.

Kilas balik ~tengah malam, mahdvi terbangun dan menarik diri dari pelukan Niru. Niru coba meraihnya, tapi Mahdvi cepat-cepat bernajak pergi. Dia membuka tutup meja dan mengeluarkan bungkusan yang berisi nampan dan kendi. mahdvi menatap keuda alat itu dengan baik ketika Niru memeluknya dari belakang. Niru bertanya mengapa apa yang di lakukan Madhvi, mengapa dari pergi darinya. Mahdvi memberitahu kalau nenek memanggilnya. Niru heran mengap anenek memangilnya subuh-subuh begini. Mahdvi menjelaskan kalau ini adalah hari Karvachaut dan dia harus melakukan ritual sebelum puasa. Niru mengeluh. Dia hendak memeluk mahdvi tapi kendi dan nampan di tangannya terjatuh dan menimulkan suara berisik. Terdengar suara nenek memanggil Madhvi dan menegurnya. Niru melepas pelukannya dan mengambilkan kendi yang jatuh. Mahdvi segera melesat pergi sebelum Niru bergerak untuk memeluknya lagi... ~Kilas balik berakhir.

Karena sembari melamun, saat meletakan aksesories terakhir, benda itu tumbang dan menimbulkan suara. Niru terbangun, "siapa itu?" Niru bergega smenghidupkan lampu dan melihat madhvi mengambil bungkusan nampan dan kendi. Sesaat Mahdvi terlihat jengah, dia lalu melangkah pergi. Niru bangkit dari tidurnya dan menyapa, madhvi..." Mahdvi menghentikan langkahnya dan menoleh pada Niru. Niru berdiri di hdapan Mahdvi dan bertanya, "kau masih menjalankan puasa karwachaut?" Mahdvi mengangguk, "ya. Hubungan berubah tapi tidak ritual.." Niru berkata, "kau tak perlu mempercayai ritual, kau percaya pada hubungan kan?" Mahdvi menjawab, "kau meningalkan kepercayaanmu pada ritual ini. Seseorang lain menjadi penting bagimu daripada keluargamu. AKu masih menantu dalam keluarga ini dan amma ji berharap menantunya menjalankan ritual ini.." Setelah berkata begitu Mahdvi melangkah pergi dan berhenti ketika dia mendengar niru bertanya, "apakah hanya itu alasannya?" mahdvi tidak menjawab. Diamelanjutkan langkahnya.

Nenek duduk di kursi sementara Maharajji menyiapkan semuanya. Nenek bertanya pada Mahara ji dnegan harap-harap cemas, "maharaj ji, apakah menantu akan melakukan puasa ini?" Maharaj ji tersneyum, "pasti amma ji, dia menantu anda, aam ji, pasti akan berpuasa.." Mahdvi muncul sambil membawa nampan dan kendi. Maharaj memberitahu nenek, "itu dia datang..." Mahdvi menghampiri nenek dan menyentuh kaki nenek. nenek berdiri dan merestuinya. Nenek mengambil nampan sargi dan memberikannya pada Mahdvi. Mahdvi bertanya, "apa ini amma ji, tak perlu menyiapkan semua ini.." Mahdvi memeriksa isi nampan Sargi, ada gelang, saree, dan sebagainya. Nenekk menyuruh Mahdvi memberikan itu pada menantunya karena itu restu darinya.

Supriya datang. Dia menyentuh kaki nenekd an Mahdvi. nenek an Mahdvi memberkatinya. Lalu Mahdavi menyodorkan nampan sargi pada SUpriya, "ini untukmu.." Supriya menerima nampan itu dan mengucapkan terima kasih. Mahdvi menyuruh Supriya duduk da melakukan ritual bersama. tiba-tiba muncul Zoya. Zoya meminta maharaj ji menyipakan satu lagi nampan Sargi. Nenek langsung menyela, "untuk apa?" Zoya berkata, "oh nenek, seperti halnya Supriya, Gangaa juga menantu dari keluarga ini, dia berhak mendapatkan nampan Sargi." Nenek tanpa basa basi bertanya, "apa yang kau rencanakan?" Zoya hendak menjawab. Tapi nenek menengahi, "aam ji, Zoya benar. Kita seharusnya mengirim nampan Sargi padanya. Dia pasti berpuasa untuk sagar.."

PREV    NEXT

Bagikan :