Loading...

Sinopsis Gangaa episode 433 by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa episode 433 by Meysha Lestari. Niru dengan getir bertanya, "Gangaa melakukan itu di pengadilan, tapi..." Belum selesai Niru bicara, Sagar muncul dengan wajah muram. Nenek mengendikan bahu pada Niru, melihat wajah tegang Niru dia menoleh dan melihat sagar. Nenek segera memanggil Maharaj Ji agar membawakan sesuatu untuk Sagar. Nenek memuji Sagar atas usahanya dan yakin Sagar akan membawa cucunya kembali. Maharaj ji datang membawa aarti. nenek melakukan arti dan mendoakan Sagar. Tapi Sagar terlihat tak bergairah. Melihat itu nenek bertanya, "ada apa? Katakan?"

Niru menegur dengan nada sarkastis, "kau pasti sangat bangga setelah menang melawan Gangaa. Tapi mengapa kau tidak bahagia? Apakah kau merasa kalah meski telah menang?" Nenek mengeluh karena Niru mengatakan itu, "Niru apa yang kau katakan?.." Niru menyahut, "aku mengatakan yang sebenarnya, amma ji. Sagar mengenal Gangaa sejak kecil, dia tidak akan pernah membiarkan orang lain mempertanyakan karakternya. Tapi hari ini, Gangaa yang sama itu rela menanggung penghinaan yang begitu besar atas dirinya dan tidak mau menerima Sagar sebagai ayah dari puterinya. Sagar paham betul apa artinya itu....benarkan Sagar?"

Sagar menjawab dengan gusar, "begitu banyak kebencian dalam dirinya. Aku tak pernah membayangkan ini. Dia menerima karakternya rusak tapi tak mau kembali padaku. Dia akan mati tapi dia tak mau membiarkan rasa cintanya padaku tumbuh kembali. Darimana kebencian itu muncul dan kemana dia akan membayanya? Aku hanya tahu kalau ketakutan akan kehilangan Krishna telah membunuhnya drai dalam. Dan jika aku mendekatinya, maka dia akan lebih menyakiti dirinya sendiri...yang sebenarnya adalah, aku memang menanghari ini tapi aku masih tetap kalah..." lalu dengan sedih Sagar beranjak pergi ke atas. nenek memanggilnya, "lala..dengarkan apa yang aku katakan..!" Tapi sagar tak mengubrisnya. Niru, Madhvi, Maharaj dan Supriya menatap kepergian Sagar dengan tatapan prihatin.

Zoya snagat kesal karena kasus itu membuat segalanya menjadi berantakan, "kalau seperti ini, kesalahpahaman Gangaa dan Sagar akan hilang dan lalu..lalu...." Zoya menoleh kearah ZOnu yang berdiri di tepi jednela dan sedang berpikir keras. Zoya menghampiri sonu dan bertanya, "apa yang kau pikirkan? Masalah ini sangat serius. Kita harus melakukan sesuatu agar Sagar dan Gangaa tidak menjadi dekat. Kalau tidak permainan kita akan berakhir...tapi bagaimana?!" Zoya terpikir sesuatu lalu tersenyum. Melihat senyum Zoya, Sonu bertanya, "mengapa kau tersenyum Zoya rani? Apakah kau mempunyai rencana?" Zoya mengangguk. Zonu ikut tersenyum. Zoya membalikkanbadan dengan gembira, "ya..aku mempunyai rencana. Jika rencana ini sukses maka Sagar dan Gangaa tidak akan bisa bersatu dalam kehidupan ini. Maharaj ji bilag besok adalah Karwachauth, akan ada ritual..." Lalu Zoya menyuruh Sonu menyiapkan foto gangaa dan Krishna.

Paginya, Gangaa terbangun karena jam beker berbunyi. Gangaa mematikan beker. Dia mendengar suara orang bericara tentang menyiapkan Sargi. Gangaa membenahi selimut Krishna lalu beranjak bangun. Dia mengeluarkan bungkusan yang berisi nampan dan kendi stailless mungil untuk persiapan Sargi. Gangaa menatap nampan dan kendi itu dengan dan teringat saat mahdvi memberikan peralatan itu di Karvachaut yang lalu saat mereka tinggal bersama. Sebelum memberikan nampan dan kendi itu, Madhvi meminta Ganga berjanji agar melakukan puasa Karvachaut setiap tahun untuk Sagar. Dan Gangaa berjanji.  Lalu sambil memegang nampan dan kendi itu Gangaa berkata dengan wajah sedih, "ya, nyonya. Aku tidak tahu tidak kemana lenyapnya rasa cinta tapi aku akan tetap memenuhi janjiku padamu.."

PREV     NEXT

Bagikan :