Loading...

Sinopsis Gangaa episode 434 bag 2




Sinopsis Gangaa episode 434 bag 2  by Meysha Lestari. Di rumah Chaturvedi, nenek berdiri di tengah ruangan dengan wajah tegang. Mahdvi menghampiri nenek dan memintanya agar tidak tegang, "maharaj ji akan segera kembali dari rumah gangaa setelah mengantar Sargi.." nenek mengangguk setuju. Sagar muncul danbertanya, "ada masalah apa?" nenek tersneyum lebar menyambut cucu kesayangannya, "maminu telah mengiri Sargi untuk Gangaa, dia pasti sedang berpuasa untuk mu.." Sagar tegang mendengarnya.

Maharaj ji datang bersama Zoya.  Madhvi menanyainya, "maharaj hi dariamna saja dirimu?" Maharaj ji dengan gembira memberitahu Mahdvi kalau Gangaa menerima Sargi darinya dengan penuh hormat. Mahdvi an nenek tertawa gembira. Sagar masih terlihat tegang. Maharaj lalu menyerahkan nampan pada mahdvi. mahdvi menerima nya dengan gembira. Zoya menatap pada nampan dengan sambil menyerigai licik. Dia ingin tahu apa yang akan terjadi ketika mahdvi membuka nampan itu.

 
Kilas balik ~ Maharaj ji duduk di depanbersama Niru, sementara nampan di letaakan di belakang bersama Zoya. Zoya mengeluarkan sebuah kota dan meletakkanya di atas nampan Sargi. ZOnu melirik apa yang di lakukan Zoya smabil tersenyum. maharaj ji tidak mengetahui apa yang di lakukan Zoya...~Kilas balik berakhir

Mahvdi membuka tutup sargi danmelihat kotak di dalamnya. Mahdvi tersenyum, begitu pula nenek. Lalu mahdvi membuka kotak itu dan berteriak kaget saat melihat kalajengking di dalamnya. Semua orang kaget. Reflek Mahdvi melemparkan kotak itu ke udara, dan kalajengkit terlempar ke arah nenek dan menempel di bajunya. mahdvi kaget, "amm ji!" Nenek menengang kaku dengan wajah ketakutan. Dia tak berani bergerak, takut kalajengking menyengatnya. Zoya pura-pura kaget, "ya Allah!"

Maharaj terlihat panik dan tak tahu harus bagaimana. Mahdvi berteriak menyuruh sagar melakukan sesuatu untuk menolong nenek. Sagar meminta nenek agar tenang dan tidak bergerak, "nenek, tidak akan terjadi apa-apa...jangan kahwatir!" nenek menurut. Tubuh nenek menegang kaku dan tangannya gemetar. Sagar melangkah perlahan mendekat nenek. Setelah cukup dekat, Sagar menepis kalajengking itu dari sari nenek. Kalakengkin jatuh ke lantai, "tidak apa-apa, sudah jatuh.."

Mahdvi segera menyuruh Maharaj ji membuang kalajengking itu keluar rumah. Maharaj ji bergerak cepat. nenek mengusap peluh di wajahnay dengan ujung sari lalu memakai kacamatanya kembali. Sagar menatap dengan wajah tegang. Mahdvi kesal, "mengapa Gangaa melakukan ini?" Zoya pura-pura kaget, "nenek, choti ammi... ini..ini yang di berikan Gangaa?.. tega sekali dia!" Sagar menyahut cepat, "tidak! Gangaa tidak mungkin melakukan hal sekeji itu! AKu tahu dia kesal, tapi dia tak mungkin melakukan itu..!"

Zoya menyela, "aku tahu Sagar,  aku juga memikirkan hal yang sama. Tapi gangaa sendiri yang menyerahkan nampan itu pada Maharaj ji.." Maharaj ji masuk sambil setelah membuang kalajengking keluar. Zoya mencegatnya dan bertanya, "Maharaj ji, Gangaa sendiri kan yang meberikan nampan padamu? Bicaralah!" Maharaj ji menatap nenek dan Madhvi dengan bingung. lalu dia mengangguk, "ya.." Sagar, Mahdvi dan nenek sama-sama kaget.

Nenek dengan heran campur geram bertanya, "dewata, bagaimana dia bisa memiliki kebencian dan kepahitan yang begitu besar pada kita? Setelah menantu menunjukan  niat baiknya? Bagiamana dia bisa melakukan itu?" Sagar berguman, "tidak nenek. Dia telah di salahkan dan dicemooh. Tapi yang sebenarnya adalah kebenciannya telah berubah menjadi racun yang merugikan dirinya sendiri.."

Zoya berusaha menghasut lagi dengan berkata, "ya,..itu artinya, dia tidak mungkin puasa dengan kemarahan seperti itu..benarkan choti ammi?" Nenek dan Mahdvi berpikir yang sama. Mahdvi tidak menjawab pertanyaan Zoya, dia membuang muka dengan kesal. Sagar menatapnya.

Gangaa duduk di lantai sambil menyandar di kaki tempat tidur. D tanganya ada pisau dan foto dirinya dan Krishna yang telah terpotong. Airmata masih mengalir dipipinya. Kashish menatapnya sambil menangis. Gangaa teringat masa kecilnya, ketika Mahdvi sangat mencintainya dan selalu ada untuknya. Gangaa meletakan pisau di lantai dan mengambil kalung Mangalsutra. Gangaa berkata, "aku telah menganggap mereka sebagai keluargaku sendiri, dan memberikan segalanya untuk itu telah melakuan ini padaku..mereka telah melupakans emua janji..."

PREV    NEXT

Bagikan :