Loading...

Sinopsis Gangaa episode 434 by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa episode 434 by Meysha Lestari. Dengan perasaan haru, Gangaa hendak membuka kain merah penutup Sargi, tapi Zoya cepat-cepat menahannya, "jangan tergesa-gesa, Gangaa, pergilah kedalam dan lihat dengan nyaman..." Gangaa menurut, dia mengusap airmatanya lalu menyuruh Maharaj ji duduk dulu. Zoya juga menyuruh  Maharaj ji menunggu, "aku akan segera kembali.." Sambil membawa nampan Sargi Gangaa masuk kedalam di ikuti ZOya. Kashish mempersilahkan maharaj ji duduk lalu pamit masuk kedalam.

Gangaa membawa nampan Sargi ke kamarnya dan meletakannya di atas meja. Zoya berdiri memperhatikan. Lalu Gangaa duduk di bersimpuh di depan meja itu sambil menangis haru. Dia menurnkan manisan dari nampan. Dia menatap tutup sargi yang berwarna sambil membantin, "Sinduur dan Sargi ini yang ku nantikan seja lama.." Zoya menyuruh Gangaa membuka nampan Sargi, dia juga ingin tahu apa yang di berikan mahdvi pada menantunya. Kashis bergabung dengan mereka sambil tersenyum.

 
Dengan penuh harap, Gangaa membuka tutup nampan berwarna merah. Mereka semua melihat foto Gangaa dan Krishna yang tertusuk pisau. Gangaa sangat kaget, begitu pula Kashish, sementara Zoya menyerigai licik. Kashish dan Zoya saling pandang. Gangaa berdiri dan menatap isi nampan itu dengan binggung. Zoya pura-pura kaget, "apa ini? Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana ibu muda bisa mengirim nampan seperti ini?" Gangaa dengan kecewa dan sedih berkata, "aku juga tidak menyangka. Mungkin aku memang bukan bagian dari keluarga itu sejak lama, tapi bukan berarti dia berhak memperlakukan aku seperti ini..." Kashish dengan menitikan air mata menyentuh bahu Gangaa coba menguatkannya.

Zoya mulai melancarkan hasutannya, "..aku benar-benar tidak percaya ini, choti ammi sendiri yang telah menyiapkan nampan ini lalu memberikannya padaku. Aku sangat percaya diri dan bahagia bahwa piring sargi ini akan meluruskan semuanya. AKu sama sekali tidak berpikir ini yang terjadi.." Gangaa terlihat bingung, dia berada dalam dilema, Satu sudaut hatinya tidak percaya Mahdvi mampu melakukan hal itu tapi sisi lainnya mengatakan berbeda. Gangaa berkata dengan suara terbata-bata menahan tangis, "aku..maksudku..bagaimana nyonya bisa melakukan hal seperti ini..." Kahsish menyela, "kaka, itu tidak mungkin terjadi. Mungkin ada orang lain yang melakukan ini atas nama nyonya..." Zoya terperanjat mendengar kata-kaata Kashish. Kashish menyarankan agar Gangaa pergi menemui Mahdvi dan bertanya padanya mengapa dia melakukan ini, "apa maksudnya? Ayo kita menemuinya.." Kashish menarik tangan Gangaa dan hendak mengambil nampan sargi. Tapi Zoya mencegahnya, "jangan Kashish!"

Zoya berkata, "kau jangan menyuruh gangaa ke sana. Gangaa tidak seharusnya pergi, itu akan semakin mengeruhkan situasi. Apakah kau tidak percaya kalau choti ammi yang mengantarkan ini? " Kashih terlihat binggung, "tidak kak Zoya..." Zoya mengejar, "lalu kenapa? Apakah kau berpikir aku yang melakukannya?" Kashish menyangkal, "tidak kak, bukan itu maksudku.." Lalu Gangaa menengahi, "Kashish..sudahlah, kalau kak zoya mengatakan nyonya yang mengirimnya, berarti memang dia yang mengirim..."

Gangaa terduduk di tepi tempat tidur. AIrmata mengalir deras di pipinya. Gangaa berkata, "..aku berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi janjiku, tapi ini yang mereka lakukan..." Zoya menatap nampan sargi dengan rasa ingin tahu, "lalu harus  bagaimana ini? Aku akan membawanya kembali.." Tapi Gangaa melarang, "jangan, kak zoya. Ini untuk mennatu keluarga haturvedi, aku bisa menyimpannya an tidak seharusnya di kembalikan.."

Gangaa lalu berlutut do depan nampan. Dia mengambil fotonya dan Krishna yang terpotong dua. Dia menatap foto itu sambil menangis. kahsish ikut mennagis, tapi Zoya tersenyum puas. Gangaa lalu mengambil pisau dan mangalsutra. Semua barang-barang itu di letakkannya di meja. lalu di tutupnya nampan sargi yang telah kosong itu dengan kain penutupnya sambil berkata, "nampan tidak boleh kembali dalamkeadaan kosong. Tapi aku harus melakukan itu, karena aku tidak punya sesuatu untuk di berikan.." Gangaa lalu beridi sambil memegangi nampan itu.

Zoya berkata, "maafkan aku Gangaa, kalau aku rahu akan seperti ini, aku tidak akan membawanya kesini..." Gangaa melarang Zoya menyalahkan diri sendiri, "krena kaka hanya ingin memperbaiki hubungan ini tidak lebih. Kita harus segera keluar.." Lalu sambil membawa nampan itu, Gangaa keluar di ikuti Kahsish dan Zoya. Gangaa memerikan nampan itu kembali pada Maharaj, "maharaj ji, kembalikan ini pada Nyonya.." Maharaj ji menerima nampan itu sambil tersenyum, "semoga tuhan memberaktimu..jaga dirimu dan Krishna dengan baik, aku kan datang lagi lain waktu.." Gangaa mengangguk. Zoya juga pamit pada Gangaa dan mengajaknya Maharaj pulang. Gangaa mengangguk. Maharaj dan Zoya pergi. Gangaa terlihat tegang dan sedih. Kahsish menatap gangaa dengan tatapan prihatin.

PREV     NEXT

Bagikan :