Loading...

Sinopsis Gangaa episode 438 by Meysha Lestari




Sinopsis Gangaa episode 438 by Meysha Lestari. Gangaa menyalakan diya. Angin berhembus, nyala diya bergoyang. Gangaa segera menghalangi hembusan angin dengan tangannya. Nyala diya masih bergoyang. Gangaa terlihat cemas, takut kalu diya yang di nyalakannya mati. Tiba-tiba sebuah tangan lain terulur dan ikut melindungi Diya dari hembusan angin. Itu adalah tangan Sagar. Gangaa mengangkat wajahnya dan menatap Sagar. Sagar balas menatap Gangaa sambil tersenyum manis. Keduanya saling bertatapan.

Lalu Sagar mengambil diya dari tangan Ganga. Dia menatap mesra sambil mengoyang-goyangkannya diya di depan wajah Gangaa. Lalu Sagar berkata, "matamu mengatakan segalanya. Diya ini membantu mempertahankan cinta dan perhatian kita. Dan menunjukan semua yang coba kau sembunyikan di balik kemarahan palsu dan kebanggaanmu. Di matamu hanya ada cinta. Cinta saja. Cinta dimana hanya tertulis namaku di atasnya. Jangan biarkan diya dari cinta dan harapan ini padam. Karena jika itu terjadi maka aku akan mati dan kau pun tidak akan bisa hidup..." Gangaa tersnetak mendengar kata-kata Sagar. Matanya berkaca-kaca. Sagar menatapnya dengan mesra. Gangaa memejamkan mata...
 
Gangaa dan Krishna masih berusaha menutupi diya dari hembusan angin dengan tanganya. Lalu Sagar datang dan membantu mereka menyelamatkan nyala Diya. Gangaa menatap Sagar dengan bingung, takut kalau itu cuma khayalannya saja. Sagar menatap Gangaa dengan wajah sedikit tegang. Krishna gembira melihat kedatangan sagar. iIa tersenyum dan menatap sagar dan Gangaa bergantian. lalu Krishna berkata, "kita telah menyelamatkannya.." Sagar mengiyakan, "ya, Krishna, kau telah menyelamatkannya..." Gangaa menatap Sagar dengan takjub, menyadari kalau dirinya tidak bermimpi.

Sagar berkata kalau itu bukan hanya diya, tapi harapan. krishna dengan rasa ingin tahu betranya, "maksudnya ...? Oh papa, apa yang terjadi kalau diya ini terus menyala?" Sagar menarik tangannya dari diya dan menjawab, "semua keinginanmu akan menjadi kenyataan..." Krishna menegaskan, "benarkah? Apakah kita akan mendapatkannya?" Sagar tersenyum. Gangaa  melarang Krishna bermain-main dengan api, karena itu bahaya. Gangaa menyuruh Krishan pergi.

PREV    NEXT

Bagikan :