Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

Sinopsis Gangaa episode 440 by Meysha Lestari.

Sinopsis Gangaa episode 440 by Meysha Lestari. Gangaa duduk kursi meja rias di hadapan sebuah diya. Kata-kata sagar kembali bergema di kepalanya. Nyala diya berkelip terkena hembusan angin. Gangaa cepat-cepat menutupinya dengan tangan. Gangaa bicara pda dirinya sendiri, "jangan bohong Gangaa, Apa yang di inginkan hatimu. kau masih snagat mencintai sagar kan? Kau ingin luruh dalam pelukannya...tapi egomu dan harga dirimu menjadi penghalangnya." Gangaa menatap dirinya di cermin dengan wajah tegang.

Lalu Krishna datang dan menarik tangan Gangaa dari atas diya, "mama, tangan mu tidak panas apa?" Nyala Diya telah membakar tangan Gangaa. Dengan cemas Krishna mengelus dan meniup luka bakar di tangan Gangaa, "panas nggak? katakan!" Gangaa meraih tangan Krishna dan menciumnya sambil berkata dengan kasih  sayang yang dia tunjukan, dia akan baik-baik saja. Dengan takjub Krishan menatap Gangaa. Gangaa balik menatapnya. krishna berkata sambil tersenyum, "kau berkata seolah-olah aku ini papa.." Gangaa terlihat salah tingkah, dia membunag wajah ke arah lain. Lalu bertanya, "kapan dia datang?" Krishna balik bertanya, "siapa?" gangaa dengan jengah meralat, "papamu..."
 

Krishna tersenyum. Lalu sambil menyanggah dagunya dia bertanya, "apakah kau menunggunya?" Gangaa menatap Krishna kaget. Krishan memainkan matanya. Gangaa menyahut, "tidak..!" Lalu dia bangkit dan menyiapkan diri sambil mengumankan sesuatu. Krishna mengamatinya dna memujinya, "kau telrihat sangat cantik mama. Kalau papa datang dia pasti akan terpesona. Benar." Gangaa membawa piring puja dan mengaca di cermin. Dia tertegun dengan penampilannya sendiri, "okay, tidak apa-apa..kau mengatakan itu untuk memujiku dan membuatku merasa seperti itu.." Krishna meyangkkal, "tidak mama, kau memang cantik sekali..." Krishna berkata kalau Gangaa wanita tercantik dan Sagar beruntung karena memilikinya.
 
Gangaa mencium kening Krishna dan mengajaknya pergi. Mereka keluar dan bersiap untuk merayakan Diwali. Krishna membawa dupattanya dan meminta Gangaa memakaikannya. Gangaa menyadari kalau dupatta itu kepanjangan. Gangaa meminta Krishna agar tidak memakai dupatta itu. Krishna berkeras. Akhirnya Gangaa mencari akal dan melekatkan dupatta itu sedemikian rupa di pundak bahu Krishna smabil bertanya, "katakan padaku, papa mu akan datang atau tidak?" Krishna menjawab kalau di tidak tahu.  Krishna melihat kalau Diya Gangaa akan mati, "mama..lihatlah! DIya akan segera mati. Lalu papa bagaimana?" Gangaa menatap diya dengan cemas. Tanpa pikir panjang, Krishna segera berlari kedalam untuk mengambil ghee. Gangaa mendekati diya itu dan menatapnya dengan wajah tegang.

Di rumah Chaturvedi, Juhi sedang membuat ulah. Dia tidak mau memakai anting yang di beli Supriya. Dia berkeras menginginkan anting yang sama dengan yang di belikan nenek untuk Krishna. Supriay menshus Juhi agar tidak bicara keras-keras. Supriya membujuk Juhi agar memakai anting yangd i abawa karena itu juga sangat cantik. Juhi tak mau dan ngambek. Supriya kesal dan memarahinya, dia bahkan hendak menamparnya ketika Pulkit menegurnya. Nenek dan Madhvi serta semua orang menyaksikan pertengkaran mereka. Pulkit mengingatkan Supriya kalau Juhi hanya nak kecil. Supriya dnegan frustasi bala smemarahi Pulkit, "apa yang kau katakan Pulkit? kau sendiri tidak mau mengurus aku ataupun anakmu. Tak ada seorangpun yang perduli untuk membelikan Juhi hadiah. nenek hanya membelikan hadiah untuk Krishna. Mami bahkan tidak perduli pada kita dan hanay memikirkan anak bungsunya..."

PREV      NEXT

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode

Loading...
Loading...