Loading...

Sinopsis Gangaa episode 443 by Meysha Lestari.




Sinopsis Gangaa episode 443 by Meysha Lestari. Sagar berhasil menjatuhkan satpam ke tanah. Melihat itu, Gangaa cepat-cepat meraih senapan di tanah. Begitu Sagar berbalik dan berada di hadapannya, Gangaa segera menodongkan senapa itu padanya sambil berkata, "segalanya sudah berakhir. Mundur atau aku akan menembakmu!" Sagar terkesima kaget. Begitu pula nenek. Nenek berteriak, "hai gadis, hentikan! Apakah kau sudah gila? Dia itu suamimu!" Sagar ikut menegur Gangaa, "Gangaa, kau gila apa? Senapan itu ada pelurunya. Buang jauh-jauh senapan itu Gangaa!"
 
Gangaa tidak mengubrisnya. Dia tetap menodongkan senapan di depan hidung Sagar dan menyuruhnya pergi atau dia akan menembak. Sagar coba membujuk Gangaa agar membuang senapan itu. Tapi Gangaa menolak. Dia berkeras menyuruh Sagar atau dia akan menembaknya. Sagar memohon agar Gangaa mau mendengar kata-kaatanya. Gangaa tetap keras kepala. Dia bahkan membenatka Sagar, "Sagar, tolonglah!..." Lalu Sagar meraih senapan di tangan Gangaa. Terjadi perebutan senapan diantara keduanya. Zoya menyerigai gembira melihat semua itu.

 
Rebutan senapan masih berlangusng. Terjadi tarik menarik. Sagar memohon agar Gangaa melepaskannya. Sementara Gangaa berusaha mempertahankan agar senapan itu tetap erat di tanganya. Lalu puncak dari semuanya, tanpa sadar Gangaa menarik pelatuk dan senapan itu meletus. Sagar terlontak kebelakang. Semua orang kaget. Nenek menjerit sambil menutup telinganya. Sagar memegangi samping kepalanya dengan bingung. Dia menatap tembol yang terkena lontaran peluru senapan. Semua orang menaatapnya dnegan cemas. Begitu pula Gangaa, dia terlihat sangat shock. Sagar menatapnya dengan tatapan tak percaya. Nenek menghambur kearah Sagar dan memeluknya ketakutan. Nenek memeriksa kondisi cucunya sambil menatap Gangaa dengan tatapan tak percaya juga. Gangaa menatap senapan di tanganya dan membuangnya ke tanah. Sagar menepis pelukan nenek dengan halus.

Sagar melangkah mendekati Gangaa. Gangaa pun melangkah maju untuk menyambutnya dengan ragu-ragu. Wajahnya di penuhi rasa sesal. Kata Gangaa dengan terbata-bata, "Sagar, aku tidak melakukan itu dengan sengaja...aku..." Sagar bertanya, "apa kau pikir kau bisa menghentikan aku dengan tembakan itu? Hem? Lakukan apa  yang ingin kau lakukan. Tapi aku tidak akan pergi tanpa bertemu Krishna. Kau tak mau bersamaku kan? AKu juga tak mau bersamamu!" Sagar hendak melangkah. Gangaa coba mengatakan sesuatu, "Sagar aku..." Gangaa menunjuk wajah Gangaa sambil membenatkanya, "Diam! Diam!!" Gangaa tersentak di bentak begitu. Sagar menatap Gangaa dengan penuh kemarahan. Zoya menatap keduanya dengan airmuka gembira. Nenek tertunduk prihati.

Sagar berkata, "aku telah setuju dan menerima semua keinginanmu, menyalahkan diri sendiri, dan menanggung perilaku kasarmu dengan harapan suatu hari kau akan tenang. Tapi aku salah. Kau tak mau melangkah maju dan terus berkutat dengan masa lalu. Karena ego adalah segalanya bagimu. Dan hanya berpikir bahwa aku telah mempertanyakan karaktermu maka tidak bisa di maafkan. Oh tuhan..! Bahkan setelah kau tahu, bahwa aku tidak ingat apapun, kau tidak akan memaafkan karena egomu..." 
 
Gangaa menjelaskan pada Sagar kalau dia tidak bermaksud menembaknya. Sagar tidak mau mendengar, "Gangaa cukup! Mungkin kau bisa menghentikan aku. Baiklah! Tapi sekarang aku akan mendapatkan izin secara hukum dan membawanya dari sini. Karena dia anakku dan aku punya klaim penuh atas dirinya. Dan aku akan mengambilnya! Kau ingat tentang kasus di pengadilan? Aku telah memutuskan untuk merebut Krishna secara hukum dan membawanya pergi darimu, Gangaa Sukla!" Gangaa terlihat gusar dan ketakutan.

PREV      NEXT

Bagikan :