Loading...

Sinopsis Gangaa episode 445 bag 3




Sinopsis Gangaa episode 445 bag 3  by Meysha Lestari.  Sagar frustasi mendengar tuduhan Gangaa, "kau sudah gila! kau telah terpedaya oleh rasa takut dan berhenti berpikir rasonal. Tak ada yang akan merampas dia darimu, kau salah paham..." Gangaa berkeras kalau dia tak akan membiarkan apapun terjadi pad Krishna. Gangaa teru sberkata kasar dan menuduh Sagar yang bukan-bukan. Sagartak tahu harus bagaimana.  Krishna  pun terlihat bingung. Gangaa mengajak Krishan pergi. Krishna keberatan. Sagar meraih tangan Krishna dan berkata kalau dirinya tak bisa membiarkan gangaa pergi, "kau harus mengatakan pada polisi semuanya.." Tapi Gangaa menolak. Dia untuk mebawa krishna dan pergi bersamanya. Sagar tidak bis aberuat apa-apa selain menatap kepergian istri dan anaknya dengan putus asa.

Gangaa menggandeng tangan krishna mengajaknay pergi. Sepanajang perjalanan Krishan coba menjelaskan pada Gangaa kalau Sagar tidak mungkin merebutnya, "dia telah menyelamatkan aku... mama pasti berohong!" Gangaa kesal dan membentak Krishna karena terus membela Sagar. gangaa menegur Krishna, menyuruhnya diam dan ikut bersamanya. Krishna menurut.

 
Sagar masih berdiri di tengah jalan ketika mobil polisi muncul. Polisi turun dan menanyai Sagar, "apakah kau menemukan nyonya Gangaa?" Sagar menggeleng. Polisi menyuruh anak buahnya menggeledah rumah Gangaa. Mereka hendak pergi ketika Sagar menahan mereka, "jangan, itu tidak akan ada gunanya. Dia pengacara, dia tahu kalau tidak ada wanita yang bisa di tangkap di malam hari.." Polisi mengerti aturan itu. Sagar menyarankan mereka agar menunggu sampai besok pagi. Polisi mengeluh, "ganga telah  melakukan hal yang benar.."

Paginya...
 Nenek ytelah siap untuk pergi ke pengadilan. Dia memanggil semua orang dan mengajak mereka untuk sama-sama pergi ke pengadilan. Niru muncul. Nenek dengan senang hati menyuruh Niru bersiap dan pergi ke pengadilan bersamanya karena ini hari penting untuk Sagar. tapi Niru menolak, "tidak amma ji, aku tidak akan pergi!" Nenek terlihat heran, "apa maksudmu? Apakah kau tak mau mendukung anakmu? Ayo sana bersiaplah!" Niru menjawab, "dia memang anakku amma ji, tapi menantu jiga seperti puteriku sendiri, dia ada di sana juga. Agar tetap netral, aku tidak akan memihak siapapun.." Nenek coba membujuk Niru, tapi Niru tidak menurut. Dia pergi ke lantai atas.

Pulkit dan Supriya muncul. Nenek mengajak mereka pergi ke pangadilan bersamanya. Pulkit memberitahu nenek kalau mereka tidak bisa pergi. nenek heran, mengapa tidak bisa pergi? Pulkit memberitahu nenek kalau mereka harus mengantar Juhi ke sekolah dan bertemu dengan gurunya. Nenek menjelaskan pada mereka pentingnya hari ini untuk kehidupan Sagar. Dia memaksa merek aberdua untuk pergi. Tapi SUpriya menolak dengan tegas. Dia mengatakan kalau mereka punya prioritas sendiri yaitu mengurus Juhi. nenek tertegun menatapnya. Lalu Supriya memberitahu Pulkit kalaudia menunggunya di luar. Tanpa pamit Supriya pergi. Nenek bingung dengan sikapnya. Dia mengeluhkan Supriya pada Pulkit, "apa yang terjadi dengan istrimu?" Pulkit tidak menyahut, dengan wajah tidak senang dia pergi menyusuk Supriya. nenek bingung. Dia lalu memanggil Mahdvi, "menantu....!"

Gangaa berdiri di depan gedung pengadilan dengan wajah sangat cemas. Dia menatap pintu pengadilan sambil berguman seorang diri, "aku takut sesuatu yangs alah akan terjadi. Aku berharap ayah ada di sana bersamamu untuk menyalakan keyakinanku, kepercayaanku dan tekad untuk melakukan apayang benar. Aku sangat merindukanmu ayah..." Tiba-tiba hp Gangaa berdering. Gangaa mengangkatnya. Niru yang menelpon. Sapa Gangaa, "tuan..."

PREV     NEXT

Bagikan :