Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

Sinopsis Gangaa episode 446 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 446 by Meysha Lestari. Pengacara Sagar menghadirkan para saksi yang akan membuktikan tuduhannya kalau Gangaa adalah ibu yang ceroboh dan tdiak bertanggung jawab. Diantara saksi itu ada dokter yang menangani Krishna di rumah sakit, lalu penjual perhiasan. Penjual perhiasan memberi kesaksian kalau Gangaa telah menjual perhiasan curian. Gangaa terlihat tegang. Sagar tidak tega melihat itu. Setelah penjual perhiasan turun dari mimbar kesaksian, Sagar memohon pada hakim agar di beri waktu untuk bicara dengan pengacaranya secara pribadi. Tapi hakim menolak permohonan Sagar. Sesi tanya jawab pun di lanjutkan.

Kali ini pengcara Sagar memanggil inpsketur polisi yang menangkap Gangaa. Inspektur mengatakan bagaimana dia mendapat aduan kalau Gangaa telahmenjual perhiasan curian lalu memsukannya ke penjara. Tapi di penjara dia menyandera Zoya untuk bisa kabur. Semua orang mendengar kesaksian para saksi yang di ajukan pengacara Sagar. Setelah saksinya habis, pengcara memberikan kembali waktunya pada hakim, "yang mulia, itu saja.." lalu dia duduk di tempatnya,

 
Hakim memberi kesempatan pada Gangaa untuk mengajukan pembelaannya. Gangaa berdiri dan mengatakan semua yang di katakan Zoya padanya tentang kecelakaan. bahwa penyebab kecelakaan itu adalah sagar, "dia melakukan itu agar bisa merampas Krishna, anakku. Ada saksi dalam kejadian itu, kak Zoya..." Sagar menoleh kearah Zoya, begitu pula nenek dan Mahvdi. Zoya terlihat tegang. Ganga amemohon pada hakim agar di izinkan untuk mengajukan saksinya zoya. hakim mengizinkan. Zoya di panggil untuk naik ke mimbar.

Zoya naik ke mimbar denga wajah tegang. Dia menatap Sagar dan keluarganya lalu terunduk tegang. Gangaa berkata, "kak Zoya, tolong katakan apa yang sudah kau katakan padaku dan apa yang semua yang kau ketahui tentang perhiasan dan siapa yang memberikannya padamu.." Zoya tertunduk tegang. Zoya menyentuh tangan Zoya dan menguatkan, "jangan takut kak Zoya, katakan saja.." Zoya menatap kedua saksi yang juga sedang menatap kearahnya. lalu ZOya melirk sagar yang menatapnay dengan rasa ingin tahu. Zoya menatap gangaa. Gangaa mengangguk dengan penuh harap padanya.

Zoya menatap hakim dan berkata, "tuan hakim, aku...aku tidak tahu harus bicara apa..." Gangaa terperanjat. Begitu juga Sagar. Zoya memberitahu hakim kalau dirinya tidak tahu apa-apa tentang perhiasan yang di bicarakan Gangaa karena dirinya tak pernah memberikan perhiasan itu padanya. Gangaa terluka dan tegang mendengar kata-kata Zoya. Di amenatap Zoya dan hakim bergantian. Hakim bertanya, "itu saja?" Zoya mengangguk. Lalu Zoya turun dari mimbar kesaksian. di ikuti tatapan kecewa dan sakit hati dari Gangaa. hakim mennayai Gangaa apakah ada saksi lain lagi? Gangaa menggeleng, "yang mulia, karena saksi yang kuajukan telah menjadi bumerang bagiku, maka aku mohon agar di beri waktu untuk menemukan lebih banyak bukti kalau aku tidak bersalah.." Tapi hakim menolak permohonan Gangaa. Gangaa menatap ZOya, lalu duduk kembali ke tempatnya.

  Hakim lalu mengeluarkan pernyataannya, "pengadilan hari ini tidak cukup untuk sampai pada satu kesimpulan, tapi lebih dari cukup untuk mengetahui karakter nyonya Gangaa Sukla. Dari kesaksian para saksi, kita bisa tahu kalau nyonya Gangaa sukla sangat sembrono. Dan ada bukti yang jelas juga kalau tuan SagarChaturvedi tidak punya pengalaman dalam membesarkan seorang anak. Karena itu tidak bisa di katakan dengan pasti apakah dia bisa membesarkan Krishna dnegan baik. Yang penting adalah kebahagiaan Krishna dan untuk itu keputusan ada di tangan Krishna saja. Dia yang akan memutuskan dengan siapa dia akan tinggal. Ibunya Gangaa sukla atau ayahnya Sagar Chaturvedi...." Semua kaget mendengar keputusan hakim.

Malamnya, nenek duduk dengan wajah gelisah dan tegang di depan mandap. Keputusan hakim bahwa Krishna sendiri yang harus memilih dengan siapa dia akan tinggal terus bergema di telinga nenek. Maharaj ji masuk sambil memanggil nenek. Nenek tersentak kaget. Melihat kondisi nenek, Mahara ji cemas, "Amma ji, ada apa amma ji? Apakah kau baik-baiks aja?" Nenek tidak menyahut. Dia berdiri dan bergegas pergi keluar di ikuti tatapan cemas maharaj ji, "ya tuha, kenapa dengan amma ji?"

PREV     NEXT

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode

Loading...
Loading...