Loading...

Sinopsis Gangaa episode 462 bag 2




Sinopsis Gangaa episode 462 bag 2 by Meysha Lestari.  Nenek sedang menemani Niru dan mengajaknya bercakap-capak. Niru sudah bisa tersenyum saat nenek berkat akalau bagi orang tua, anak-anak adalah yang paling utama. Niru berkata terlalu banyak drama dalam rumah tangga anak-anaknya. Krishna muncul bersama Juhi. krishna bertanya, "babu, apakah kau baik-baik saja?" Niru meyakinkan Krishna kalau dirinya baik-baik saja, hanya saja mereka yang terlalu mendramatisir suasana. Krishna duduk di samping Niru. Krihsna membeairtahu Niru kalau Gangaa sangat emncemaskan dirinya. Niru tersenyum, "itu karena ibumu sangat mencintai aku.." Krishna setuju, "ya. Dia selalu mendengarkan dirimu. Bisakan tuan meminta agar dia mau tinggal bersama papa?" nenek dan Niru saling pandang. Lalu Niru menjelaskan, "tidak nak, aku tidak ingin memaksa ibumu melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan. Dia tidak akan suka. Tapi aku akan mencobanya.."

 
Krishna memberitau Niru kalau Gangaa sangat mencintai Sagar. Niru ddan nenek terlihat tegang mendengarnya. Lalu Juhi mengalihkan perhatian mereka saat bertanya, "kakek, bolehkan aku minta appelnya?" Niru tersenyum, "ya, nak.. ambillah!" lalu Niru menawari Krishna. Krishna menolak dan bergegas pergi dnegan perasaan tak puas. Juhi mengucapkan terima kasih dan mengikuti krishna. Niru membeirtahu nenek kalau dia tak tahu bagaimana cara menjelaskan tentang hal itu pada Krishna. Nenek menenagkan Niru,, "suahlaj Niru, jangan terlalu di pikirkan, semua kan baik-baik saja.."

Gangaa tiba di depan kuil. Dia menatap patung dewa dan mengeluarkan unek-uneknya dengan emosi. kata Gangaa, "aku selalu berada di sisimu dan mengerti apapun takdir yang kau berikan padaku. Tapi mengapa hari ini kau berikan kesedihan yang begitu besar? AKu telah kehilangan baapak ku.. dan sekarang aku jjug akan kehilangan babu.." Gangaa sambil menangis memprotes dewa. Pendenta menegurnya, "nak, jangan berpikir begitu. Tuhan selalu punya motif dalam melakukan sesuatu.." Gangaa tiak terima, "tidak, pak. Dia selalu menyiksa orang yang berdoa padanya siangdan malam. nenek, babu, nyonya..." Gangaa menangis. Pendenta menyuruh Ganga menenangkan diri dan begegas pergi. Gangaa kembali bertanya-tanya bagaimana caranya memberitahu keluarga tentang kaabar ini.

Nenek dan Mahdvi sedang membuat daftar barang-barangyang mereka perlukan untuk pemujaan. nenek mengingatkan Mahdvi kalau apa yang akan mereka lakukan ini sangat penting. Mahdvi memastikan kalau dai akan menyiapkan semuanya. Setelah daftar lengkap, mahdvi menyerahkan daftar itu pada Maharaj. Maharaj pergi membawa daftar itu. nenek lalu menanyakan kenapa Gangaa belum juga pulang. Mahvdi menenangkan nenek. maharaj datang sambil membawa tas belanjaan, "sudah siap, nyonya.." Mahvdi berdiri hendak pergi ke pasar bersama Maharaj.

Gangaa datang. Mahvdi segera menyambutnya. Nenek dan Maharaj ji ikut mengellinginya. Mereka dengan ras aingin tahu menanyakan hasil tes dan apa yang doktor katakan tentang penyakit Niru. Gangaa berbohong dengan mengatakan kalau semua baik-baik saja. Nenek percaya, tapi dia melihat kalau Gangaa sangat tegangd i balik senyumannya. Mahdvi ingin melihat hasil tes. Gangaa kaget dan berkata kalau laporannya ada pada dokter. Amma ji terlihat gembira sementara Mahdvi masih terlihat tegang. Namun demi pemujaan, dia harus segera pergi ke pasar untuk belanja semua kebutuhan. mahdvi memberitahu Gangaa tentang puasa yang akan mereka lakukan. Gangaa semakin sedih saat  teringat apa yang di katakan dokter tentang Niru.. Sinopsis Gangaa episode 463 bu Meysha lestari.

PREV    NEXT

Bagikan :