Loading...

Sinopsis Gangaa episode 496 by Meysha Lestari.




Sinopsis Gangaa episode 496 by Meysha Lestari. Sagar benar-benar tidak bisa menemukan cincinnya. Lalu dia keluar meninggalkan Gangaa yang terlihat cemas. Gangaa menemui Amma ji di kamarnya. Amma ji yang sedang khusyu berdoa menyambutnya, "ada apa gadis? kenapa kau terlihatc emas? apakah semua baik-baik saja?" nenek mengakhiri doanya. Gangaa duduk di tepi tempattidur di hadapan nenek. Kata Gangaa, "nenek, aku ingin meminta sesuatu..." Nenek bertanya, "apa itu? katakanlah!" Gangaa meminta nenek dan keluarga tidak pergi ke Ghaat di hari makar Sakranti besok, "aku mendapat firasat kalau hal buruk akan terjadi..."

Nenek menenangkan Gangaa, dia tahu Gangaa punya kenangan buruk di masa kecil di Makar Sakranti di mana dia kehilangan ayahnya, "tapi kau harus menghadapi ketakutan itu, kalau tidak dia akan terus menghantuimu.." Nenek menasehati Gangaa agar punya keberanian untuk menghadapi kenangan itu dan menerimanya. Gangaa terdiam dalam kegusaran. Nenek ingin Gangaa memakai saree yang bagus dan berdandan cantik sebelum pergi, "ini hari spesial untukmu, kau akan membuat kenangan baru untuk menggantikan kenangan lama..."

 
Maharaj ji sedang duduk ketika Gangaa datang membawakan susu untuknya. Maharaj ji menerima cangki berisi susu itu dan mengucapkan terima kasih. Lalu Mahraaj ji bertanya apakah Gangaa sudah melihat calon suaminya? Gangaa menggeleng. Maharaj ji bicara tentang pernikahan

DI suatu tempat, seorang pria sedang bicara di telpon. Dia memperingati anaknya dengan suara tegas dan mengancamnya kalau dia tidak menikah dengan Gangaa, maka dia tidak akan bisa melihat wajahnya. Karena gangaa adalah wanita baik yang di pilihkan untuk menjadi menantunya. SI anak menjawab kalau dirinya akan menikahi Gangaa seperi harapan ayahnya, "tapi hanya sebagai menantumu. Karena dia dan pernikahan ini tidak berarti apa-apa bagiku..."

Gangaa tidur dengan gelisah. Dia bermimpi buruk tentang Krishan yang tenggelam dan dirinya yang terkurung dalam ruang gelap tanpa pintu. Gangaa terbangun dengan keringat dingin membasahi sekujur tubuh. Wajahnya terlihat ketakutan dan panik. Lalu Gangaa meraih gelas minum dan meneguknya untuk menenangkan diri, tapi kegelisahan tetap menyelimuti hatinya dan dia tidak bisa memejamkan mata.

Paginya, semua telah siap untuk pergi ke Ghaat. Nenek memanggil maharaj ji agar menyiapkan nampan arti untuk pemujaan. Tapi Mahdvi berkat akalau di telah sudah menyiapkannya dan mengingatkan nenek kalau maharaj tidak lagi ada bersama mereka. Gangaa keluar dengan raut wajah masih terbalut kegelisahan. Sagar mennatapnya. Mahdvi memuji Sagar yang terlihat cantik dalam balutan saree yang di pilihkan kemarin. Gangaa tersenyum. Sagar meletakkan potongan kertas berbentuk kupu-kupu ke tangan gangaa dan memintanya agar bersiap untuk menerima kejutan yang lebih besar. Gangaa tersenyum tipis. Dia menyimpan kertas-kertas itu dalam lipatan sarinya.

Niru berabung dengan mereka. Dia mengingatkan Sagar dan Gangaa agar bersiap untuk pergi ke Switzerland besok, "jadi kalian harus kembali tepat waktu.." Sagar mengangguk. lalu Niru mengajak keluarganya agar pergi. Gangaa dengan gelisah ikut pergi bersama mereka. Saat dia melangkah sareenya tersangkut. Gangaa menoleh dan menarik sareenya. Lalu dia menatap seisi rumah dan keluarga Chaturvedi yang menunggu di luar. Gangaa merasa berat untuk meninggalkan rumah itu. Sagar melihat kelakuan Gangaa dan memanggilnya, "Gangaa, ayo..." Gangaa lalu melangkah dan bergabung dengan mereka. Semua terlihat sumringah dan bahagia. Senyum terukir di wajah semua orang. Kecuali Gangaa. lalu merekapun pergi meninggalkan rumah.

PREV     NEXT

Bagikan :