Loading...

Sinopsis Gangaa episode 515 by Meysha Lestari.




Sinopsis Gangaa episode 515 by Meysha Lestari. Melihat keakraban Shiv dan Gangaa serta radhika, Savitri terliha tidak suka. Savitri memanggil daima dan Gangaa agar masuk kedalam. Kushal memberitahu Gangaa bahwa tak seorangpun di rumah itu punya keahlian untuk memanjat pohon dan Gangaa adalah satu-satunya wanita di rumah yang punya keahlian itu. Savitri berpikir untuk mengendalikan Gangaa.

Savitri merasa senang karena Gangaa mulai megerti auran dalam rumah mereka. Dia memberitahu shiv kalau dulu dia berpikir kalau Gangaa tak mungkin jadi menatu yang baik, tapi ternyata dia salah. Savitri ingin mengajari Gangaa menjadi menantu yang baik dnegan memberinay tanggungjawab layaknya menantu paling tua. Savitri berencana memberikan tanggung jawab Shrivrastri pada Gangaa seperti yang di pernah di lakukan Parvari. Tapi Shiv menolak, "Gangaa masih baru di keluarga ini." Savitri memberi alsan bahwa itu adalah salah satu cara agar Gangaa belajar menjadi menantu yang baik, "dia akan belajar kalau dai mengerjakannya juga.." Shiv tetap menolak, "aku sendiri yang akan memegang tanggungjawab itu, berikan tanggungjawab lain pada Gangaa.."

Maharaj ji datang kerumah Shiv untuk menemui Gangaa, anaknya. Pelayan menghentikan dia dan menyuruhnay menunggu di luar. pelayan memberitahu savitrik kalau seseorang ingin bertemu Gangaa dari rumah ibunya. Gangaa bergega skeluar. Savitri mengingatkan Gangaa tentang cadarnya. Gangaa menurut. Dengan wajah terutup Cadar, gangaa menyentuh Maharaj ji. Maharaj sangat senang melihat Gangaa meski tak bisa menatap wajahnya. Savitri menanyai Gangaa siapa Maharaj ji, "kau tak pernag bercerita tentang dia pada kami.." Maharaj ji heran, "apakah kau tidak mengenali aku?" Jhumki mengejek Gangaa karena tidak mengenal nama kerabatnya. Savitri berkera smenanyai Gangaa, "siapa dai? Kau harus menjawab! Apakah kau tak mengenalnya?"

Gangaa mengintip Maharaj dari balik cadarnya, dengan wajah bingung Gangaa menggeleng, "aku tak mengenalnya.."Maharaj ji sedih mendengar itu. Saviytri lalu mengusir maharaj ji dan berkata kalau siapapun bisa saja datang dan mengaku sebagai kerabat. Sambil menitikkan airmata, Maharaj ji meninggalkan rumah Shiv. Gangaa masuk kedalam. Cadar yang di pakainya terjatuh. Maharaj ji menoleh. tapi Savitri telah lebih dulu menghalangi pandangnnya dari Gangaa. Savitri memasang kembali cadar ke kepala Gangaa dan menyuruhnya masuk.

Di luar, Daima menghampiri Maharaj ji dan meminta maaf padanya atas aoa yang di lakukan Gangaa. daima memberitahu maharaj ji bahwa Gangaa juga tidak ingat siapa namanya sendiri dan telah kehilangan ingatannya. Maharaj ji sedih sekali. Dia berkat akalau bencana besar sedang terjadi pada kedua Gangaanya. Gangaa yang di sini kehilangan ingatan nya sementara Gangaanya yang di banaras telah di renggut oleh badai dan belum kembali. Daima merasa iba padanya. Lalu maharaj ji pamit pergi. savitri mendengar perkataan Maharaj ji dan bertanya-tanya, kenapa dia tidak tahu tentang hal ini?

Malamnya, Pratab dan savitri membicarakan Gangaa yang kehilangan ingatannya. Savitri merasa senang karena kini dia punya kesempatan untuk menyingkirkan Gangaa dari rumah mereka dan dari hidup Shiv selamanya. Savitri bertekad bahwa Ganga aharus mati. Dan dia juga sudah punya gambaran tentang bagaimana, kapan dan dimana Gangaa akan mati. Pratab senang.

PREV     NEXT

Bagikan :