Loading...

Sinopsis Paakhi episode 50 by Meysha Lestari.




Sinopsis Paakhi episode 50 by Meysha Lestari. Mendengar Ayaan bersikap tidak sopan pada Paakhi, Anshuman memarahinya. Ayaan tidak terima dan berkata, "bagus akau akan pergi dari sini..." lalu Ayaan beranjak pergi. Paakhi tertegun sedih memikirkan kata-kata Ayaan. Anshuman berdiri di belakangnya dnegan tatapan penuh tanda tanya.

Girish duduk termenung di sofa. Bibi menyuruh Girish makan. Girish berkata kalau dia tak bisa makan sebelum Lavanya pulang. Bibi yakin lavanya akan pulang telat. Girish bangkit hendak pergi ketika Lavanya muncul dan mengejeknya. Girish menghentikan Lavanya dan memegang tanganya. Lavanya meyuruh girish melepas peganganya, "lepaskan tanganmu! Lepaskan! Kau sudah kehilangan hak untuk menyentuhku!" Girish meminta Lavanya mendengarnya, "aku tahu aku membuat kesalahan besar. karena itu aku minta maaf. AKu tahu aku tak bisa merubah apa yang terjadi.." Lavanya menyela, "aku yang akan melakukan segalanya sekarang.."

 
Girish bertanya, "bagaimana jika aku tidak mengatakan yang sebenarnya padamu? kau pasti tidak akan tahu..." Lavanay mengucapkan terima kasih ata skejujuran girish, "kau telah membantuku dengan mengatakan yang sebenarnya. Kau lihat ini? Mug pasangan ideal dari Tanya. Dia berpikir kalau kita adalah pasangan ideal, tapi apa yang kau lakukan?"" Lavanya membanting mug itu ke lantai hingga hancur berkeping-keping. Girish minta maaf, "apa yang kau dan anshuman lakukan pada pakhi juga curang.." Lavanya tambah marah mendengar nama anshuman di sebut, "apa yang di lakukan ANshuman adalah untuk nama keluarga. Karena itu dia membawa Pakahi kemari. Dia tak pernah menatap Pakahi dengan hasrat yang salah, tapi apa yang kau lakukan> Kau seharusnya malu. Jangan bandingkan dirimu dan Anshuman lagi, kalau tidak..."

Girish tertegun diam. Lavanya segera meninggalkannya dan masuk kekamar. Di amengeluarkan baju tidur berwarna merah, ada secarik kertas tertempel di sana, sebuah puisi dari Girish. Lavanya menrobek kertas itu. Dia lalu melangkah ke meja rias untuk melepas perhiasannya, ada secarik kertas berisi puisi dari Girish menempel di cermin. Lavanya kembali membuang kertas itu dan melangkah kedapur. Dia membuka kulkas untuk mengambil air minum, girish juga menyelipkan puisi di sana. Lavanya membaca puisi itu dan menitikkan airmata.

 
Girish datang dan mengusap airmata Lavanya. Lavanya menatapnya. Girish meminat Lavanya agar tidak meninggalkannya dan memohon maaaf dari Lavanya. lalu Girish berlutut di hadapannya, tapi hati lavanya sudah beku, dia berkata, "aku tak bisa memaafkanmu. Kau akan mendapat surat cerai besok.." Girish mendongak menatap lavanya dan terperanjat kaget.

Paginya, Pakahi terbangun dan tidak melihat ANshuman. Paakhi keluar dan melihat Anshuman sedang duduk termenung di taman. Anshuman berpikir bagaimana Ayaan bisa setuju untuk pergi ke sekolah asrama. Paakhi merasa kakau Anshuman memikirkan Ayaan, "...dia tidak mengatakan apa-apa, tapi menyembunyikan kesedihannya. AKu akan bicara dengannya.." Pakhi masuk kemabli kedalam.

Anshuman mendengar suara alarm mobil berbunyi. Dia merasa heran dan melangkah mengendap-endapke arah mobil. Dia memunggut kayu dan siap utuk memukul. Anshuman melangkah perlahan, lalu membuka pintu mobil. Dia siap memukul ketika Tanya menarik tubuhnya. Anshuman jatuh menindih Tanya, "kau??"

PREV     NEXT

Bagikan :