Loading...

Sinopsis Paakhi episode 51 by Meysha lestari.




Sinopsis Paakhi episode 51 by Meysha lestari. Tanya menyuruh Anshuman mengajak Paakhi berlibur karena dia tidak bisa beraksi di depannya. Anshuman yakin kalau paakhi tak akan setuju. Tanya meminta Anshuman memikat paakhi, "jika dia menghabiskan waktu bersama Ayaan, bukan berarti di atak ingin bersamamu. Jika kau mau, kau boleh.." Anshuman tertegun mendengar saran Tanya. tanya menggoda Anshuman dan menantangnya, "apakah kau berani?" Anshuman tidak terima di tantang begitu, "siapa takut? AKu akan mengajaknya. Aku tahu dia tak setuju..." Tanya yakin Paakhi setuju. Anshuman terdiam, dia memikirkan apa yang akan di lakukannya.
 

Paakhi berdiri di tangga sambil memanggil Maha ji. Maha ji tergopoh-gopoh menemui paakhoi. "ya, nyonya.." Paakhi meminta Maha ji menyiapkan sarapan. Ayaan ikut keluar dan memanggil Maha ji dengan suara nyaring. Maha ji menyahut, "ya, tuan muda..." Ayaan meminta Maha ji membantunya berkemas. Paakhi tersenyum mendengarnya. Anshuman muncul dan menyapa paakhi. Paakhi heran melihatn Anshuman, "kau..?" Anshuman menunjukan kota k sindoor. paakhi tersentuh.

Anshuman lalu membuka kotak dan memasangkan serbuk sindoor. Paakhi mengucapkan terima kasih. Anshuman berkata kalau dia ingin bicara dengan paakhi. Paakhi menyahut, "aku tahu, tentang Ayaan kan? Aku telah melihatmu sedih sepanjang malam.." Anshuman menyangkal, "bukan, hal yang lain, Sebenarnya aku berpikir...." Anshuman tak dapat menahan diri dan bersin. Paakhi cemas, "kau terserang flu? Ayo duduk di sini.." Paakhi menarik Anshuman duduk di kursi dan memijat keningnya dengan minyak eucaliptus. Awalnya Anshuman menolak, tapi lalu merasa nyaman dengan pijatan paakhi. Sambil terlena, Anshuman berguman lirih, "..lepaskan Pakhi! Lepaskan...!" Pakahi menghentikan pijatannya. Anshuman membuka mata dan bertanya, "kenapa?" Paakhi menjawab, "kau minta di lepaskan..." Anshuman berkata kalau dia menyukai pijatan Paakhi. Paakhi melanjutkan pijatannya. Anshuman kembali terlena.

 
Lalu paakhi bertanya, "apa yang ingin kau katakan?" Anshuman tersadar, "aku... aku ingin bilang.." Anshuman menyuruh pakahi duduk. Paakhi duduk. Anshuman berkata "..kau telah melakukan banyak hal untukku. jadi aku berpikir aku seharusnya..." Pakahi menatap ANshuman takjub, "itu artinya sepanjang malam ini kau berpikir tentang aku?" ANshuman mengangguk. pakahi tersneyum, "Aku sangat bahagia berada di rumah ini, jangan khawatir tentang aku dan Ayaan. Biarkan dia melakukan apayang dia inginkan. jangan terlalu di pikirkan. Aku berjanji, Ayaan tak akan pergi kemanapun. Kita akan menjadi satu keluarga bahagia..."

ANshuman berkata kalau dia ingin melakukan sesuatu untuk Paakhi. Paakhi berkata bahwa apa yang di lakukan oleh ANshuman setiap pagi, yaitu memasang sindoor untuknya sudah merupakan sesuatu yang sangat berharga. Lalu paakhi beranjak pergi sambil membanggil Maha ji. Anshuman binggung karena Pakahi tak mau mendengarnya. Pikir Anshuman, "Dia mempunyai jawaban untuk semuanya. Aku tak bisa bicara tentang liburan. Apa yang akan aku lakukan?" Anshuman bertekad untuk tidak kalah dari paakhi.

Bibi membaca dokumen degan wajah tegang. Girish datang dan bertanya, "bibi?" Bibi menyodorkan dokumen itu pada Girish. Girish bertanya, Apa itu?" lavanya menjawab, "surat cerai.." Girish kaget. Bibi beranjak pergi. Girish hendak mengatakan sesuatu. Tapi lavanya memotong ucapannya dan menyuruhnya tanda tangan. Girish ingin protes, tapi Lavanya memaksanya tanda tangan sambil mengulurkan pen. Girish mengambil pulpen itu dan duduk di sofa.  tanap sengaja, tangan girish terluka dan berdarah.
 
PREV      NEXT

Bagikan :