Loading...

Sinopsis Paakhi episode 64 by Meysha lestari




Sinopsis Paakhi episode 64 by Meysha lestari. Lavanya menunjukan designs sepatunya pada tuan Raichand. Tuan Raichand terlihat puas. Lavanya bicara tentang naina tapi terhenti begitu tersadar kalau naina adalah anak girish.

Paakhi memakai Sindoor sendiri, karena Anshuman tak ada di rumahnya. Dia tersenyum sendiri saat memikirkan Anshuman. Dia juga berpikir tentang Tanya dan apa yang di lihatnya do kantor hari itu. Paakhi sedikit curiga pada Anshuman, tapi coba menepis kcurigaan itu karena dia merasa Anshuman tidak akan jatuh cinta pada Tanya, " tidak mungkin seperi itu, tapi aku sebaginya bicara dengan Anshuman.."

Lavanya mempresentasikan proposalnya. Dia berkata kalau dirinya mendesign sepatu itu berdasarkan pengalaman pribadi, karena aku sedang hamil. Siapa yang lebih mengerti tentang itu selain diriku??" Lavanya berkata kalau dirinya benar-benar tertarik untuk menadpatkan proyek itu. Dan setelah di pertimbangkan, tuan Raichand memberikan proyek itu pada lavanya. lavanya sangat gembira.

Paakhi mendoakan Ayaan agar menang dalam kompetisi debat. Ayaan berkata kalau dirinya sedikit gugup. Paakhi menciumnya dan berkata, "semoga sukses! Kau tidak akan kalah..!" Lalu paakhi memeluk Ayaan dan mengucapkan selamat jalan. Ayaan berangkat kesekolah. Ashok berkata kalau ramesh ingin pergi ke kantor pos, dia yang akan memasak. Paakhi menyuruhnya pergi biar dia yang memasak.

 
Paakhi sedang membaca surat kabar dan kaget mendengar ada kecelakaan pesawat di Simla. Paakhi segera berlari ke kamarnya untuk mengambil telpon. Anshuman berada di hotel bersama Tanya. Anshuman teringat kata-kata pakhi dan doanya. Tanya mendekati Anshuman dan bertanya mengapa mereka tidur di kamar terpisah, "kita kan bisa tinggal sekamar. Setelah 7 hari, kamarmu akan menjadi kamarku.." Anshuman setuju. Anshuman memeriksa hpnya. Tanya memberitahu Anshuman kalau dia mematikan hponya sejak kemarin. Tanya tak ingin ada  dunia luar diantara mereka. Ansnuman mencemaskan kantor dan bisnisnya, "aku haru selau memantaunya.." Tanya menyuruh Anshuman memikirkan prioritas utamannya. Anshuman tersadar, "ya, tidak terhubung dengan dunia luar, mari kita berpikir apa yang harus di lakukan untuk mengusir Paakhi.." tanya memeluk Anshuman.

Paakhi coba berkali-kali menelpon Anshuman, tapi panggilannya tidak terhubung. Paajkhi sangat cemas. Dia berdoa untuk keselamatan Anhsuman, "aku cemas, meski aku yakin dia pasti baik-baik saja.." Anshuman mendapat surat kabar dan makanan. Anshuman meminta rokok. tanya mengambil surat kabar dan menyuruh Anshuman fokus, "aku melakukan ini untuk kita karena akau akan hadir dalam hidupmu." Anshuman gelisah, dia ingin menelpon Ayaan untuk mengucapkan semoga berhasil. Tanya tak bisa melarang, dia heran melihat kegelisahan Anshuman, "aku tak pernah melihatmu seperti ini sebelumnya. kau benar-banr ayah yang baik. Telponlah dia!" Anshuman menurut.

Paakhi berharap ANshuman akan menelponnya, dai berdoa untuk itu. paakhi kembalimencoba menelpon Anshuman, kali ini, telponnya tersambung. Anshuman yang menjawab panggilan itu. Paakhi lega mendengar suaranya. Paakhi bertanya, "apakah kau baik-baik saja? AKu mencemaskanmu.." Anshuman menjawab, "ya, aku baik-baik saja. mengapa kau cemas? AKu sedang meeting.." Tanya memeluk ANhsuman dari belakang. tanya mendengar Paakhi akan menjemput Anshuman. Anshuman heran, "apa maksudmu? Aku akan segera pulang. Penerbangannya terlambat.." Paakhi merasa kalau Ansbuman berbohong. Anshuman berkata ingin bicara dengan Ayaan untuk memberinya ucapan selamat. paakhi mednengar suara kereta api sayup-sayup. Pakahi memberitahu ANshuman kalau Ayaan sudah bernagkat. Di bertanya apakah pekerjaan Anshuman berjalan lancar?

Tanya mengambil hp itu dan pura-pura mematikannya. Padahal, dari seberang pakahi masih bisa mendengar semuanya. tanya sengaja mengatakan semunya agar pakahi mendengar. Paakhi kaget dan terpikir cepat, "itu artinya, Anshuman ada di Simla ini. Dia berohong padaku..." Anshuman berkata, "mungkin paakhi tahu aklau aku berohong padanya, aku tak menyukai ini.." tanya meminta Anshuman agartidak berpikir terlalu banyak, "dia tak akan tahu. Tenanglah!" Paakhi memikirkan perkataan Anshuman dan berpikir kalau hotel yang ada di dekat jalur kereta api hany satu, yaitu hotel heritage palace..

Paakhi bergegas pergi ke hotel itu. pakahi bertanya pada resepsionis kamarberapa tuan ANshuman Rathore menginap. Resepsionis memberikan nomer kamar Anshuman. paakhi menuju kamar itu. Tanya sedang menjebak Anshuman dan menuibuknya dengan pembicaraanya. Anshuman telah di bodohi oleh tanya. Paakhi tiba di depan kamar hotel. Paakhi mendorong pintu. Anshuman dan Tanya kaget melihat paakhi. paakhi terperanjat tak percaya.. Sinopsis Paakhi episode 65 by meysha Lestari.

PREV         NEXT

Bagikan :