Loading...

Sinopsis Paakhi episode 77 by Meysha Lestari.




Sinopsis Paakhi episode 77 by Meysha Lestari. Anshuman mengajari Ayaan cara memecahkan ubin. Paakhi cemas sendiri. Dia menghalangi Ayan dari melakukan itu, tapi Anshuman menenangkannya Anshuman meminta Paakhi agar yakin dan memberi support pada Ayaan. Anshuman mengajak Ayaan pemanasan, lalu menyuruhnya memukul ubin dnegan tehnik yang sudah dia ajarkan. Paakhi cemas, dia memegangi lengan Anshuman dengan erat sambil memalingkan wajah.

Ayaan memasang kuda-kuda dan memukul ubin sekali saja, ubin berderak pecah. Anshuman meloncat kegirangan, "itu anakku...!" paakhi ikut bersorak. Juga para pelayan. Anshuman mengangkat tubuh Ayaan tinggi-tinggi dan memeluknya. Paakhi juga ikut memeluknya dan berkata kalau dia sangat bangga pada Ayaan. Anshuman mengajak Ayaan dan Paakhi masuk. Ketiganya masuk kedalam rumahs ambil bergandengan tangan.

 
Lavanya sedang duduk di lobby kantor Vikram. 2 orang pegawai wanita menatap Lavanya mulai bergosip tentang dia. Mereka ragu melihat penampilan Lavanya karena tidak seperi orang hamil. Mereka merasa kalau lavanya purapura hamil untuk mendapatkan kontrak. Lavanya gelisah mendengar pembicarana pegawai kedua wanita itu. lalu lavanya menelpon Girish dan meminta bantuannya untuk membuat penampilannya sepetri orang hamil. Girish menjawab, "kau kan memang tidak hamil lavanya.." Lavanya kesal, dia bertanya apakah girish mau membantunya atau tidak? Girish bersedia membantu dengan satu syarat.
 
 
Lavanya bertanya syaratnya. Girish meminta lavanya mengatakan I luv u padanya. Lavanya kesal, "pergilah ke neraka Girish, aku tak akan mengatakan itu.." Girish menyerahkan pada lavanya. tiba-tiba Lavanya mendengar kedua orang itu bicara lagi tentang kehamilannya. lalu dengan geram lavanya bilang 'I luv u' pada Girish. Girish meminta Lavanya bilang 'I luv U' sambil menyebut namanya. lavanya menjurut, "I Luv U girish!" Girish menjawab, "I luv u juga sayang. Beri aku 5 menit, aku akan datang dengan bantuan.." tapi untungnya, sebelum Girish datang, resepsionis menerima telpon dari Vikram yang mengatakan kalau dia tidak bisa datang dan meeting dengan kavanya di tunda sampai besok. Lavanya menarik nafas lega.

 
Malamnya, Anshuman melangkah menuruni Tangaa. Di tengah tangga penghubung dia berhanti dan melakukan gerakan karate dengan bersemangat. Anshuman berkata kalau dia sangat bangga karena menyandang sabuk hitam di karate. Lalu sambil menatap sekeliling, Anshuman memrapikan pakaiannya dan dengan low profile mnuruni tangga. Sampai di lantai bawah, ANshuman terpesona kahum melihat tanya berpakaian seksi dan menakjubkan. Anshuman melangkah mendekati Tanya dengan wajah ternganga takjub. Tanya juga melangkah menyambut Anshuman. Anshuman berguman, "wow..." Tanya menggucapkan terima kasih, "aku menghabiskan 6 jam di salon untuk bisa tampil seperti ini. Ini untukmu... kalau kau senang berilah aku pujian.." Anshuman tak tahu harus berkata apa. Tanya memeluknya. lalu menudnuk mendekatkan kepalanya di dada Anshuman. Atanya pura-pura kagum, "wow.. jantungmu berdetak keras sekali..." Tanya merayu Anshuman dan memeluknya. ANshuman tersneyum senang.

PREV        NEXT

Bagikan :