Loading...

Sinopsis Paakhi episode 78 by Meysha lestari




Sinopsis Paakhi episode 78 by Meysha lestari. Anshuman melatih Ayaan karate. Mereka ber ah uh berdua. Paakhi datang menyapa mereka. Anshuman berkata kalau dia melatih Ayaan untuk mendapatkan mendali emas, demi nama keluarga rathore. Ayaan menjawab, "akan ku coba, yah.." ANhsuman menegaskan, "kau harus memenangkan mendali emas.." Ayaan menyemangati diri sendirir, "aku akan membawa pulang mendali emas.." Anshuman sangat gembira dna memeluk Ayaan. paakhi menatap dengan cemas. Anshuman menyakinkan Ayaan kalau tak seorangpu dapat menghentikan Ayaan. Anshuman mengalungkan mendali emas ke leher Ayaan sambil menyuruhnya melihat dan berpikir bahwa besok dia harus menang. Ayaan mengiyakan dan pergi.

 
Paakhi koment, "aku tidak tahu kau sangat menyukai olahraga. Senang sekali mengetahuinya.." ANhsuman ingin AYaan menjadi seperti dirinya, "selalu menjadi pemenang. Diaharu smenjadi nomer satu..." Paakhi menyela, "memang bagus berharap, tapi tidak bagus memberi tekanan pada anak.." Benar kata Paakhi, di kamarnya Ayaan merasa tertekan oleh beban menjadi nomer 1 dan membawa pulang mendali emas. Ayaan teringat kata-kata Anshuman dan berpikir keras, "kalau aku nomer 4 lagi, bagaimana??" Ayaan benar-benar gelisah, dia tahu latihannya snagat kurang tapi tuntutan Anshuman pada dirinya agar menjadi nomer 1 sangat besar. Ayaan terlihat buku tugas yang harus di tandatangani Anshuman. Ayaan mengambil buku itu dan membukanya. DIa mendapat nilai 4/10, "ayah akan membunuhku kalau melihat nilai ini.."

 
DI kamar paakhi dan Anshuman sedang berdebat tentang tuntutan Anshuman agar Ayaan menjadi nomer 1 dan mendapat mendali emas. Paakhi tidak setuu, karena itu dapat membuat Ayaan tertekan dan depresi. tapi Anshuman berpikia lain, kalau tidak ada tekanan, baagaiman aAyaan bisa menajdi pemenang? Pakahi coba memberi Anshuman pengertian. Anshuman mengalihkan pembicaraan sambil mencari sesuatu. dia membuka selimut, mencari do sofa tapi tidak ketemu. Paakhi bertanya, "apa yang akau cari?" Anshuman mencari baju tidurnya. Paakhi menemukan tumpukan baju tidur anshuman dan menyerahkan baju itu padanya. Anshuman lalu duduk disofa dan melepas sepatunya. pakahi beruman tak jelas sambil melepas perhiasan. Anshuman penasaran dan bertanya, "apa yang kau katakan?" Pakahi menyahut, "tidak apa-apa.." Anshuman tak melepaskan begitu saja, dia memaksa paakhi mengatakan apayang digumankan.

 
Paakhi menjawab sekenanya, "apa yang kau dengar?" Amshuman binggung. lalu hilir mudik mengambil dan meletakan sesuatu, karena Anshuman berdiri di tengah, Paakhi menabraknaytanpa kenal ampun. Anshuman meringis kesakitan dan memprotes, "kau melakukan kekerasan, ini tidak baik.." Pakahi menjawab, "siapa yang melakukan kekerasan? kau sendiri menghalangi jalanku.." Anshuman sangat kesal dan mulai mencerahami Pakahi tentang biaya sekolah Ayaan yang tidak murah, jadi wajar kalau dia menuntut yang terbaik darinya.

Ayaan berniat meminta tandatangan ANshuman dan pergi ke kamarnya. Dia mendengar pembicaraan Paakhi dan Anshuman.

Anshuman berkata kalau dia memikirkan masa depan anaknya, "dia harus terbiasa menjadi pemenang, maka dia tidak akan pernah kalah! kalau dia kalah, maka dia tak bis amenang.." Paakhi menjawab, "tapi dia anakku, aku takmau dia tertekan.." Anshuman berkata kalau kompetisi sangat penting sekarang ini. Paakhi ingin kompetisi yang sehat, "setiap anak berbeda. tugas kita sebagai orang tua adalah mengetahi dan mendukung dia dalam bidang yang dia sukai. jangan memberi tekanan pada AYaan.."

PREV        NEXT

Bagikan :