Loading...

Sinopsis Paakhi episode 79 by Meysha Lestari




Sinopsis Paakhi episode 79 by Meysha Lestari. Anshuman hendak mengobati luka Anshuman. Tapi sebelum membubuhkan obat, ANhsuman menanyai Ayaan, "apa yang kau lakukan di atas bangku itu?" Ayaan tegang dan menjawab terbata-bata. ANshuman penasarandan ingin mednengar jawaban Ayaan. Ayaan binggung mau menjawab apa. Pakahi menegur Anshuman, menyuruhnya bicata nanti dan mengobati sekarang. Anshuman membeirtahu Ayaan kalau obat itu akan perih. ANhsuman ketaktan. Pakahi ikut cemas. Paakhi bertanya, "apakah perih?" Anshuman mengangguk. Paakhi bertanya lagi, "perih sekali?" ANshuman mengangguk lagi. Paakhi tambah cemas.

 
Anhsuman hendak menempelkan kapas yang telah di olesi obat ke luka Ayaaan. Paakhi mencegahnya. ANshuman bertanya, "kenapa denganmu?" Lalu pakahi menutup matanya dan membiarkan ANhsuman mengobati luka Ayaan. Ayaan berteriak kesakitan. Paakhi ikut berteriak. ANshuman menatapnya heran. Anshuman kembali menyentuhkan obat pada luka, ayaan kembali berteriak, paakhi ikut berteriak. Paakhi hendak meniup luka itu, begitu pula ANshuman, karena bersamaan kepala keduanya beradu. Anshuman dan paakhi mengadu kesakitan. pakhi minta maaf. Lalu paakhi menarik kepala Anshuman dan menghantukkan dnegan kepalanya sendiri. Anshuman berteriak kesakitan, "paakhi..!" Paakhi mengelus jidatnya yang nyeri sambil meniupi luka Ayaaan. lalu Anshuman dan Pakahi memeluk ayaan.

 
Tanya muncul di pintu dan melihat keduanya memeluk Ayaan. Tanya sangat marah dan berbalik pergi. Sampai di kamar, Tanya uring-uringan dan tambah kesal saat tidak bis amembuka resleting gaunnya. pakahi menucl hendak membukankan resleting itu, Tanya menyangkah yangd atang ANshuman. Tanya berbalik sambil menegur, "ANshuman!" Paaakhi tertawa, "ini aku, Anshuman sedang menidurkan Ayaaan. Kau seperinya kesulitan untuk membuka resleting gaunmu, karena itu aku datang untuk membantu.."

Tanya berkata kalau dirinya takbutuh bantuan Paakhi. Keduanya terlibat perdebatan. Tanya menuduh Paakhi menggunakan Ayaan untuk mendapatkan Anshuman. Paakhi balas berkata kalau cinta palsu tanya tidak mempan terhadap Ayaan, "karena anak-anak itu lugu dan tidak mudah di bohongi perasaannya.." lalu pakahi memberi nasehat tentang cinta dan hubungan pada Tanya. Tanya menyahut dengan kesal, "aku tidak butuh nasehatmu, kemasi saja barangmu dan segera pergi dari sini!" Pakahi tertawa, "waktuku masih banyak, kau belum memenangkan tantangan ini.." Tanya tambah geram. pakahi menertawai Tanya dan mengejeknya lagi sebelum meninggalkannya.
 

Paginya, Anshuman sedang bicara di telpon. Paakhi sedang merapikan bantal di tempat tidur. Anshuman bersin-bersin dan mengambil tisu untuk melap hidungnya. Dia bicara di telpon tentang nomer telpon. ANshuman mengambil tisu dan menyuruh orang yang dia ajak bicara menyebutkan sebuah nomer telpon. Anshuman kesal, karena kesulitan menemukan pena. Lalu dia menyebut nomer sambil menulisnya di tisu. Setelah selesai bicara, Ansnuma menutup telpon. Dia hendak bersin dan mengambil tisu yang ada nomer telponya untuk mengelas ingusnya lalu meremasnya dan membuang ke tempat sampah. Anshuman hendak melangkah pergi ketika dia tersadar klau tisu yang barusan dia buang ada nomer temponnya. Anshuman mengeluh kesal.

Pakahi menertawainya dan mengejeknya. ANhsuman tambah kesal, "aku akan menelponya lagi.." Paakhi melarang, "aku tahu nome telponnya.." Anshuman heran, "bagaimana kau tahu? Ayo katakan padaku!" Paakhi menggoda Anshuman. Anshuman dongkol, "cepat kaatakan.." Paakhi menyebutkan nomor persis seperti yang di ucapkan Anshuman tadi. Anshuman menatapnay heran. Paakhi berkata, "aku melihat dan mendengar semuanya, tapi tidak mengatakan apapun.." Anshuman hendak mengatakan sesuatu ketik atiba-tiba terdengar teriakan ayaan dari bawah. Pakhi dan ANshuman segera berlari keluar.
 

Ayaan sedang berlatih karate di bawah tangga. Anshuman dan Paakhi menghampirinya sambil tertawa bangga. Anshuman berkat akalau hari ini sangat penting baginya, karena dia harus memenangkan kontrak, dia menyuruh Ayaan untuk membaw apulang mednali emas. Paakhi meralat, "lakukan yang terbaik saja.." Suki datang membawa sepatu Ayaan. Anshuman melihat septu itu kotor dna belum di semir. Anshuman menegur Suki. Anshuman mengambil sepatu itu dan menyemirkannya hingga mengkilat. Ayaan memuji Anshuman. Paaakhi tersneyum kagum, "aku tak tahu kau bisa melakuan ini.." Lalu pakhi melangkah hednak menghampiri Ayaan, tapi tanpa sengaja menginjak botol semir dan terjatuh ke pangkuan Anshuman. Anshuman menangkap tubuh Paaakhi. Keduanya saling bertetapan.


Bagikan :