Loading...

Sinopsis Paakhi episode 80 bag 2 "DI BAWAH KOLONG RANJANG"




Sinopsis Paakhi episode 80 bag 2 by Meysha Lestari.  Anshuman termenung di depan pintu kamar dengan wajah sedih campur marah. pakahi coba menghiburnya dan memberinya motovasi agar tidak menyerah. Anshuman berkata kalau itu bukan tentang kontraak yang membuatnya kesal, tapi kesalahan yang di perbuatnya, "seorang pria akan meragukan dirinya sendiri kalau gagal. Kau tak akan mengerti."  Paakhi memberitahu ANshuman kalau tidak ada oprang yang peham tentang itu lebih dari dirinya, "aku kehilangan kepercayan diri berkali-kali. jika aku kalah, itu bukan berarti aku tidak mampu, tapi itu artinya aku harus belajar lebih keras lagi.."
 
Paakhi memberitahu Anshuman apa pendapatnya tentang kegagalan, "bagiku Fail bukan satu kegagalan, tapi sebuah singkatan yang artinya, 'First Attemt in Learning'. Tidak adaorang yang sempurna. Kita harus coba menjadi lebih baik dan berusaha untuk diri sendiri. Menjadi smepurna sangat tidak menyenangkan..." Anshuman menatap Pakahi dengan tatapan kagum mendengar pendapatnya. Dan akhirnya ANshuman bisa tersenyum, "aku tak mengeri tentang ini, tapi bagus sekali. AKu kagum dengan pemikiranu yang positif.."

 
Lalu terdengar suara klakson. Anshuman dan Pakahi merasa kalau Ayaan yang datang. Anshuman tersneyum dengan penuh jrap, "aku gagal, tapi anakku pasti menang. AKu ingin mendali emas dari dia..." Paakhi cemas mendengarnya takut kalau Anshuman kecewa dan marah-marah lagi.

Ayaan pulang dengan wajah sedih. Anshuman dan paakhi menyambjutnya. Anshuman bertanya pada Ayaan, "bagaimana? berpa ubin yang telah kau pecahkan? tak ada yang bisa mengalakanmu. katakan padaku, di aman mendali emasnya?" Tanya datang dan ikut menanyakan hal yangs ama pada Ayaan. Ayaan menatap tanya dengan kaget.  tanya bertanya tentang mendali emas yang di peroleh Ayaan. Anshuman yakin kalau Ayaan adalah pemenangnya. Anshuman pemer pada tanay dan paakhi. Tanya menyuruh Ayaa menunjukan mendali emasnya. Anshuman juga menanyakannya.

 
Dengan ragu, Ayaan mengeluarkan mendali emas dari saku bajunya. Anshuman bersorak kegirangan. Di amengangkat tubuh Ayaan tinggi-tinggi dan berputar. pakahi ikut tersenyum bahagia, lalu Anshuman memuji Ayaan di hadapan paakhi dan Tanya, sementara yang di puji hanya diam dengan wajah sedih. Anshuman menunjukan mendali emas pada paakhi dan tanya ANshuman begitu gembira, dai memeluk Ayaan sambil mengucapkan terima kasih. Sementara Ayaan menatap Tanya dengan tatapan menuduh. tanya pura-pura tak peduli. Asnhuman meminta paakhi memberikan apa saja yang di inginkaan Ayaan. Mereka akan berpesta. Anshuman ingin menyimpan mendali emas Ayaan itu di lemari trophy nya, karena benda itu sangat penting.

 
Anshuman duduk di balkon ambil memegangi mendali emas Ayaan. Senyum tak hengkang dari bibirnya. Paakhi datang. Anshuman memuji Ayaan  dan berkata kalau dia turut gembira melihat keberhasilan Ayaan, "Ayaan akan mengambil alih bisnisku begitu dia tumbuh besar. Kita akan melihatnya bersama-sama.." Paakhi tersenyum miris dan berkata, " ... dimanakah aku saat itu?" Anshuman tertegun mendengar pertyanyaan pakahi, dia menatap paakhi. Paakhi coba untuk tersenyum, "..ketika saat itu tiba,Ayaan akan mengurus semuanya, tapi aku tidak akan ada di sini..." Lalu pakahi meminta mendali itu dari tangan Anshuman dan akan menyimpannya. Anshuman menyerahkannya. Paakhi melangkah pergi.

Paakhi menjatuhkan mednali ayaan di bawah tempattidur. paakhi masuk kekolong ranjang untuk mengambilnya. Anshuman masuk ke kamar dan memanggil paakhi. paakhi menyahut. Anshuman menyangkah pakahi di kamar mandi. paakhi berkata kalau dia ada dikolong ranjang. Anshuman ikut masuk kekolong ranjang dan bertanya dneganheran, "ap ayang kau lakukan di situ?" paakhi menjawab dengan jendaka, "main petak umpet.." lalu keduanya tertawa. Paakhi memberitahu ANnshuma kalau mednali Ayaan jatuh di bawah ranjang, "jadi aku coba mengambilnya.." Anshuman hendak membantu. Di keluar dari kolong ranjang dan masuk dari arah lain... SInopsis paakhi epsidoe 81 by meysha lestari.

PREV       NEXT

Bagikan :