Loading...

Sinopsis Paakhi episode 81 by Meysha lestari




Sinopsis Paakhi episode 81 by Meysha lestari. Paakhi dan Anshuman berada di kolong ranjang. Anshuman bertanya, "apa yang kau lakukan di sini?" pakahi menjawab, Main petak umpet.." lalu keduanya tertawa geli. Paakhi memberitahu ANshuman kalau mendali emas Ayaan jatuh di kolong ranjang. Anshuman segera keluar dan masuk dari arah lain kolong tempat tidur. Pakahi menegurnya, "kenapa kau kesini? mendalinya kan sebelah situ..!" Anshuman protes, "kenapa tidak bilang dari tadi?" tapi karena sudah terlanjur, Anshuman terus masuk ke kolong di samping Paakhi. Saat melihat pinggang Paakhi yang teruka, Anshuman tertegun. Paakhi menegurnya, "cepatlah.."

Anshuman tengkurap sejajar paakhi. tanpa sadar keduanya begitu dekat. Anshuman kembali tertegun. Begitu pula Paakhi. Keduanya saling pandang, lama sekali. Paakhi mengingatkan ANshuman untuk mengambil mendali itu. Anshuman tersadar dan segera menarik keluar mendali dan memberikannya pada paakhi. Pakahi dan Anshuman saling senyum. Pakahi mengambil mendai itu dan hendak keluar dari kolong ketika Anshuman menahannya, "Pakhi, terima kasih..." Paakhi menyahut, "sama-sama.." Lalu Paakhi menarik diri dan keluar dari kolong raanjang. ANshuman membaringkan kepalanya di lengan sambil tersenyum bahagia. Sampai di luar, Pakahi hendak melangkah pergi ketika ANshuman memanggilnya dan minta di bantu keluar. Paakhi terbahak geli. lalu dia menarik kaki Anshuman agar dia keluar, lalu membantunya bangkit. lalu keduanya tertawa geli. Melihat mood Anshuman bagus, Pakahi berniat memberitahunya tentang Ayaan. Tapi Anshuman berkata kalau dia banyak kerja di kantor dan akan pulang telat hari ini. Pakahi mengurungkan niatnya karena tak ingin merusak mood ANshuman. Paakhi membantu mengenaakan jas ANshuman, lalu Anshuman pergi.
 

Maha Ji dan Tanya berada di dapur. Maha ji memberitahu tanya kalau paakhi selalu membuat masakan musiman. Tanya menentang itu. Maha ji menyodorkan bil belanjaan sebesar Rp 24 ribu rupee. Tanya berkata kalau itu lebih 3 tribu di atas bujet. maha ji yakin tanya bis amenanganinya dengan baik. maha ji memuji Tanya untuk membuatnay senang. lalu dai berkata pada tanya kalau dirinya tahu tanya mengirim Ayaan ke taaman hiburan. Tanya kaget, "bagaiman akau tahu?" Maha ji menjelaskan semuanya. Dia berjanji tidak akan mengatakan aapapun.

Paakhi keluar dari kamar. Dia masih beprikir untuk memberitahu ANshuman tentang Ayaan. Paakhi mempir kedapur, dia melihat tanya dan Maha ji sedang bebincang-bicnang. Tanya dan Maha ji menjadi tegang melihat paakhi. paakhi menyapa Tanya dan menyuruhnya mengurus dapur dengan benar. Pakahi melihat sayuran musiman dan berkata, "musimnya telah berakhir, sayuran ini tidak memiliki manfaat seperti sayuran musiman.." tanya tak perduli, "ini urusanku.." Pakahi berkata, "aku peduli, jadi urus urusanku juga. Seperti bil listrik. bil air, semua ada di tanganku. jadi jangan sia-siakan.." Tanya berkata kalau ANshuman tak akan perduli dengan semua itu. paakhi menyahut cepat, "tentu saja, karena ada aku di sini, istrinya yang akan mengurus segalanya..." lalu dengan suara tegas, Pakai menyuruh Tanya mematuhi apa katanya.

Tanya sangat geram dan menjawab, "... hak ku mengurus dapur minggu ini... Bukan urusanmu. Dna tentang bujet, jauhkan pemikiranmu yang kelas menengah itu untuk dirimu sendiri. AKu punya banyak uang. Aku bisa melakukan apapun. AKu beritahu dirimu tentang hak ku. Aku selalu punya hak atas anshuman.. dan jangan kau lupa, ayahku lebih kaya daripada Anshuman..." Paakhi  mengatakan sebuah pepatah yang membuat tanya tambah kesal. Pakhi mengejak tanya sebagai anak manja, "kau harus menghargai sesuatu..." Pakahi menjelaskan pentingnya makanan dan mengejek, "kau bahkan tak tahu bagaiman amenghitung uang. AKu tidak aakan membiarkan mu memerinath di rumahku!" Setelah berkat abegitu Paakhi pergi..


Bagikan :