Loading...

Sinopsis paakhi episode 86 by Meysha Lestari




Sinopsis paakhi episode 86 by Meysha Lestari. Ayaan berhasil meminta Paakhi dan ANshuman berjanji untuk memenuhi semua keinginannya sebelum mereka berpisah. Dan Ayaan meminta untuk mereka berjanji agar tidak memberitahu siapapun terutama Tanya tentang keinginanya itu. Anshuman berjanji.

Dan keinginan pertama ayaan adalah Anshuman membopong Paakhi turun ke meja makan untuk sarapan.  Anshuman dan Paakhi kaget mendengar permintaan Ayaan. Anshuman menolak, "Ayaan apa yang kau inginkan? Tidak..tidak! Itu akan sanggat canggung.." Ayaan memaksa, "tapi yah, kau telah berjanji..." Anshuman terdiam binggung. Paakhi juga terdiam. Ayaan meminta paakhi melihat jam tanganya. lalu Ayaan memberi ultimatum, "aku akan menunggu di bawah dan sebelum jam 7 kalian harus sudah harus turun.."  Setelah berkata begitu, Ayaan berlari keluar.

Ayaan menelpon Girish memberitahunya kalau dia sedang menjalankan rencana mereka untuk membuat Tanya cemburu. Girish melihat lavanya begitu gembira. Girish menyuruh Ayaan fokus pada misinya karena dia punya sesuatu untuk di lakukan. lalu Ayaan menutup telpon Girish. Girish menghampiri lavanya dan bertanya, "kenapa kau begitu gembira?" lavanya meminat Girish membantunya menata meja. Girish menurut dengan senang hati. tiba-tiba bel pintu berdering. Girish berkata akan membuka pintu. lavanya membuntutinya.

 
Begitu pintu di buka, muncul Vikram. lavanya menyapa Vikram dengan ramah, "hai, Vikram.." Vikran tersenyum lebat menyambut lavanya, keduanya bersalaman. Lalu Vikram menyapa Girish. Lavanya mengajak Vikram sarapan karena dia telah menyiapkan masakan spesial hanya untuknya. Vikram tertawa gembira. lalu sambil bergandengan tangan mereka mnuju ke meja makan. Girish menatap dengan tatapan curiga.

lavanya dan Vikram duduk berdampingan. lavanya menuangkan jus ke gelas dan meyerahkannya pada Vikram. lavanya menawari Girish sarapanbersama. Girish menarik kursi di hadapan Vikram. Girish mengambil gelas kosong. Lavanya mengambil teko jus unytuk mengisi gelas kosong. Girish menyodorkangelasnya, ternyata lavanya mengisi gelas Vikram yang tinggal setengah. Girish hanya bisa menelan ludah menahan malu. lavanya dan Vikram berbincang-bincang dengan mesra. Vikram menggenggam tangan Lavanya. Girish melihat itu. Dan lavanya membalas menggenggam tangan girish. melihat itu, Girish merasa teroukul dan pamit pergi.

Ayaaan mendatangi tanya dikamarnya dan menawarkan persabahatan. Ayaan membeirtahu Tanya kalau dia tahu  Anshuman akan menikahinya, "kau calon istri ayah, jadi kau adalah teman baikku. Kita seharusnya berteman dan tidak bertengkar. Aku tak boleh melakukan sesuatu yang salah padamu.." Awalnya Tanya tak percaya, tapi Ayaan menyakinkan dia. Ayaan merebut hairdyrer dari tangan tanya dan mengeluarkan bedak yang pernah dia isikan dalam hairdryer itu. Dan Tanya percaya niat baik Ayaan. Dan Tanya sangat senang. Dia memeluk Ayaan. Ayaan menyerigai senang karena berhasil membodohi tanya. lalu Ayaan mengajak tanya sarapan. tanya membopong Ayaan keluar kamar. mereka bergandengan tangan menuju ruang tengah.


Bagikan :