Loading...

Sinopsis Paakhi episode 87 bag 2 "MUFFIN CINTA yang GOSONG"




Sinopsis Paakhi episode 87 bag 2 by Meysha Lestari.  Lavanya menemui Vikram di kantornya. Dia bertanya mengapa Vikram memanggilnya, "apakah semua baik-baiks aja?" Vikram berkat akalau dia ingin memberikan hadiah pada kekasihnya. Vikram menyodorkan kotak perhiasan berwarna merah. lavanya menerimanya. Isinya sebuah gelang berlian. lavanya senang. Girish bertanya, "ini akan menyenangkan jika Girish melihat dan cemburu.." Lavanya setuju, "ida yang bagus. Akua kan memakainya.." Lavanya memakai gelang itu dan menunjukannya pada Vikram. Vikram tersenyum senang. tapi ketika lavanya tak menatapnya, Vikram menatap Lavanya dengan tatapan mencurigakan. Lavanya mengucapkan terima kasih. Vikram berkata, "sekarang kau terlihat seperti kekasihku.."

Anshuman an paakhi menuruni tangga. Maha ji melihat keduanya dan ternganga kaget, "mau kemana tuan dan nyonya?" Anshuma berpikir untuk memberitahu Tanya. Dia bertanya tanya kemana? Maha ji memberitahu kalau Tanya pergi shopping. Anshuman berkata kalau nanti dia akan menelpon tanya dan memberitahunya sendiri. Mah aji mengangguk. Anshuman dan Paakhi pun pergi. Ayaan tersenyum mendengar Anshuman akan menelpon Tanya, "bagaimana kau akan menelponya, kalau hp mu ada padamu.." Ayaan menatap hp ANshuman yang ada di tanganya dan menyerigai senang. Ayaan melihat Maha ji dan segera menyembunyikan hp Anshuman. maha ji bertanya pada AYaan, "kemana mereka tuan dan nyonya pergi?" Ayaan menjawba dengan ketus kalau dia tidak tahu. Maha ji penasaran, "mereka pergi kemana ya..?"

 
Tanya datang. Maha ji segera memberitahunya tentang Anshuman dan paakhi yang pergi berdua. Tanya kaget tapi tidak begitu memperdulikan. Maha ji memanaa-manasi tanya, "nyonya Pakahi terlihats angat cantik, tuan Anshuman bisa-bisa terpesona oleh kecantikannya.." Tanya menyahut, "apa masalahnya? mereka pasti pergi karena Ayaan. tak apa. Jika mereka pergi ke tempat Lavanya, itu lebih bagus. Aku akan membuat kejutan untuk Anshuman. Aku akanmembuat muffin dan memenangkan hatinya.." lalu Tanya bernajak pergi. Suki mengikutinya. Maha ji beguman, "kalau nyonya Tanya saja tidak cemas, mengapa aku yang harus cemas?"

Anshuman dan Paakhi melewati jalan yang sepi. Anshuman menghentikan mobil di tempat itu atas permintaan pakahi, "mari kitaa lewatkan 15 menit di sini, lalu pulang. kita hanya perlu beprura-pura di depan Ayaan. Di sini tak ada siapapun. jadi kitatak perlu pura-pura. Kita menunggu di sini saja. Ayaan akan merasa gembira dan ini akan lebih mudah bagiku..." Anshuman menatap paakhi dan bertanya, "apakah kau cemas?" paakhi menggeleng, "tidak..."

Anshuman memegang tangan Pakahi dan berkata, "aku tak pernah memberimu kebahagiana apapun. hubungan kita sangat meyedihkan, setidaknya kita bisa membaginya.." pakahi mengaku kalau semua itu tidak mudah baginya, "kita harus berakting seolah-olah kit adekat, aku tahu ini hanya untuk beberapa hari, tapis angat sulit bagiku. AKu melakukan ini demi Ayaan, tapi ketika kau berada di dekatku, aku merasakan sesuatu padamu. AKu tak bisa mengontrol hatiku. ketika kau tnjukan hak mu sebagai seorag suami, aku tergerak melakukan apa yang menjadi kewajiban seorang istri. Ketika kau menyentuhku, rasa cinta di hatiku semakin tumbuh. Aku tak mengerti apa yang terjadi. AKu berusaha menjauh darimu, tapi malah semakin dekat.." Paakhi mengeluhkan aapa yang akan terjadi ketika saatnya untuk poergi tiba, "aku menjadi lupa dan tak berdaya, dan aku merasa tidak ingin pergi dari sini..." ANhsuman menatap paakhi dengan iba. Lalu paakhi turun dari mobil. 

Di rumah, tanya sedang melihat resep muffin untuk memilih muffin apa yang akan di buatnya untuk Anshuman. Ayaan melihat itu dan berniat mengagalkan rencana Tanya. Ayaan pura-pura bersikap manis dan membantu Tanya. Tanya terperdaya. Ayaan memberi masukan pada Tanya muffin mana yang di sukai Anshuman. Ayaan memberi resep yang paling sulit. tanya berkata, "tapi ini sangat suli.." Ayaan berkata kalau itu kesukaan Anshuman. tanya tak punya pilihan lain, karena niatnya adalah membuat kejutan untuk Anshuman. tanya mengucapkan teirma kasih pada Ayaan damenciumnya. Ayaan membantin, "rasanya aku ingin menonjokmu!"

Tanya membaca bahan-bahan yang di perluukan dan berteriak memanggil pelayan. Maha ji, Rmesh, Ahsok dan Suki pun datang. tanya menyuruh mereka mengambilkanbahan-bahan yang di sebutkan. Semua berlarian untuk memenuhi apa yang di minta Tanya. Ayaan melihat satu bahan dan menyembunyikannya. Tanay memeriksa smeua bahan satu persatu dan kurang satu. Tanya menyuruh Maha ji mencarinya. m,aha ji binggung. Ayan pura-pura menemukannya, "ini dia.." Tanya sangat senang dan mencium Ayaan sambil mengucapkan teirma kasih. Ayaan menyahut, "sama-sama.."

Anshuman dan Pakahi berdiri di jalan sepi. pakahi tak tahu ap ayang harus mereka kerjakan dan mengajak Anshuman bermain game. Anshuman setuju, "apa peraturannya?" Paakhi menjawab, "tak ada aturan.." lalu pakhi menunjuk ke satu tempat dan berkata, siapa sampai di sana lebih dulu adalah pemenangnya. keduanya bersusah payah mencapi tujuan dan kepala mereka terantuk. paakhi menghantukan kepala keduanya sekali lagi. ANshuman mengeluh, "aku tak percaya dengan semua ini.."

Anshuman menatap sekeliling dan bertanya, "apa hadiah untuk pemenang?" paakhi menjawab, "pemenang boleh bertanya apa saja.." Anshuman berkata, "terakhir kali kau memberi petunjuk tentang ini, kau bicara tentang sindoor dan aku memikirkan hal lain lagi.." Pakahi tersneyum, "mungkin kali ini, aku akan kalah.." Sinopsis Paaki episode 88 by Meysha Lestari

PREV      NEXT

Bagikan :