Loading...

Sinopsis Paakhi episode 87 by Meysha Lestari.




Sinopsis Paakhi episode 87 by Meysha Lestari. Setelah berdebat dengan paakhi tentang Anshuman, Tanya sangat kesal dan stres. Tanya bertanya pada Maha ji, apa yang akan di buat Paakhi dengan adonan itu? Maha ji menjawab kalau biasanya Paakhi membuat Muffin. Untuk menghilangkan ketegangan itu, dia akan pergi shopping dan akan membuatkan Muffin untuk anhsuman.
 

Ayaan menemui Girish dan melapor tentang misinya pada Tanya. Girish menjelaskan apa yang sebaiknya di lakukan ayaan jika ingin Paakhi tidak pergi. Ayaan setuju dan berpikir keras. Ayaan menatap Girish dan merasa kalau dia sedang sedih. Ayaan bertanya, "mengaap akau bersedih?" Girish menyangkal, "aku hanya sedang binggung..." Ayaan menatap gambar di laptop Girish dan bertanya, "ap aitu?" Girish memberitahu kalau itu adalah dekorasi yang sedang di setujui. Ayaan mendapat ide, dia ingin menyuruh Paakhi dan Anshuman pergi makan malam, "dekorasinya harus seperti ini.." Girish setuju, "suruh mereka kemari. Aku akan memasak untuk mereka.." Ayaan senang, "baiklah.."

 
Paakhi menaiki tangga sambil memikirkan kata-kata Tanya. Ayaan datang sambil membawa senapan air. Dia menembaki paakhi hingga basah semua. paakhi berteriak-teriak minta Ayaan menghentikan aksinya. tapi Ayaan tak mau mendengar. Sambil tertawa-tawa gembira Ayaan terus membuat Pakahi basah. Paakhi memutuskan untuk bermain dengan Ayaan. Dia mengikat sarenya dan mengejar ayaan. Ayaan berlari kehalaman. Paakhi mengejarnya. Pakahi berhasil menyudutkan Ayaan di halaman dan hendak merebut senapan airnya. Keduanya berkejaran.

 
ANshuman datang dan merasa heran melihat Pakahi dan Ayaan berkejaran. Anshuman mendekati mereka. Ayaan terus menembaki paakhi melihat selang air yang mengalir. Pakahi mengambil selang itu dan menyiramkannya ke arat Ayaan. tapi Ayaan menghindar dan berlari kebelakang Anshuman. Paakhi tanpa sengaja menyiram Anshuman. Anshuman basah kuyub. Paakhi tertegun. Keduanya saling berpandangan.

 
Ayaan mengendap-endap di belakang pakahi. Begitu Pakahi melepas selang dan hendak minta maaf pada ANshuman, Ayaan cepat-cepat merebut selang itu dan menyiram paakhi. paakhi berteriak menyuruh Ayaan berhenti. Ayaan terbahak-bahak geli. Ayaan menyiram Anshuman dan paakhi, Paakhi menghindar dan menabrak Anshuman. Anshuman memeluk Pakahi dan menegur Ayaan. Ayaan tambah besemangat. Anshuman lalu merebut selang dari Ayaan dan menyiram ayaan. Ketiganya tertawa gembira.

 
Setelah semua basah kuyub, permainan itu berhenti. Anshuman menatap paakhi dan menyuruhnya ganti kebih duk. Paakhi menyuruh Anshuman duluan. Ayaan menengahi, "ayah, ibu... harus segera ganti baju, karena kalian akan pergi untuk makan malam.." Pakahi menolak, "tidak, Ayaan. AKu akan memasak makanan favoritmu di rumah.." Ayaan tak mau, dia ingin Anshuman dan Paakhi pergi dinner. Ketika Anshuman dan Paakhi menolak, Ayaan ngambek. Melihat itu, akhirnya Anshuman setuju, "baiklah, kami akan pergi.." Paakhi menatap Aanshuman. Anshuman mengangguk, "kita akan pergi.." Paakhi pun menurut. Ayaan senang. Dia menggandeng tangan Anshuman dan paakhi dan mengajaknya ganti baju.

Paakhi megambilkan setelan untuk Anshuman. Ayaan melihat itu memujinya, "wow bu, pilihanmu bagus sekali. Mari kita lihat apa pilihan ayah.." Paakhi melarang Ayaan menyusahkan Anshuman, "aku akan mengambilnya sendiri.." Tapi Anshuman keburu datang sambil membawa sare biru. Paakhi menatapnya. Ayaan memajuki ANshuman bahwa pilihannya sangat bagus. Dalam hati Ayaan membatin, "aku tak tahu kenapa kau menyukai tante Tanya.." Ayaan berkat akalau Anshuman suka saree serasi dengan stelannya. Anshuman tertegun. Ayaan menyuruh Paakhi dan Anshuman segera bersiap, lalu dia pergi.

Anshuman menatap sare yang di bawanya. Melihat reaksi paakhi, Anshuman berkata, "kau boleh memilih sare yang lain kalau kau mau.." Pakahi mengambil sare dari tangan Anshuman dan menyampirkannya di pundak, "apakah bagus?" Anhsuman mengangguk, "kau sangat cantik.." Pakahi membawa sare itu pergi dan berkata, "aku akan segera kembali." Anshuman menatap nya sambil tersenyum.


Bagikan :