Loading...

Sinopsis Paakhi episode 88 by Meysha Lestari




Sinopsis Paakhi episode 88 by Meysha Lestari. Tanya sibuk membuat Muffin dengan di temani Ayaan yang duduk di atas meja. Ayaan menumpahkan adonan kue di lantai dnegan harapan Tanya akan terjatuh, tapi malah maha ji yang terpelset. Ayaan pura-pura tidak bersalah dan menolong Tanya. Sekali lagi, Tanya mengucapkan terima kasih pada AYaan.

Paakhi dan Anshuman masih berada di jalan ssambil berincang-bincang. Paakhi merasa lapar. Mereka melihat ada stall penjual makanan di pinggir jalan. Mereka mendekat dan memesan makanan. Paakhi membawa makanan ke pagar pembatas dan duduk disana menikmati makannya sambil berincang-bincang. Anshuman mengingatkan Pakahi kalau dai memenangkan permainan dan akan bertanya apapun. Paakhi mempersilahkan. Anshuman bertanya, "begitu kau pergi, apakah kita akan bisa tetap berteman?" Paakhi menatap Anshuman dengan heran dan membantin, "dia bertanya sekaligus membeirtahu ku agar pergi tanda tedeng aling-aling..." Pakahi terdiam. dia tidak menjawab pertanyaan dan mengalihkan pembicaraan tentang kisah dewa bulan yang sanat mencintai istrinya Rohini.

 
Paakhi menceritakan kisah cinta dewa bulan pada Anshuman. Paakhi berkhayal mengungkapkan cintanya pada Anshuman dan Anshuman menerimanya. pakahi sangat bahagia dan memeluk Anhsuman. tapi ternyata semua itu hanya khayalannya saja. Anshuman menaydarkan Paakhi.

Di rumah, Tanya selesai memanggang Muffin. Ayaan menyuruh tanya bersiap dan berganti poakaiah karena Anshuman bis adatang tiba-iba. tanya setuju. tanya menyuruh Maha ji menjaga pagangan Muffi. Maha ji mengiyakan. tanay pergi ke kakamrnay untuk saling, maha ji membantunya. Ayaan di dapur sendirian. Ayaan berniat mengagalkan rencana Tanya dengan membuat muffin terbakar. Sambil menyerigai nakal, Ayaan mengatur ulang suhu dan jam di mikrowave. lalu bergambung bersama Tanya di kamar.

Ayaan membantu Tanya memilih baju. Tanya menuruti saran Ayaan. tiba-tiba terciumbau gosong. Ayaan nmengingatkan Tanya tentang muffinnya. tanya berlari ke dapur di ikuti mah aji dan Ayaan. Tanya membuka oven dan melihat muffin yang susah payah di buatnya gosong. tanay snagat kesal dan menyalahkan maha ji. Maha ji membela diri dan tidak mau di salahkan. Ayaan senang melihatnya. Begitu tanya dan Maha ji pergi, Ayaan memfoto muffin gosong itu dan mengirimkannya pada Girish.

 
Tanya gelisah menunggu Anshuman, "kemana mereka, ini saduh jam 11.." Maha ji menyarankan Tanya agar menelpon Anshuman. Tanya melakukannya, tapi tidak diangkat. Tanay bau menyadari kalau hp ANshuman tertinggal ketika terdengar nada panggil di atas. Tanya sangat kesal. Maha ji mengingatkan tanya akan pertanyaannya tadi sore, "kubilang juga apa..." Tanya tambah geram mendengarnya.

para pelayan membuat api unggun di halaman. Mereka membicarakan cinta segitiga antara Tanya, Anshuman dan Paakhi. Mereka bertaruh siapa yang akan tetap bersama ANshuman, apalah Pakahi atau Tanya.

Anshuman dan Pakahi berniat pulang, tapi mobil mereka mogok. ANhsuman hendak menelpon mekanik ketika tersadar kalau hpnya tertinggal. Pakahi juga tidak membawa hp. Anshuman cemas dan bertanya-tanya, "bagaimana kita akan memanggil mekanik?" Anshuman mendekati penjual makanan dan bertanya tentang mekanik di sekat situ. Si penjual memberi petunjuk. Anshuman memintanya menjemput mekanik itu dan memberinya sejumlah uang. Penjual setuju.

Paakgi mengigil. Anshuman melihatnya. Dia melepas jas nya dan memakaikannya pada paakhi. Awalnya paakhi menolak. Tapi ANshuman memaksa. Pakahi pun menurut. Sambil menunggu mekanik, mereka berincang-bincang. ANshuman memberitahu Pakahi kalau dia tahu pakahi mencintainya. Pakahi menambahkan, "..aku sudah mencintaimu, bahkan sebelum aku mengenalmu..." Anshuman mengaku kalau dirinya tak pernah berpikir untuk mencintai Paakh, "aku membawamu kerumah hanya agar aku bisa menceraikanmu. Dan tidak pernah berpikir untuk mencintaimu.."  paakhi menayakan sesuatu yang membuat Anshuman tertegun.. Sinopsis Paakhi episode 89 by meysha Lestari.
 
PREV       NEXT

Bagikan :