Loading...

Sinopsis Paakhi episode 91 by Meysha Lestari




Sinopsis Paakhi episode 91 by Meysha Lestari. Pertandingan Badmimton antara tanya dan Pakahi akan segera di mulai.Ayaan berlari menghampiri Paakhi dan mengucapkan semoga sukses. Pakahi memeluk Ayaan dan mengucapkan terimakasih. Ayaan berlari ke Tanya dan mengatakan hal serupa. Tanya senangd an mengucapkan terima kasih. Ayaan melangkah pergi sambil membuang kulit pisang di lapangan Tanya. Ayaan dan Girish saling pandang dan tersneyum.

Maha ji dan Para pelayan mengadakan taruhan, semua memilih Tanyam hanya suki yang memilih paakhi.

Permainan badminton di mulai. Tanya mencetak skor pertama. Lavanya dan para pelayan bersorak gembira. Girish dan Ayaan menepuk jidat kecewa. Sementara Anshuman menyesalkan Pakahi karena tak bisa memukul kock dan kalah. Baru setelah itu dia bersorak untuk Tanya. Servis kedua, skor di raih Paakhi. ANshuman, Girish dan Ayaan bersorak gembira, "ayoo Paakhi..." Lavanya menengur ANshuman, menyurunya bersikap, karena Girish dan Ayaan sudahpun bersorak untuk Paakhi, sementara tanya tak ada yang mendukung. ANhsuman langsung memasang wajah serius.

 
Untuk sementara Paakhi unggul 2-1. paakhi servis, tanya mberlri memukul bola. Girish dan Ayaan berharap Tanya menginjak kulit pisang dan jatuh, tapi setiap kali itu gagal terjadi, Girish dan AYaan kecewa. lalu skor menjadi 2 sama. tanya servis dan dalam posisi berlari hendak memukul bola ketika Paakhi ternampak kulit pisang dan berlari menyelamatkan Tanya. Tanya memprotes paakhi dan menuduhnya curang. Paakhi mengambil kulit pisang dan menunjukkan pada Tanya, "lihat ini, kalau kau menginjak ini, upayamu pasti berakhir dan aku yang menang.." Meski di tolong begitu Tanya tetap terlihat tak terima.

Anshuman melihat kulit pisang dan merasa heran, "siapa yang membuang kulit pisang di lapangan?" tak ada yang mengaku. Anshuman langsung menuduh Ayaan, "Ayaannn?? SIni kau!" Ayaan menyangkal. Anshuman memarahi Ayaan, tapi Lavanya menegur Anshuman tak terima dia memarahi Ayaan. Ayaan selamat dan bisa menarik nafas lega meski kecewa.

Permainan di lanjutkan. Tanya servis dan memukul bola dengan kuat. Paakhi hednak memukul tapi gagfal, danbole mengani tubuhnya. Tanya berjingkrak kegirangan karena menang. Paakhi terlihat kecewa tapi berbesar hati. ANshuman juga terlihat kecewa, apalagi Girish dan Ayaan. Girish mengumumkan kalau Tanya menang dan akan menjadi partner bermain Anshuman. Paakhi mengucaplan selamat. Tanya menjabat tangan paakhi dan mengejek, "kau pemain yang buruk. kau kalah danjika berpasangan dengan Anshuman, kau akan membuat dia kalah.." Paakhi menyuruh Tanya hati-hati karena kakinya bisa terkilir lagi. Tanya dan Pakahi berdebat lagi. tanya bertanya mengapa Pakahi tidak pergi? Paakhi menjawab, "permainan kita lebih besar dari ini. AKu tidak akan membantumu dalam hal itu. Jadi bersiaplah!" tanya menyahut, "aku akan menang! Tunggu dan lihatlah!"


lalu Tanya bergabung dengan lavanya, Anshuan dan Girish. Pakahi ikut bergabung dengan mereka, taapi Ayaan menariknya ketengah lapangan dan memprotes paakhi karena membuat Paakhi menang. Paahi menyangkal dan memberi Ayaan pengetian, "Tanya menang karena dia bermain dengan bagus. Dia memang laayak menang..." Lalu Ayaan mengaku kaalau dia yang menaruh kulit pisang di lapangan Tanya untuk membuat dia kalah. Pakahi menengur Ayaan dan mengingatkannya kalau tidak baik melakukan kecurangan seperti dan dirinya tidak akan mau menerima kemenangan dengan cara curang. Ayaan minta maaf. Dia lalu berbalik pergi hendak measuk kealam rumah. Tanya dan Anshuman dan lavanya menengurnya, karena Ayaan haru smenjadi wasit dan menulis skor pertandingan. Ayaan tidak ingin ikut pertandingan lagi karena Paakhi kalah, dia pura-pura hednak pergi buang air kecil. Tanya menertawainya. Tanya mengajak mereka segera bermain, tapi Girish menyarankan merek auntuk melanjutkan permainan karena cuaca sangat panas.

Vikram datang. Lavanya menyambutnya dan mengenalkannya pada Anshuman dan semua orang. Girish menatap dengan sedih. Paakhi melihat reaksi Girish dan terlihat heran. Lavanya mengenalkan Vikram sebagai partner bisnisnya di perusahaan sepatu, "dia telah memberiku kontrak besar.." Anshuman menyalami Vikram dan mengucapkan selamat datang. Anshuman dan Vikram saling memuji kinerja masing-masing. Tanya memuji ANshuman di hadapan Vikram. Lavanya mengajak Vikram menjadi pasangannya dalam permainan badminton dan menyuruh Girish istirahat. Vikram setuju dan Girish tak bisa menolak. lavanya memberikan pluit pada Girish dan menyuruhnya menjaid wasit sementara Paakhi menjadi penuli skor.


Bagikan :