Loading...

Sinopsis Paakhi episode 93 by Meysha Lestari.




Sinopsis Paakhi episode 93 by Meysha Lestari. Paakhi dan ANhsuman mewarnaai Ayaan. Ayaan gembira melihat keduanya.paakhi mengucapkan haapy holy pada Ayaan, ayaan basal mengucapkan hal yang sama. Anshuman memberitahu Ayaan kalau pakahi memberinya ide untuk mewarnai dirinya. Ayaan menyahut, "aku kesini untuk melihat apakah kalian saling mewarnai. Ayolah, Ayah-ibu.. lakukan sekarang!"

Anshuman mengambil mangkok warna dan berdiri di hadapan paakhi. Lalu Anshuman mengambil sejumput warna dan mengoleskannya ke pipi Paakhi sambil berucap, "happy holy.." Pakahimelakukan hal yang sama, di pipi Anshuman sambil mengucapkan happy holly. Ayaan tidak puas melihat hanya sedikit warna di wajah ayah ibunya. Ayaan berkata, "ayoo...tambah warna lagi!" Ayana bertanya tentang perayaan holy di chittor. Paakhi bercerita tentang perayaaan holy di chittor, begitu Anshuman lengah, dia merapi wajah anshuman dnegan warna. Anshuman terbelalak. Ayaan dan pakahi tertawa. Tawa pakahi berhenti ketika Anshuman melotot kearahnya. Paakhi berdiri tertegun. Anshumaan mengambil segenggam serbuk warna dan hendak melemparkannya ke arah Paakhi. tapi Pakhi lebih dulu merentangkan tanganya dan menutup wajahnya. Anshuman menghentikan gerakannya. Paakhi membuka tangan yang menutupi wajahanya. Anshuman meraih dagu paakhi dan mengoleskan warna kehidungnya, "selamat holy..." paakhi tersenyum. Anshuman melangka pergi..


Lavanya keluar dari kamar. Girish menunggunya di luar pintu. Begitu dia melihat lavanya, Girish mengoleskan warna ke pipinya dan mengucapkan, "happy holy.." lavanya menegur girish dengan marah karena Girish mengotori bajunya, dia akan keluar bersama vikran. Girish berkata kalau lavanya tidak mencintai vikran, "kau hanya ingin membuat aku cemburu.."  Lavanya menyangkal, "kau alah. dia akan datang hari ini dan tentang kebohonganku, sebentar lagi pasti akan berakhir. jangan khawatir..!" Girish meminta Lavanya menghentikan dramanya.. Lavanya menaatap Girish dengan dingin...


Tanya terlambat bangun dan henak bersiap mandi dan membersihkna diri. tapi semua tap mengalirkan air berwarna merah. tanya berteriak memanggil Maha ji. Maha ji datang sambil menutupi wajahnya dnegan ujung selendang. Tanya bertanya mengapa semua air berwarna merah? Maha ji mengingatkan kalau hari ini adalah holy dan ayaan yang melakukan itu.Tanya bertanya mengapa Maha ji menutupi wajah saat bicara ddengannya. Maha ji hendak menjawba, tapi Tanya keburu menarik selednang maha ji dan terbelakan kaget melihat wajah Maha ji yang coreng moreng. Tanya sangat kesal pada kenakalan Ayaan..


Tanya menyuruh pelayan melakukan mengangkat gentong besar dan membawanya keluar dari dapur. Di sudah rapi dan cantik dalam gaun putih. Paakhi daatang. Tanya mengambil warna holly dan menyapa paakhi, "oh..paakhi, happy holy.." Tanya hednak mengoleskan warna itu ke wajah paakhi, tapi berhenti ketika melihat wajah paakhi telah ada warna. paakhi berkata kalau iti adalah warna cinta, karena Anshuman yang mengoleskannya. Tanya urung mengoleskan warna, dia hendak membersihkan tanganya. tapi Paakhi melaarang. Dia menyuruh Tanyta mengoleskan warna itu kewajahnya. Tanya menurut. paakhi balas mengoleskan warna ke pipi tanya smabil mengucapkan haappy holy. Tanya mengingatkan Paahi kalau dia punya kejutan untuknya, "kau pasti tidak akan menyukainya.." Paakhi tersenyum menantang, "aku menunggu.." Keduanya saling ejek.

Prayaaan di rumah Anshuman di mulai. Para tamu berkumpul di halaman. Mereka makan minum dan berbincang-bincang. Girish daatang bersama lavanya dan mengucapkan happy holi sambil mengoleskan warna pada Anshuman dan Ayaan. tanya dan paakhi bergabung dengan meeka. Paakhi mengoleskan warna pada lavanya dan girish. Anshuman dan Tanya berpelukan dan saling mengucapkan happy holy. Girish memberitahu Paaakhi kalau dia menganggap Paakhi seperti adiknya sendiri. lavanya memuji Tanya tang telah menyiapkan semuanya, "aku sangat terkesan. Anshuman paasti memujimu..."


Bagikan :