Loading...

Sinopsis Paakhi episode 101 by Meysha Lestari




Sinopsis Paakhi episode 101 by Meysha Lestari. Tanya menghitung sisa bujetnya. Maha ji datang. Tanya meberikan sejumlah uang untuk membeli sembako. Maha ji menghitung uangnya dan bilang, "harganya 10 ribu rupee.." tanya berkat akalau sekarang dia hanya punya 9rb saja, "tapi aku punya kartu atm.." Tanya menunjukan kartu-kartunya. Maha ji takut paakhi tahu. tanya membantah, "dia tidak akan tahu tentang ini. Dia bukan dewa.." Maha ji cemas, "dia punya dewi atau hantu apapun, dia selalu tahu segalanya.." tanya berkat akalau rekeningnya hanya dia sendiri yang tahu. Dia bodoh. Aku akan pergi untuk mengambil uang.." lalu Tanya bergegas pergi.

 
Di ruang tamu dia bertabrakan dengan paakhi dan tasnya terlempar. Paakhi dengan rasa heran bertanya, "mengapa kau begitu tergesa-gesa tanya? Kau mau pergi kemana?" Tanya menjawab, "aku akan pergi beli sembako.." Paakhi menyuruh Tanya makan dulu, baru pergi. Tanya menolak, Aku akan terlambat. Biarkan aku pergi." Paakhi menyuruh Tanya memesaan lewat telpon. tanya menolak, dan bergegas pergi sambil mengomel. Tiba di pintu dia ingat kalau dompetnya jatuh. Saat dia menoleh, pakahi sedang memegang gunting dan kartu atmannya. Tanya kaget. pakahi menggunting ATM tanya tanpa pikir panjang. Tanya berlari kearahnya, sambil bertanya, "apa yang kau lakukan?"" Tapi terlambat. Kartu ATM sudah terpotong 2 semua. Maha ji tertegun, "apa ku bilang?" Paakhi menegur Tanya, "apa kau ingin kalah dalam tantangan ini?" Tanya berbohong, "aku tidak berniat menggunakannya.." Pakahi mengingatkan Tanya sekali lagi, bahwa apapun kecurangan yang di lakukan, dirinya akan tahu.

 
Tanya dengan kesal kembali bersamanya. Maha ji menyarankan Tanya agar mengambil uang dari Anshuman di kantor. Maha ji yakin Anshuman pasti akan membantu Tanya. tanya setuju. Dia segera pergi ke kantor Anshuman dan membujuknya agar memberikan uang 25ribu rupee. Tapi Anshuman menolak, karena dia tidak mau beruat kecurangan lagi, "cobalah untuk menanganinay selama 1 hari saja. Aku tak ingin mengulang kesalahannya. Paakhi harus menanggung semuanya. Aku telah mencuranginya.Apakah kau lupa? bagaimana aku merasa bersalah... aku ingin meminta maaf darinya dan tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Aku tak ingin jatuh di matanya. AKu tak akan mencuranginya.."

 
Paakhi yang berdiri di pintu mendengar kata-kata anshuman dan terharu mendengarnya. Tanya masih berusah amembujuk ANshuman. Anshuman tetap pada keputusannya. Pakahi tidak membiarkan Anshuman terpojok lebih lama, dia segera menyapa mereka sambil menunjukan tas bekal yang di bawanya. Tanya kaget, "itu bekalku.." Paakhi mengangguk, "ya, kau lupa membawanya, karena kau tergesa-gesa untuk mendapatkan uang.." Tanya salah tingkah. Dan dengan kesal, dia bergegas pergi. Paaakhi juga mau pergi, tapi ANshuman menahannya, "apa yang kau lakukan? Kau bilang kau akan pergi setelah membuat hubunganku dengan Ayaan semakin erat. Kalau kau tak ingin menang, mengapa kau melakukan ini?"

Paakhi tersenyum "mungkin kau tidak tahu.." ANhsuman menyela, "aku tahu, kau melakukan ini untuk kebaikan kami. katakan padaku, mengap akau melakukan ini?" Paakhi berpikir, "sekali saja kau tahu siapa sebenarnya Tanya, itu akan lebih bagus.." Paakhi menatap Anshuman dan berkata, "tidak ada hubunan antara orang asing, aku tidak melakukan kebaikan apapun padamu.." Lalu pakahi tersenyum dan pergi.
 

Bagikan :