Loading...

Sinopsis Paakhi episode 102 by Meysha Lestari




Sinopsis Paakhi episode 102 by Meysha Lestari. Paakhi dan Girish pergi menyusul lavanya ke rumah Vikram. Mereka mengendap-endap di luar. Vikram sedang tidak ada di rumah. Lavanya di sambut oleh pelayan. Pelayan menyuruh lavanya menunggu di kamar vikram. Vikram datang. Girish melihatnya dan jadi emosi, "beraninya dia memeras lavanya.." Dia hendak mendatangi Vikram, tapi Paakhi melarangnya, "kita butuh bukti untuk memberinay pelajaran.."

Vikram masuk, pelayan memberitahu Vikram kalau Lavanya sudah datang dan menunggunya di kamar, "semuanya sudah siap.." lavanya melangkah masuk ke kamar Vikraam dengan gamang. Paakhi dan Girish berhasil menahan Lavanya dan membekap mulutnya agar tidak berteriak. Lavanay memeluk girish sambil menangis, dia minta maaaf. Paakhi dan girish memberitahu lavanya tentang rencana mereka. pakahi yakin Vikram tidak akan mengaku dengan mudah, "kita tidak bisa memanggil polisi karena kita tidak punya bukti. pakahi menyuruh lavanya menanyakan tentang dokumen kontrak. lavanya mengangguk mengerti. Girish enggan melepas lavanya, tapi pakhi memberi mereka semangat.

 
Lavanya menemui Vikram. Vikram sangat senang melihat kedatangan Lavanya. DIa segera menghampiri Lavanya dan memeluknya, "kau begitu cantik.." Lavanay bersikap dingin pada Vikram, "aku kemari atas keinginan sendiri, kanap tergesa-gesa, aku tak berdaya karena kau memerasku.." Girish melihat itu dari balik pintu dan merasa geram. Vikram menyuruh lavanay membuatkan minuman, lavanya menurut, dia mencampur minuman itu dengan obat untuk membuat vikram mabuk.

Vikram menghabiskan minuman itu dan mulai mabuk. Lavanya menggunakan kesmepatan itu untuk bertanya di mana dia menyimpan surat kontrak. Vikram memberitahu Lavanya. Girish dan pakahi ikut mendengar. Paakhi pamit untuk mengambil kontrak itu di kantor Vikram dan meminta Girish membawa Lavanya pulang. lalu Paakhi pergi. Sampai di kantor vikram, Pakahi segera menggeledah ruangan itu untuk mencari laci yang di sebutkan Vikram. Hpnya berdering, penjaga kantor mendengarnya. Pakahi segera mematikan hpnya dan sembunyi, Penjaga masuk ke kamar vikram dan memeriksa seisi ruangan. Saat tidak menemukan apapun, dia bergegas pergi. Pakahi melanjutkana pencariannya.

 
Di rumah, Tanya memarahi Maha ji karena tidak membersihkan rumah dengan benar. Ayaan berniat melakukan sesuatu. Suki memanggil maah aji dan menunjukan tepung. Ayaan membuat tepung itu tumpah dan berserakan di lantai. Mah aji tegang. Tanya sangat marah. Ayaan heran karena tidak melihaat paakhi, "Ibu tidak akan senang melihat semua ini, taapi kemana dia pergi?"

Vikram menyuruh Laavanay melakukan apa yang di minta. saat sudah begitu dekat dan berhadapan dengan Lavanya, tiba-tiba Vikram menjatuhkan diri di tepat tidur dan tertidur. Girish segera menarik tangan lavanya dan mengajaknya pergi. Keduanya segera berlari keluar. pakahi tiak berhasill menemukan laci seperti yang di kataakan Vikram. Paakhi sadar kaalau Vikram telah berbohong. Paakhi segera pegi dari kantor vikram dan bergegas pulang ke rumah vikram.
 

Girish mengajak Lavanay meninggalkan rumah Vikram. Mereka telah berhasil menuruni tangga ketika terdengar suara vikraam menyuruh mereka berhenti, "tunggu!" Vikram muncul dengan menodongkan senaapan dan sebuah map berisi file kontraak di taangaa yang lain. Vikram menuruni tangga sambil berkata, "kalian mencari kontrak ini kan?" Vikram tertawa licik, "lavanya tidak pinmntar, apa gunanya mennagis di epanmu?? Wanita bodoh!" Girish bertanya motiv vikrammelakukan semua itu? Vikram berkat akalau dia melakukannya untuk senang-senang, "aku sedang memainkan sebuah permainan.." Vikram mengaatakan kata-kata yang tidak layak di ucapkan untuk mengejek Lavanay dan Girish. Girish dan Vikrambertengkar. Girish mengancam akan membunuh girish.

lavanya menengahi mereka da mencegah Vikram, "janga bunih girish, kaau menginginkan aku kan?" Vikram tertawa, "kau bodoh! kau pikri aku terila-gila padamu? Vikram raichand? AKu menginginkan Girish, karena dia telah mencungaani adiku.." Vikram memberitahu mereka kalau adiknya adalah ibu Naina. Girish dan lavanya kaget. Vikrammengingatkan Girish "dia adalah pengemarmu yang lalu bercinta denganmu lalu kau memberitahunya kaalau itu sebuah kesalahan. kau lebih memilih istrimu, Lavanya. lalu dai melahirkan Naina...." Vikram menunjukan foto adiknya. Girish kaget dan merasa mengenali wanita itu. Vikram berkata kaalau dia melakukan smeua ini untuk baalas dendam.
 

Lalu sambil menodongkan pistol, Vikraam megajak lavanya pergi dengan paksa. Girish menentangnya. mereka berkelahi. Girish berhasil membuat pistol Vikram terlontar. Vikraam dan Girish saking tarik menarik. lavanya berusah amengambil pistol, tapi tangan nya di tarik vikram. Vikram berhasil melepaskan diri an berlari kearah pistol hendak mengambiinyaa, tapi Pakahi lebih dulu mendapatkan pistol itu. pakahi menodongkan senjata itu kearah Vikram.

Melihat Vikram tak berdaya di bawah todongan senapan Paakhi, lavanya segera menyuruh Girish mengambil kontrak. Lavanya menampar Vikram dengan geram, "kau hendak memperkosa aku. Semua itu adalah kesalahan adikmu, dai tidur bersama girish dengan keinginannyaa sendiri. Girish seang mabuk saat itu, tapi adikmu telah meninggalkan Naina, mengapa? kaalau mereka saling encintai, dia membuangnya? Sekarang Naina akan menjadi anakku dan Girish!" Paakhi menodongkan senapan dan menyuruh Vikram ikut ke kantor polisi.. SInopsis Pakahi episode 102 by Meysha lestari.
 
PREV        NEXT

Bagikan :