Loading...

Sinopsis Paakhi episode 103 by Meysha Lestari




Sinopsis Paakhi episode 103 by Meysha Lestari. Vikram ditangkap polisi dan do bawa peri. lavanya memeluk Girish dan meminat maaf padanya. Girish memaafkan lavanya dan berkat akalau itu bukan salah lavanya. Girish memberitahu Paakhi tentang kesalahannya dan merasa bertanggungjawab atas semua kejadian ini. Girish berterima kasih atas bantuan Pakahi. Paakhi mengajak mereka melupakan semuanya dan memulai sesuatu yang baru, "suami istri haru saling mendukung setiap kali... Hubungan kalian akan semakin kuas sekarang.."

Lavanya memeluk paakhi dan meminta maaf atas perlakuannya selama ini, dia juga menguacpkan terima kasih atas bantuan paakhi. Pakahi membalas pelukan lavanya dan melarangnya minta maaf. Lavanay tidak tahu apa yang akan terjadi kalau tidak ada paakhi. Girish tersneyum gembira.


 
Maha ji sedang termenung di dapur. Ayaan datangd an bertanya tentang masalahnya. Maha ji menceritakan kalau tanya seperinya sial. Ayaan menyarankan maha ji agar melakuan puja terhadap tanya untuk mengusir roh halus dari tubuhnya. Maha ji setuju. Dia segera menyalakan dupa dan mengasapi Tanya sambil berdoa mengusir roh jahant di tubuh Tanya. tanya memarahi maha hi dan mereka terlihat adu fisik yang menyebabakan jam tangan pemberian ayaan terjatuh. tanya heran melihat jam itu dan memunggutnya. tanya kaget mengetahui kalau itu adalah jam tangan yang di lengkapi kamera pengintai. Tanya menuduh Maha ji bersekongkol dengan paakhi dan menjadi mata-matanya. Maha ji menyangkal, dia memberitahu Tanya kalau Ayaan yang meberikan jam itu padanya. Ayaan ketakutan melihat kedoknya terbongkar. Dia berlari meyelamatkan diri, tapi tanya mengejarnya.
 
Tanya berhasil menangkap Ayaan. Ayaaan memberontak ingin melepaskan diri. tanya memarahi ayaan karena pura-pura baik dan menjadi temannya tapi malah mengerjainya. Ayaan mengakui perbuatannya dan berkata kalau dia tak menyukai Tanya, "pergi kau dari rumahku!!" Tanya geram dan hendak menampar Ayaan, untung paakhi keburu datang. Ayaan segera berlari memeluk paakhi dan mengadu kalau tanya telah memarahinya dan hendak memukulnya. Paakhi menaatap tanya. tanya mengatai paakhi dan Ayaan, bahwa ibu dan anak sama jahatnya. paaakhi diam saja. Mahaji memberitahu tanya kalau ada Anshuman. Anshuman mendengar semua perkataan tanya dan ayaan dan berdiri tegang. Tanya kaget melihat ANshuman dan segera berlari mendekatinya.

 
Di amenjelaskan semuanya pada Anshuman tentang persekongkolan paakhi dan AYaan. Tanya menjelek-jelekan paakhi di hadapan ANshuman. Ayaan tidak terima, dia baalas membongkar kedok tanya. Ayaan meminta Anshuman mengambil keputusan yang adil. Tanay setuju, "ya, lihat dia, dia masih kecil dan paakhi mengajarinyayang bukan-buka. Dia telah menghasut anakmu.." Tanya juga menyuruh Anshuman mengambil keputusan yang benar. Anshuman tidak menjawab, dia pergi begitu saja.

Tanya mengomel kesal. Paakhi menyuruh Ayaan  ke kamarnya. Begitu Ayaan pergi, paakhi menegur Tanya karena telah bersikap kasar pada Ayaan. Pakahi mengancam Tanya, "..jika kau berani memarahi Ayaan lagi, apalagi sampai menurunkan tangan padanya, aku tidak akan melepaskanmu! Aku akan mematahkan tanganmu..!" Maha ji ketakutan mendengar ancaman paakhi. Tanya mendebat pakahi. Keduanya Terlibat pertengkaran sengit. Tanya akhirnya melangkah pergi dengan kesal.

Anshuman termenung memikirkan keputusan apa yang akan dai ambil besok. Dia tidak bisa mempercayai dirinya sendiri sekarang, karena hidupnya dan hidup ayaan yang di pertaruhkan. Anshuman coba menenangkan diri dnegan berkata kalau besok seegalanya akan baik-baik saja. Ada telpon dari kaakak ipar paakhi. Bhabhisa memberitahu Ansuman tentang ganggor puja dan memintanya memberitahu paakhi. Puja itu bertujuan untuk mendoakan suami agar berumur panjang, "paakhi melakukan puja itu sejak anak-anak.." Bhabhis aingin Anshuman melakukan puja bersam aPakahi tahun ini. Anshuman setuju. Anshuman berpikir kalau pakahi akan pergi besok, "apa gunanya melakukan puja??"
 

Ayaan sedang latihan memukul samsak dia terlihat kesal atas apa yang di lakukan Tanya. pakahi menenangkannya dan manasehatinya agar bermain sepakbola dengan baik agar bis amenang. Ayana juga berpesan agar pakahi menang, sesaok adalah hari terakhir. Pakhi berkata kalau mereka tidak tahu apayang akan terjadi, "hanya kebenaran yang akan menang.." Ayaan memberitahu pakahi kalau kakak iparnya telpon, "apakah kau kembali padanya?" Paakhi teringat telpon bhabhsia dan menelpon balik. Bahbahisa mengiangytkan Pakahi tentang ganggor puja, bahwa dia juga telah bicara dengan anshuman tentang itu. Paakhi kaget mendengarnya. Kaka ipar memberitahu pakahi kalau ANhsuman bersedia melakukan puja. pakahi merasa heran, "mengapa anshuman mau duduk di puja, sementara hubungan kami akan segera berakhir.."

Paakhi keluar dan berdiri di tengah pintu sambil berpikir tentaang acara puja. Dia melihat Anshuman sedang berdiri di taman. pakhi mendekatinya dan bertanya, "apa yang kau lakukan?" ANshuman menunjukkan nampan berisi barang-aarang perlengkaapan untuk puja, "aku ingin memberimu kejutan, kau aakan merayakan puja ini tahun ini besama kami semua di rumah ini. Aku sudah menyiapkan semuanya.." Pakahi terharu tapi menyempatkan untuk mengingatkan Anshuman agar tidak melakukan itu secara terpaksa. Anshuman menyangkal, "aku melakukan ini dengan keinginanku sendiri. AKu berhutang budi padamu, setidaknya aku bisa melakukan seusatu untukmu setelah apa yang kau lakukan untuk lavanya. Thanks.."

Ansuman memberitahu Paakhi betaapa Lavanya angat penting bagi dirinya, "hanya dia yang mendukungku setelah orang tua kkami meninggal..." ANshuman sangat berterima kasih pada Paakhi atas pertologannya pada Lavanya. ANshuman menyuruh Pakahi meminta sesuatu padanya. Paakhi meminta Anshuman mencintai Ayaan setelah dia peergi, "kau harus menjadi ibu sekaligus ayah baginya..." ANhsuman tertegun, "kau selalu meminta ini.." paakhi berkata kaalau dirinya tak ingin hal lain lagi. Anshuman bertanya, 'apakah kaau tidak ingin sesuatu untuk dirimu sendiri?" Paakhi berkata kalau dia ingin ketenangan, "itu akan kudapatkan jikaa kau dan Ayaan saling mencinta.

Anshuman menatap Paakhi, "oraang asing tidak akan melakukan ini. AKu salah. Kit aunya hubungaan..." Anshuman dan pakhi saling pandang. Anshuman memeluk Paakhi. paakhi membalas pelukan ANhsuman. Keduanya berpelukan lama. lalu paakhi mendengar suara Anshuman memanggil. Pakahi menoleh. Anshuman berada jauh darinya, ternyata semua itu hanya khaayalan paakhi. Anshuman mengucapkan selamat pada pakhi lalu pergi... SInopsis paakhi episode 104  by Meysha Lestari.

PREV      NEXT

Bagikan :