Loading...

Sinopsis Paakhi episode 113 by Meysha lestari




Sinopsis Paakhi episode 113 by Meysha lestari. Anshuman berjanji akan melakukan apapun yang di mintaa paakhi. Paakhi menantang Anshuman untuk memukul kepala pria botak yang sedang duduk dai bangku taman. Anshuman menolak. Paakhi mengingatkan ANhsuman janjinya. Anshuman balik menantang paakhi, "kau dulu, kalau kau bisa, aku juga bisa.." Paakhi menerima tantangan Anshuman, "lihat aku!!"


 Pakahi menghampiri pria itu. Anshuman tertawa melihatnay dan yakin kalau pakahi tak akan mampu. tapi bukan Paakhi namanya kalau tidak bisa. Paakhi mengajak pria itu ngobrol dan memuji kepalanya yang botak. Si botak gembira di puji gadis secantik paakhi. paakhi bertanya apa rahasianya agar punya kepala berkilat seperti itu? SI botak menyuruh Paakhi duduk dan bercerita padanya. Pakahi bertanya, "bolehkan aku menyentuhnya?" Si botak ddengan senang hati mengizinkan. Di abahkan membungkukkan kepalanya ke hadapan paakhi. paakhi memukul kepala pria itu sambil mengedipkan maata pada Anshuman. Anshuman kaget dan penasaran.
 

Paakhi minta maaf pada si botak karena memukulnya, "aku gemas.." SI pria bahkan menawari paakhi kalau mau memukulnya sekali lagi. Pakahi mengucapkan terima kasih. Si botak menawari paakhi makanannya. pakahi mengucapkan menolak smabil mengucapkan terima kasih. lalu ANhsuman datang dan melabrak si botak karena merayu pacarnya. Si botak menjelaskan kaalau dia tidak merayu paakhi, "dia memujiku..." Anshuman memarahinya dan mengakan yang sebenarnay bahwa paakhi mempermainkannya, "kami bertaruh, kau telah di bodohinya.." Si botak terlihat kecewa dan terluka. Dia pergi setelah berkata kalau paakhi mematahkan hatinya, "jangan lakukan itu pada orang lain.." Paakhi menatap kepergiannya dengan iba. Paakhi menuduh Anshuman cemburu pada pria botak itu, Anshuman menyangkal. Paakhi bertanya, "kalau begitu, mengapa kau memberitahu dia??" Dia pun bertanya, '"pa kau tidak melihat kalau dia patah hati??" Pakahi menyuruh Anshuman membotaki kepalanya.

 
Naina menangis. Girish mengurusnya. Girish merasa senang karena lavanya tidak berlatih nyanyi dirumah. tak lama kemudian Lavanya pulang dengan marah-marah. Dia mengadu pada Girish bahwa pelatih vokalnya mengatakan kalau dirinya tak bisa bernyanyi, "kata dia kalau aku menyanyi, sapi tidak akan mengeluarkan air susu.." Girish setuju dengan pendapat pelatih vokal lavanya tapi tak bisa mengatakannya terus terang. Lavanya berkata kalau dia memberitahu pelatih vokalnya kalau dia penyanyi yang bagus. Girish setuju dengan lavanya. Lyalu lavana berkata kalau dia akan ikut ke konser girish dan bernyanyi bersamanya. Girish menjadi tegang. Lavanya bertanya, "maukah kau mengajariku?" Girish binggung. Lavanya merajuk, "jadi kau tidak mau??" Girish menyangkal, "bukan begitu.." lavanya mengajaknya berlatih. Girish menurut.


Bagikan :