Loading...

Sinopsis Paakhi episode 122 by Nurlela




Sinopsis Paakhi episode 122 by Nurlela. Paakhi melepas pelukan ANhsuman dan menatapnya dengan heran. ANhsuman berkata, "aku cinta padamu dan pembaalasan dendammu telah lengkap!" Pakahi kaget mendengarnya. Pakahi berkata, "aku menunggumu selama 18 tahun karena kau suamiku dan aku sangat mencintaimu.." Anshuman tidak mengubrisnya. Dia memarahi paakhi karena membodohinya, "kau tidak menungguku! Kau menerima lamaran orang lain ketika aku datang menemuimu.." Pakahi coba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bahwa hanya Anshuman adalah harapannya yang hancur, "aku benar-benar mencintiamu! Setulus hati..." ANhsuman menatapnyatrak percaya.


 
Paakhi berkata, "di hari aku tahu kalau kau tidak menginginkan aku di rumah ini, aku ingin pergi...." ANhsuman menyela, "tapi kau tidak pergi. Kau berencana mencurangiku! Nasibku sama dengan ayahku, ibuku mencuranginya dan hal yang sama terjadi padaku. AKu benar-benar jatuh cinta padamu dan kau menipuku. Ibuku dulu juga tidak berkarakter, sekarang dirimu!" Paakhi terperanjat tak percaya dengan apa yang di dengarnya. ANshuman mengulangnya lagi, "ya! Kau tidak berkarakter, Pakahi!" Pakahi berteriak, "ANshuman!!!" ANshuman melanjutkan tuduhannya, "sekarang aku mengerti apa yang di jelaskan ayah padaku, aku lupa ketika bertemu denganmu, aku membuat kesalahan, kau mencintai orang lain seperti ibu. kau berkating di depanku. Mengapa kau lakukan ini? Ayahku benar... wanita yang purapura suci adalah yang terburuk. dan kau sepertii itu. Mengapa kau melakukan ini??"

Paakhi tertegun kaku. Anshuman bicara tentang Rohan yang datang kerumahnya, "dia adalah orang yang saam ayang meberimu mawar di jalan, di restauran. Dna aku telah menangkapnya di epan tadi. Dia membawa laporan kehamilan untukmu..." Paakhi kaget. ANhsuman bertanya dengan sinis, "ketika tidak pernah terjadi sesuat antara kita, baagaimana kau bisa hamil?" Paakhi terpukul. Dia menatap ANhsuman tepat dimatanya. ANhsuman bertanya lagi, "bagaimana itu bisa terjadi? Katakan padaku! Karaktermu buruk.." Paakhi lepas dari keterkejutannya dna mulai menangis sedih.

 
Anshuman snagat marah, geram dan gusar. dengan refleks dia mengambil tempat tinta dan melemparkan isinya ke arah paakhi, Hingga pakahi basa kuup oleh tinta. Untuk paakhi cepat-cepat memejamkan mata. Anshuman menatapnya tanpa sesal dan masih di selimuti amarah. Paakhi berdiri kaku dnegan airmata mngucur deras di pipinya. tak ada sangkalan, karena Paakhi tahu itu hanya sia-sia saja. Lalu ANshuman pergi dengan marah. pakahi masih berdiri di tempat semula. Lama....

Di rumahnya, Tanya tertawa licik dan memberitahu paak Rana kalau Anshuan pasti akan mengatai paakhi tidak berkarakter. Sudha ku bilang ayah, aku akan mengakhiri kisah cinta mereka dan Anshuman telah menghancurkan kisah cintanya sendiri...dengan tanganya sendiri. Wanita mana yang sanggup menanggung tuduhan seperti itu dari orang yang paling dia cinta..." Pak Rana terlihat kagum, "bagaiman akau melakukannya?" Tanya memberitahu semuanya, bahwa Lavanya pernah bercerita tentang ibunya dan ketika ANshuman begitu mempercayai Paakhi dia telah berkata kalau wanita adalah sama.
 

Tanya memberitahu kalau pria yang di curigai Anshuman adalah Prithvi, orang suruhannya. Dia yang melakukan semua pekerjaan itu, yang menambahkan obaat sakit perut ke dalam pizza agar pakahi sakit perut, juga yang telah menjatuhkan laporan kehamilan agar di lihat Anshuman, "dai adalah orang suruhanku. AKu memberinya uang dan menyuruhnya tutup mulut. AKu telah mengusirnya dari kota ini agar Ansuman tidak akan menemukannya. Anshuman telah menamparku karena Pakahi, aku tidak akan melupakannya. Aku akan membuat ANshuman menyesal karena telah mencintai dan menghormati paakhi.." Tanya dan Pak Rana snagat gembira..

ANshuman yang patah hati melangkah tanpa arah. Dia berjalan sambil melamun dan tanpa tujuan. Di abenar-benar terpukul dan terluka. ANhsuman menangis sedih. Dia teringat persleingkuhan pakahi dan Rohan. Anshuman memikirkan Pakahi dan saat-saat bersamanya..

Sementara itu, Paakhi berdiri dibawah shower sambil menangis. Air membersihkan bekas tinta yang mengotori wajah dan tubuhnya. Dia teringat semua perkataan kasar ANshuman dan menangis histeris. Selesai membersihkan diri, Paakhi berdandan ala kadarnya. Dia melepas semua perhiasan dan menyimpannya. lalu dia melangkah pergi, meninggalkan rumah megah itu... SInopsis Paakhi episode 123 by Nurlela.

PREV        NEXT 

Bagikan :