Loading...

Sinopsis Paakhi episode 125 by Nurlela




Sinopsis Paakhi episode 125 by Nurlela. Bhaisa mengajak ANshuman maakan. Sebelum makan, mereka mencuci tangan. Anshuman menatapsekeliling mencari pakahi, tapi tak terlihat. Selesai mencuci tangan mereka hendak menuju ke meja yang di telah di persiapkan. Anshuman melihat paakhi. Dia cepat-cepat mengotori tanganya lagi dan meminat paakhi untuk membantu menyiram. pakahi terlihat enggan. Bhaisa yang juga heran mengapa tangan Anshuman bisa kotor lagi, menyuruh pakahi membantunya. Paakhi menurut. Dia mengambil air dan menyiramkan ke tangan ANshuman. Anshuman minta maaf sambil berbisik. Paakhi tidak menjawab, dia menatap ANhsuman dengan tatapan dingin.


Selesai membantu menyiram tangan Anshuman, Paakhi bergegas pergi. Anhsuman melap tanganya di handuk, lalu duduk di samping Bhaisa. Pakahi bergabung dengan bhabhisa di dapur. Dia membuat sesuatu. Anshuman menatap punggungnya berkali-kali berharap paakhi akan menoleh, tapi paakhi terlihat tak perduli. Bahkan yang menyuguhkan makanan pun orang lain. ANhsuman terlihat kecewa, meksi begitu dia sesekali masih menatap punggung Pakahii penuh harap.

Anshuman hendak menyuapkan makanan kemulutnya, ketika dia melihat apa yang di lakukan Bhaisa. Anshuman mengikuti apa yang di lakukan bhaisa lalu makan bersama-sama. Terdengar suara paman berkata agar mereka melayani Anshuman dengan baik dan memberinya makan enak. Bhaisa meminta paman tidak cemas. Bhabhisa bertanya apakah ANhsuman mau roti lagi? ANshuman mengangguk, "ya, kak. AKu sangat lapar sekali. AKu ingin satu lagi.."

 
Bhaisa minta cabe dan pakahi melayaninya. ANhsuman ikut minta cabe, "aku ingin mencoba.." Pakahi mendekat untuk memberinya cabe hijau segar. Anshuman berisik, "paakhi kau tahu aku tidak bisa mencerna cabe ini, jika kau tidak memaafkan aku, aku akan memakan semuanya.." Pakahi tak mengubris. Bhaisa bertanya, "apakah kau bis amakan cabe? Ini sangat pedas.." Anshuman menjawab, "Paakhi selalu masak makanan pedas di rumah, jadi aku terbiasa.." Bhaisa makan cabe dengan ringan. Anshuman menirunya, tapi dia kepedasan. Anshuman menatap Paakhi, paakhi tak memperdulikannya. Bhabhisa melihat wajah Anshuman yang merah, dia melarang ANshuman makan cabe lagi. Bhabhisa menyuruh Pakahi mengurus Anshuman. paakhi menurut, dia mengambilkan air untuk ANshuman. Anshuman berbisik "kalau kau tidak memaafkan aku, aku akan terus mencoba.." paakhi tak perduli, dia bergegas pergi.


Anshuman hendak menyuusul Pakahi, saat dia berdiri, celananya robek dan bunyinya angat keras. para wanita tertawa. Bhaisa tersneyum geli. Dia mengambil handuk dan memberikannya pada ANshuman. Anshuman menutup pinggangnya dengan handuk dan lari ke kamar. Bhaisa menyuruh paakhi melihat dan membantu Anshuman. Dalam kamar, ANhsuman melepas celananya dan hanya mengenakan handuk saja. Pakahi sedang berjalan menuju kamar, ketika Chutki menyapanya, "bibi, di mana paman?" Paakhi menunjuk ke arah kamar. Chutki berkata kalau teman-temannya ingin bertemu ANhsuman. Chutki pergi memanggil teman-temannya.
 

pakahi masuk kedalam kamar. ANshuman menggunakan kesempatan itu untuk minta maaf. Paakhi mengacuhkannya. ANhsuman tak putus asa. Dia membuntuti kemana paakhi pergi. Pakahi mengambil jarum dan benar di lemari, lalu duduk di tepi tempat tidur untuk menjahit celana Anshuman. Anshuman mengajaknya bicara, tapi paakhi seolah tak melihat keberadaannya. Chukti datang bersama teman-temannya. Anshuman menyapa mereka dan bersalaman. Anshuman mengenalkan diri. Saat ANshuman bicara dengan Chutki dan teman-temannya, Pakahi pergi. Anshuman terlihat kecewa.


Bagikan :