Loading...

Sinopsis Pakahi episode 121 by Nurlela




Sinopsis Pakahi episode 121 by Nurlela. Anshuman Gusar dan tertekan dengan pemikirannya sendiri. Dia ingat kata-kata Tanya serta kehadiran Rohan di rumahnya lalau laporan kehamilan Pakahi di sisi lain. ANshuman tidak langsung menemui paakhi dia masuk ke kamar kerjanya dan beprikir keras.

lalu tersengar sapaan seseorang. Anshuman menoleh, ternyata sosok lain dirinya yang necis. Dia bicara buruk tentang paakhi dan membandingkannya dengan ANhsuman. ANshuman menyangkal, "Paakhi tidak seperi itu! Dia sangat suci, dia istriku, dia tidak akan bisa melakukan hal seperti itu. AKu telah mengenalnya sejak 6 builan lalu, dia tidak akan bisa melakukan hal seperti itu.." Anshuman necis mengingatkan, "...ayahmu telah mengenal ibumu selama 15 tahun, dan ibumu masih tega mencuranginya..." Anshuman mengatakan hal baik tentang paakhi. Tapi ANshuman necis membantah semuanya. Anshuman menatap lapporan di tanganya dan sangat bbinggung. Dia tak tahu harus percaya pada siapa, hati nuraninya atau laporan di tangannya. Anshuman kalut, dia memporak-porandakan ruang belaajar. ANshuman mulai mencurigai paakhi dan bertekad untuk mengetahui kebenarannya.
 

Tanya memberitahu pak Rana tentang rencananya untuk menghancurkan kepercayaan ANshuman pada Paakhi. Kata Tanya, "sekarang ANshuman pasti akan berpikir tentang ibunya yang tidak berkarakter, lalu sekarang istrinya. Dia akan patah hati sehingga tidak akan berpikir tentang kebenarannya..." Tanya berkata kalau saat itu ANshuman masih kecil ketika ayahnya mengusir ibunya keluar dari rumah. ANshuman tidak menghentikan ibunya karena dia tahu ibunya tidak berkarakter. Tanya menyerigai licik, "sekarang Asnhuman akan melakukan apa yang di lakukan ayahnya pada Paakhi.." Pak Rana senang mendengar kabar itu.

 
Anshuman keluar dari kamar belajar. Pakahi berlari kearahnya. ANshuman menatapnya dengan aneh. Paakhi heran, "ada apa? AKu telah memberikan seluruh hatiku padamu dan kau tidak mengatakan apapun?" ANhsuman teringat nasehat ayahnya agar kuat sehingga tak ada  seorang wanitapun yang bisa mencuranginya. Anshuman teringat saat ayahnya berkata agar dia tidak mempercayai wanita manapun.

Paakhi membaringkan Anshsuman di bangku dan memijat kepalanya. Anshuman menikmati pijatan itu dan untuk beberapa saat bisa rileks. Tapi letika dia teringat perkataannya ayahnya, emosi itu kembali muncul. ANshuman segera bangkit dan menatap paakhi. Pakahi tersenyum, "ap ayang kau lihat? Oh aku tahu, kau mungkin beprikir bahwa kau memiliki pacar yang cantik.." Paakhi menghampiri ANhsuman dab mengatakan "I luv U'. Paakhi meminta Anhsuman memujinya saja jika tak bisa mengunngkapkan rasa cintanya. Anshuman teringat ucapan ayahnya lagi. Dan termenung.

Paakhi menyadarkannya, "apa kau baik baik-baik saja? Apa yang terjadi? katakan sesuatu!" Paakhi menyentuh tangan Anshuman dengan cemas. Dia meminta Anshuman tidak membuatnya tegang.
 

Anshuman berkata denga terbata-bata, "kau tahu... ibuku mencurangi ayahku karena dia mencintai pria lain. Ini yang sebenarnya. Dia mencintai ayahku, lalu bagaimana bisa dia mencintai orang lain? Apakah kau tahu tentang hal seperti ini? Katakan padaku!" Pakahi berkata kalau manusia membuat banya kesalahan, "kita tidak seharusnya menghakimi siapapun.." Anshuman menyela, "jadi, jika seorang wanita curang, bukan hal buruk?" pakahi menyangkal, "bukan begitu. Seorang wanita punya banyak hal di hatinya, jika dia melakukan itu, kita tidak tahu situasinya. Bisa jadi dia tak berdaya. Apa yang kita lihat tidak selamanya benar. Seorang pria harus pintar dalam memahami wanita.."

Asnhuman menjawab, "aku ingin menjadi pintar. katakaan padaku bagaiman akau bisa pintar? Aku bekajar banyak hal darimu.." Anshuman menatap pakahid anberkata, :aku ingin aku mengatakan cinta kan?" lalu ANshuman membuka tanganya dan berkta, "Pakahi, aku mencintiamu.." Paakhi berlari dalam pelukan Anshuman. Anshuman balas memeluknya dengan haru. Dia berguman lirih untuk menguatkan hatinya, "aku mencintaimu, kau sangat baik.. kau tidak mungkin tidak berkarakter.. kau sangat baik.." pakahi kaget mendengar gumanan Anshuman dan melepas pelukannya... SInopsis Pakahi episode 122 by Nurlela.

PREV        NEXT

Bagikan :