Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 346 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 346 bag 2 by Meysha Lestari.  Di jalan, sambil menyetir, Sagar mengajari Ganga teori mengemudikan mobil. Cara menginjak pedal Gas, rem ataupun kopling. Dia juga mengajari cara mengganti gear. Gangaa menurut. Dia coba memindahkan Gear dengan di pandu Sagar. Keduanya terlihat gembira. Sepanjang perjalanan Sagar menatap Gangaa. Gangaa menyuruh Sagar fokus melihat ke jalan agar tidak terjadi kecelakaan. Sagar menurut, dia menatap kedepan. Lalu tiba-tiba di menginjak rem mendadak, Gangaa kaget. Sagar tertawa. Gangaa ikut tertawa mengetahui kalau Sagar hanya mengodanya.

Sagar terus menatap gangaa meski sudah di peringatkan. DI sebuah jalan, seorang gadis menyeberang tiba-tiba. Gangaa memepringatkan Sagar. Sagar sedikit bingung. Dia menginjak rem tiba-tiba. Tapi gadis itu sudah terdorong dan jatuh. Sagar segera turun dari mobil dan memarahi gadis itu karena ceroboh. Gangaa menyuruh Sagar diam, karena gadis itu terlihat sangat ketakutan. Gangaa membantu gadis itu berdiri. Dan bertanya apakah ada yang luka. Sagar masih emosi. Para pejalan kaki yang melihat kejadian itu menuduh Sagar. Sagar balas mengecam mereka. Mednengar keribautan itu, si gadis berteriak menyuruh semua orang diam. Kelakuannya menunjukan kalau dia tidak normal. Gangaa mngumpulkan barang-barang gadis itu yang berserakan di jalan. Diantara barang-barang itu dia melihat selembar foto masa kecil dirinya Sagar dan seorang gadis Ragini. Gangaa sedikit kaget menyadarai kalau gadis itu adalah ragini, teman masa kecil mereka yang abnormal.

 
Gangaa menunjukan foto itu pada Sagar. Sagar juga ingat gadis di foto itu. Dia lalu memberi isyarat pada gangaa agar diam. Sagar kemudian mendekati gadis idiot itu danmenutup matanya dari belakang sambil mengucapkan sebuah teka-teki, "katakan, siapa aku?" Si gadi terdiam sesaat seperti berpikir. Dia ingat penah beramin teka-teki itu bersama Sagar dan Gangaa. Ragini lalu menyebut nama "Sagar..." Sagar terharu dan memeluk Ragini. Ragini balas memeluk Sagar. Gangaa ikut tersenuyum haru dan bertanya, "Ragini, apakah kau ingat ssiapa aku?" Ragini menatap Gangaa dan menjawab, "apakah kau Gangaa?" Ganga tersenyum senang, "aku tidak akan mengenalimu kalau tidak melihat foto itu." Ragini terus menempel pad Sagar. Sagar melepas pelukan Ragini dan menatap foto itu sekali lagi seolah-olah tidak percaya kalau kejadian seperti ini bisa terjadi.

Sagar dan Gangaa saling pandang. Sagar kembali mengingatkan ragini satu permainan yang sering mereka lakukan, "de tali.." Sagar mengucapkan kata itu sambil menyodorkan tanganya. ragini dengan cepat menepuk tangan Sagar. Sagar mengajak Gangaa melakukan de tali sambl mengurlukan tanganya. Ganga hendak meneopuk tangan Sagar tapi Ragini mendahului, "gangaa tidak boleh bermain de tali. Hanya Ragini. Sagar dan Ragini. best friend!" Awalnya ganga terkejut, tapi kemudian dia mengerti maksud Ragini dan tersenyum.

Sagar menatap sekeliling dan bertanya, "apa yang kau lakukan di sini? Di mana kakakmu?" Ragini terdiam dan terlihat tegang. Sagar menanyai Gangaa, "kenapa dia tidak menjawab? bagaimana kakaknya bsia membiarkan dia peri seorang diri?" Gangaa menanyai ragini, "kau tidak mungkin sendirian di Banras, kau di sini dengans iapa?" Ragini menggeleng, "aku tidak tahu." Gangaa bertanya, "Apa maksudnya? apakah kau kabur dari rumah?" Ragini mengangguk. Gangaa dan Sagar kaget mendengarnya. Mereka berdua lalu memutuskan untuk membawa ragini pulang baru memutuskan apa yang akan mereka lakukan berikutnya...

Di kamar, nenek sedang bicara di telpon dengan rentenir. Nenek memberitahu orang itu kalau dirinya belum bisa mengembalikan uangnya. Si rentenir marah dan meminta nenek membayar bunga yang tinggi karena itu. Nenek sepertinya merasa keberatan. Karena tidak menemukan kata sepakat, nenek akhirnya memutuskan sambungan telpon.

Nenek  dengan wajah tegang dan bercampur bingung bicara sendiri tentang rentenir dan ketidak mampuannya untuk membayar kembali pinjaman yang telahd i ambilnya. Nenek menyalahkan pendeta palsu atas kesulitan yang dihadapinya, "kalau begini, darimana aku bisa mendapatkan uang untuk membayar kembali pinjaman itu..." Gangaa yang cukup lama berdiri di depan pintu kamar mendengar semua ocehan nenek terlihat kaget. Selesai mengomel nenek menoleh ke arah pintu dan kaget mendapai Gangaa berdiri disana... Sinopsis Gangaa episode 347 by Meysha Lestari
 
PREV  1  2  NEXT

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode